Cinta yang Tidak Karena Jatuh

Siang tadi, di tengah perasaan harap-harap cemas hasil uji karakterisasi, Gary bertanya pada saya, “Septia, kamu tau apa yang kami (saya dan Yi-Rung) bicarakan?” Saya menggeleng. “Dia sedang bingung. Kalau kamu, mana yang akan kamu pilih: seseorang yang kamu sukai atau seseorang yang baik untukmu?” Saya berhenti mengoperasikan komputer dan berpikir sebentar sebelum kemudian menjawabnya. … Lanjutkan membaca Cinta yang Tidak Karena Jatuh

Iklan

Teh, Kopi, dan Setangkup Roti di Pagi Hari

Kebersamaan itu candu. Diam-diam kita dibuatnya penasaran. Karena pada momen-momen itulah kita dikenalkan pada seseorang yang selama ini hanya kita tahu namanya, kita pandangi punggungnya, atau kita curi-dengar suaranya. Karena pada saat-saat bersama itulah kita belajar. Belajar menjadi seorang pembelajar paling baik dengan rasa penasaran nyaris setinggi langit. Karena tiada manusia yang lebih ingin tahu … Lanjutkan membaca Teh, Kopi, dan Setangkup Roti di Pagi Hari

Dalam Gerhana

Memenangkan hatimu; berbelas tahun aku menimang impian itu. Katanya, waktu menyembuhkan. Dan aku percaya. Cintamu padanya akan mengkedaluwarsa. Sejak awal, kau telah menoreh batas jelas antara aku dan dia. Aku tahu, dengan sangat, jika saja suatu ketika aku memiliki kesempatan untuk melihat-lihat istanamu, tak akan ada aku di situ. Lukisannya, senyum dan tawanya dalam pigura, … Lanjutkan membaca Dalam Gerhana

Memerah Biru

Apa warna kesukaanmu? Biru, jawabmu. Sama, timpalku. Tapi, ada waktu yang cemburu... Bertahun setelahnya aku kembali padamu, mengajukan pertanyaan yang serupa. Masihkah warna kesukaanmu biru? Ya, jawabmu. Tidak, sergahku, sekarang aku menyukai merah. Dan kamu, tetap berdiri tegak dengan birumu. Sesekali menunduk ragu, namun tetap memandangku tanpa daya apapun yang kau mampu. Dan aku, terus … Lanjutkan membaca Memerah Biru

Cinta (Lagi)

“Allah yang menanamkan cinta di hati manusia, masa’ mau dibiarkan? Kan gak sopan. Makanya, libatkan Allah sejak langkah pertama. Berjuanglah untuk cinta karena Allah.” – nasihat Mas Juk Ng, si tukang sayur, kepada Bang Jack (PPT#5) “Seharusnya kebohongan-kebohongan manis itu hanya untuk aku, tapi kamu sudah lupa bagaimana caranya mencintai aku.” – kata-kata Aya kepada … Lanjutkan membaca Cinta (Lagi)