Berantakan

Tidak semua jalan harus kita tempuh dengan berlari. Mungkin kita harus berhenti—atau dipaksa berhenti. – Fahd Djibran Kultur saya mati. Iya, mati. Kultur sel kanker kulit tipe ATCC M-19 berusia tiga minggu dua hari yang akan saya gunakan sebagai satu-satunya sampel penelitian saya. Iya. Satu-satunya. Kalo mati ya tinggal ditumbuhkan lagi kan ya. Tinggal menunggu … Lanjutkan membaca Berantakan

Iklan

‘Ya’ atau ‘Tidak’?

Setiap kita memiliki ironi dalam diri kita masing-masing; Mungkin paradoks, kemunafikan, atau ambiguitas. Sesuatu yang kita benci untuk kita sukai. Sesuatu yang sebenarnya baik untuk tidak kita pilih. Atau sesuatu yang sebenarnya baik untuk tidak kita pilih. Atau sesuatu yang berusaha kita sembunyikan dari siapa pun, sesuatu yang sebenarnya kita sayangi atau kita benci, tetapi … Lanjutkan membaca ‘Ya’ atau ‘Tidak’?

Perjalanan Rasa

“Tak ada yang lebih menyakitkan daripada membuat diri kita sendiri kehilangan harapan, bukan? Barangkali, suatu hari kau memang akan pergi – sebab kau harus pergi. Tapi jangan hari ini. Jangan sekarang: Aku masih ingin melihat matamu yang penuh harapan!” “Ada saatnya kita harus melepaskan harapan... kadang-kadang harapan adalah pengalih perhatian.” “Percayalah, kesedihan adalah hadiah – … Lanjutkan membaca Perjalanan Rasa

Semesta Sebelum Dunia

“Kau tahu, cinta pada mulanya selalu tentang mendengarkan: ibu yang mendengarkan anaknya, anak yang mendengarkan orangtuanya, pasangan yang saling mendengarkan, Raja Semesta yang mendengarkan doa-doa umatNya, manusia yang mendengarkan pesan dan cinta Tuhannya. Pertama-tama, mencintai adalah tentang mendengarkan!” “Jika kau mencoba kelihatan pandai di mata orang lain, kadang-kadang kau harus menjauh dari kebenaran.”  “Kau tahu, … Lanjutkan membaca Semesta Sebelum Dunia