The Law of Entropy: Exclusion

There is this one thing that does not obey the Second Law of Thermodynamics: human's emotions. People love, then unlove. People hate, then unhate, then hate again. In the morning they despair, in the evening full of desire. Only one heart they have, but limitless love they can grow. It can be so sincere and … Lanjutkan membaca The Law of Entropy: Exclusion

The Law of Entropy

Entropy, disorder, information loss, etc. Several times I mentioned that the Second Law of Thermodynamics is my favorite law of physics. Eggs do not unbreak; candles do not unmelt; people do not unage; etc. The laws of dynamics (either classical or quantum mechanical) are time-symmetric, but why the Second Law of Thermodynamics isn't? Writing it … Lanjutkan membaca The Law of Entropy

Eksklusivisme

eksklusivisme /eks·klu·si·vis·me/ /éksklusivisme/ n paham yang mempunyai kecenderungan untuk memisahkan diri dari masyarakat: di kota besar terdapat gejala -- , terutama pada orang yang berada Beberapa hari lalu, saya mendengar dosen-dosen bergosip soal salah satu kelompok belajar yang memprospek mahasiswa/i tertentu yang dinilai pintar untuk masuk ke kelompok mereka. Memprospek?! Ini perguruan tinggi lho, bukan … Lanjutkan membaca Eksklusivisme

Galau PhD

Jadi begini. Sudah setahun belakangan ini saya tak henti-hentinya digalaukan oleh urusan mau ngambil topik apa buat PhD. Memangnya kenapa bingung? Karena ada banyak sekali kepentingan yang terlibat. Saya kupas satu-satu ya (sekalian curhat). PERTAMA, saat ini saya berkedudukan sebagai staf dosen di Lab. Biofisika dan Fisika Medis. Udahlah ya lupakan aja betapa saya merasa … Lanjutkan membaca Galau PhD

Justifikasi

Agaknya kita memang terprogram sebagai pembangkang. Tak cukup melanggar larangan makan buah khuldi, kita seringkali mengambil lebih dari sebiji. Kita ini pemberontak, tidak bisa diam. Mendiamkan tangan saja sudah sulit, apalagi mendiamkan lidah. Kita masih suka menimpali gosip karena lama-lama rasanya nggak seru juga ya kalau cuma jadi pendengar; masih suka menyebarkan dugaan-dugaan tak berdasar, … Lanjutkan membaca Justifikasi

Because you only have to forgive once

Semalam saya menonton salah satu film bergenre drama, judulnya The Light between Oceans. Film berdurasi dua jam lebih itu bercerita tentang sepasang suami-istri yang dua kali gagal dalam kehamilan (keguguran) kemudian mengambil dan merawat seorang bayi yang terdampar di pantai. Filmnya bagus, agak membosankan sih, soalnya memang saya kurang begitu menggemari genre drama. Di sini, … Lanjutkan membaca Because you only have to forgive once

Langit Selepas Hujan

#1 Saya ingin sekali memulai riset tentang biophotovoltaic, namun tidak ada lab ataupun KBK energi di jurusan tempat saya bernaung. Tidak ada dosen senior yang berkonsentrasi di bidang energi, sehingga topik ini adalah topik yang benar-benar baru. Babat alas, istilahnya. Ada beberapa kemungkinan tentang respon dosen-dosen lainnya jika memang saya memiliki keberanian untuk memulai riset … Lanjutkan membaca Langit Selepas Hujan

At the Riverside

Saya mengenal seseorang. Kenal, tidak sekedar tahu. Kami sempat dekat, meski sekarang tidak lagi – sudah lama tidak lagi (dekat). Saya merasa kami cocok sekali. Kami sama-sama suka membaca dan begitu mencintai buku-buku. Selera bacaan kami tidak tepat sama, namun justru lebih baik: melengkapi. Saya menyukai buku-buku ilmu pengetahuan populer, sedang dia menyukai buku-buku lintas … Lanjutkan membaca At the Riverside

Kepakaran dan Perasaan Takut Kelihatan Goblok

Pagi ini, saya menghadiri kuliah umum dan diskusi bersama seorang profesor asal Indonesia yang telah lama bekerja dan mengabdikan dirinya di bidang penelitian dan pendidikan di AS. Prof. Yow-Pin Lim, adalah seorang CEO dan Co-Founder Prothera, sebuah institusi penelitian swasta dan juga akademisi di Brown University, USA. Saya tidak akan berpanjang-panjang membahas isi kuliah umum … Lanjutkan membaca Kepakaran dan Perasaan Takut Kelihatan Goblok