Tentang Sholat Istikhoroh

Saya pernah sholat istikhoroh. Sekali, dalam seperempat abad perjalanan hidup saya. Saya sudah tidak begitu ingat detailnya karena cerita ini sudah berlalu tujuh tahun lamanya. Saat itu adalah masa-masa peralihan saya dari putih abu-abu menuju bangku kuliah. Ibu saya ingin sekali saya menjadi seorang dokter, dan saya senang-senang saja berusaha memenuhi harapan itu. Singkat cerita, … Lanjutkan membaca Tentang Sholat Istikhoroh

Iklan

Dari Mana Datangnya

Dari mana datangnya keyakinan? Sampai minggu kedua bulan April, saya masih sibuk mengurus aplikasi pendaftaran di tiga universitas berbeda. Satu, yang sudah selesai, yaitu NTUST di Taiwan. Dua dan tiga, yang saat itu masih dalam proses, adalah ITS dan ITB. Memasuki minggu ketiga, berbagai peristiwa terjadi beruntun dengan cepat. Mas Deny, dosen penghuni Lab Robotika … Lanjutkan membaca Dari Mana Datangnya

(Bolehkah) Saya Iri?

Pagi ini saya mendapat kabar menggembirakan sekaligus mengagetkan dari seseorang. Salah seorang teman saya, Dina namanya, akan melanjutkan kuliah master di Eropa. Kaget? Sebenarnya tidak begitu. Saya sudah yakin sejak dulu, seseorang sekaliber dia pasti bakal mendapatkannya. Dina lebih dari layak menurut saya; melihat segala kerja kerasnya. Dan diam-diam saya mendoakannya. Saya gembira? Ya, tentu … Lanjutkan membaca (Bolehkah) Saya Iri?

Bermacam Semoga

Setiap orang pernah membuat keputusan besar dalam hidupnya. Tak terkecuali saya. Saya selalu meyakinkan diri saya bahwa tidak pernah saya ditimpa masalah terkategori berat. Saya tak pernah kecelakaan atau sakit parah hingga harus diopname di rumah sakit. Saya tak pernah putus cinta atau sakit hati hingga dirundung durja berhari-hari. Saya juga tak pernah ditipu hingga … Lanjutkan membaca Bermacam Semoga

Berantakan

Tidak semua jalan harus kita tempuh dengan berlari. Mungkin kita harus berhenti—atau dipaksa berhenti. – Fahd Djibran Kultur saya mati. Iya, mati. Kultur sel kanker kulit tipe ATCC M-19 berusia tiga minggu dua hari yang akan saya gunakan sebagai satu-satunya sampel penelitian saya. Iya. Satu-satunya. Kalo mati ya tinggal ditumbuhkan lagi kan ya. Tinggal menunggu … Lanjutkan membaca Berantakan

Bersyukur

Kadang, menyegerakan dan tidak menunda-nunda apa yang mampu kita lakukan sekarang dan saat ini juga merupakan cerminan rasa syukur atas apa yang kita terima. Sampai saat tulisan ini dibuat, saya belum sama sekali memperoleh data untuk dianalisis – jangankan data, memberi perlakuan saja belum, padahal ini sudah hampir memasuki bulan keempat dari enam bulan rentang … Lanjutkan membaca Bersyukur

Dialogo

T : “Kau tau, S. Ujian itu tidak diperuntukkan untuk menilai seberapa keras seseorang berusaha, namun seberapa jauh kemampuannya. Nilai A, tidak dihadiahkan bagi mereka yang bekerja paling keras, tapi untuk mereka yang memiliki kapabilitas.” S : “Antara kerja keras dan kapabilitas ada hubungan kausalitas. Kesuksesan terdiri dari 99% kerja keras dan 1% kecerdasan, keberuntungan, … Lanjutkan membaca Dialogo