Dosen, Dukun, dan Penjahit

Banyak sekali hal yang terjadi belakangan. Hal-hal yang tidak saya pahami dan tidak ingin saya percayai.

Akhir minggu lalu, rasanya saya cukup frustasi. Seorang teman bercerita bahwa saya baru saja dibicarakan oleh seorang dosen. Dibicarakan buruk-buruknya.

Katanya, saya pernah mengajukan kelas internasional tapi tidak melanjutkan karena tidak ingin dipasangkan dengan beliau.

Katanya, saya pernah mengajukan penulisan buku biofisika tapi tidak jadi karena harus mencantumkan nama beliau dan saya tidak bersedia.

Katanya, saya tidak mau ikut makan-makan lab dengan alasan “sudah bawa bekal”.

Katanya, saya pernah berkata “Kalo kamu ngomong saya tanggapi, tapi saya nggak mau ngajak kamu ngomong duluan.”

Mendengar itu semua pertama kali, yang saya rasakan adalah kebingungan. Dari mana saja cerita-cerita sains-fiksi tersebut berasal? Selanjutnya, saya ingin misuh-misuh. Beberapa menit kemudian, saya habis energi untuk marah. Saat itu hingga sekarang, yang saya rasakan hanya sedih.

… dan putus asa.

Saya tidak tahu dari mana kengawuran itu berasal. Sebagian didasari oleh fakta yang terjadi di lapangan, namun dibelokkan sampe kesasar. Sebagian lagi dibangun di atas dimensi fiktif, alias, saya saja nggak tahu kapan terjadinya.

#1

Saya pernah mau mengajukan kelas internasional setahun lalu. Kelasnya berpengantar Bahasa Inggris. Namun, karena saya masih baru, Bu Wadek menyarankan agar saya didampingi oleh dosen senior. Ketika diberi tahu hal tersebut, saya berpikir sebentar kemudian berkata, “Yasudah Pak (kadep), lain kali saja, daripada merepotkan beliau, tahun-tahun depan saja saya mengajukan lagi.”

Kelas internasional ini bukan kelas wajib, terserah siapa yang mau. Saya pun mengajukan hanya karena tahun lalu beban mengajar saya masih sangat sedikit saja. Ya saya hanya ingin nambah-nambah kerjaan aja intinya. Karena itulah, jika harus melibatkan dosen lain, yang notabene jauh lebih senior, dengan beban ngajar sudah cukup banyak, apa salah jika saya berpikir bahwa meminta beliau untuk terlibat hanya akan menambah kerepotan beliau saja?

Tapi, maksud yang seperti ini saja disalahpahami sebagai “tidak ingin bekerja sama dengan beliau”.

Lelah saya…

#2

Saya sama sekali tidak pernah berniat membuat apalagi mengajukan penulisan buku biofisika, sehingga cerita kedua ini adalah cerita yang sungguh sesat lagi menyesatkan. Saya bahkan gatau siapa author dari cerita yang benar-benar spektakuler ini.

Kzl ciakk!

Situ dosen apa dukun? Pinter banget ngarang cerita begini-begitu sampe-sampe orang lain percaya.

#3

Saya hampir selalu bawa bekal ke kampus, untuk makan siang. Dan saya biasanya makan siang cukup awal, sekitar jam 11 siang. Saat itu, bukan makan-makan lab seingat saya. Ada 2 dosen lain yang tidak hadir. Hanya ada Bu T dan mahasiswa bimbingannya, serta dosen muda lain yang memang diundang karena sedang bantu-bantu proyeknya. Saya? Saya tidak lagi ikut bergabung dengan proyeknya. Lha masa saya gak pernah bantu tapi ikut makan-makan? Apa salah kalo saya merasa sungkan? Apa salah kalo saya menolak dengan alasan sudah bawa bekal karena memang sebenarnya demikian?

Salahnya saya adalah tetap berada di situ ketika makan-makan berlangsung.

Harusnya kamu ngilang aja, Sep, njegur danau boleh~

#4

Rasanya kok saya tidak bilang begitu, ya. Seingat saya, saya bilang, “Saya tidak pintar berbasa-basi atau memulai obrolan duluan, tapi bukan berarti saya gamau diganggu, kalo diajak cerita pasti saya tanggapi kok.”

Tapi diplintir jadi begitu.

Lucu~

Situ dosen apa penjahit? Terampil banget menambal-sulam cerita di sana-sini.

***

Sebagian diri ini rasanya kesal, tapi sebagian juga menyalahkan ketidakmampuan diri saya sendiri dalam mengkomunikasikan maksud dan tujuan segala tindak-tanduk saya kepada orang lain. Terkadang saya penasaran, apakah saya memang sebegini mudahnya disalahpahami?

Bahkan maksud baik saya saja bisa terplintir segitu buruknya.

***

… dan ini hanyalah sepenggal cerita dari serangkaian lika-liku kehidupan kampus saya. Benar-benar sepenggal. Lainnya? Buanyaakkk 😆

Iklan

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s