Domino #2

Oktober, 1996 Ia menatap gadis yang lelap di bahunya. Dengan tangan kirinya yang bebas, dibelainya rambut gadis itu. Bahkan keremangan cahaya kamar tidak mampu memudarkan kecantikan dan pesonanya yang memancar kuat. Tangannya berganti meraba dagu dan  bibirnya yang merekah merah muda. Delima, gue sayang banget sama loe... Perlahan, ia mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir gadis … Lanjutkan membaca Domino #2

Iklan