Cinta yang Tidak Karena Jatuh

Siang tadi, di tengah perasaan harap-harap cemas hasil uji karakterisasi, Gary bertanya pada saya, “Septia, kamu tau apa yang kami (saya dan Yi-Rung) bicarakan?” Saya menggeleng. “Dia sedang bingung. Kalau kamu, mana yang akan kamu pilih: seseorang yang kamu sukai atau seseorang yang baik untukmu?” Saya berhenti mengoperasikan komputer dan berpikir sebentar sebelum kemudian menjawabnya. … Lanjutkan membaca Cinta yang Tidak Karena Jatuh

Iklan

Karena Kerudungmu Adalah Pengenal

Pernah merasa begitu bahagia dan beruntung karena kamu berkerudung? Saya pernah. Saya mulai mengenakan kerudung ke sekolah ketika duduk di bangku kelas empat sekolah dasar, dan baru benar-benar memakainya (tidak hanya di sekolah) ketika kelas enam. Tapi, sepertinya baru beberapa malam terakhir ini saya merasa begitu beruntung telah berkerudung. Juga, istimewa. Sudah semingguan ini saya … Lanjutkan membaca Karena Kerudungmu Adalah Pengenal

Tinggalkan Apa yang Meragukanmu

Postingan kali ini merupakan kelanjutan postingan sebelumnya yang berjudul Ya, Saya Seorang Muslim 🙂 (C: Prof. Chen, Y: Yi Hua, S: Saya, T1: teman lab 1, T2: teman lab 2) #6 (Dalam perjalanan pulang setelah mengunjungi laboratorium di kampus sebelah, National Taiwan University/NTU) C: Septia, kamu yakin kamu baik-baik saja dengan pakaianmu? Kamu tidak kegerahan … Lanjutkan membaca Tinggalkan Apa yang Meragukanmu

Ya, Saya Seorang Muslim

Lama tidak berkunjung, postingan terakhir saya masih bercerita tentang bulan pertama bekerja di Jakarta, sekarang sudah mau bercerita tentang pengalaman saya selama di Taiwan. Lima bulan. Jelas bukan rentang yang singkat untuk berbagai perubahan. Maka saya akan meringkas apa-apa yang terjadi dalam lima bulan terakhir ke dalam satu paragraf singkat saja. Mei. Ketika sedang asyik-masyuk … Lanjutkan membaca Ya, Saya Seorang Muslim