salad days · this is college

Belajar Memasak

#1

Hari ini luar biasa sekali. Bangun kepagian dan memutuskan untuk tidur lagi kemudian malah kesiangan; nemu kecoak di wadah minyak jelantah (minyak bekas menggoreng yang lumayan banyak dan baru saya pakai sekali); risleting celana yang mau saya pakai rusak total; sampe gembok pagar pun rusak nggak bisa dibuka, yang berujung pada saya ngelompati pagar dan berangkat ke kampus naik gojek. Sepatu juga nggak ada yang bener: satunya udah mangap parah minta makan, yang satu solnya lepas (efek sering kehujanan dan dipaksa melewati banjir). Di rak tinggal sandal gunung (saya ngampus pake ini bakal dikeplak bu wadek) dan beberapa flat shoes punya adik saya yang, duh, nggak saya banget, haha (bukan karena modelnya, tapi karena saya nggak suka make flat shoes). Akhirnya saya pakai aja sepatu yang sol dalamnya lepas. Terakhir, karena saya lupa mengareti kotak bekal saya, dan kotak bekal itu saya taruh di dalam tas pada posisi vertikal (biasanya kotak itu saya taruh di gantungan sepeda motor pada posisi horizontal), sesampai di kampus minyak kekuningan itu merembes keluar wadah yang untungnya masih diplastiki. Fiuh.

Tapi bersama kesulitan memang ada kemudahan. Waktu mau pesan gojek, saya nyadar kalo saldo go-pay saya tinggal 8000 rupiah. Harap-harap cemas saldo segitu cukup apa enggak, soalnya lumayan juga kalo harus bayar tunai, bedanya jauh! Untunglah ongkosnya pas 8000, ya Allah legaaa. Pak driver gojek pun cerita, bapaknya kebetulan lagi di jalan balik dari gunung anyar mau ke keputih, terus nerima orderan saya di pandugo, jadinya sekalian jalan. Berjodoh, hehehe. Waktu mau absen log-in di kampus juga, biasanya itu fingerprint selalu bermasalah sama saya: nggak cukup sekali, padahal kalo orang lain yang log-in oke-oke aja. Alhamdulillah pagi tadi lancar jaya.

Beberapa jam setelah saya sampai di kampus, mas-mas tukang kunci datang ke rumah buat benerin gembok pagar. Ternyata gemboknya cuma seret aja karena kehujanan terus, jadi karatan. Dan masnya hanya menetesi gembok dengan minyak goreng kemudian dengan sekali putar, tadaa gemboknya terbuka. Nggak perlu digergaji, nggak perlu dirusak, hanya karatan saja. Betapa saya dan adik saya merasa hina menghabiskan 70 ribu rupiah untuk beberapa tetes minyak goreng -_- hahaha….

Tapi yasudahlah. Semuanya dibawa seneng aja, biar nanti jadi cerita πŸ˜€

#2

Kemarin saya pertama kali nyoba bikin ikan patin bumbu kuning, dan, enakkk hahaha seneeng πŸ˜€ selama saya eksperimen masak saya jadi belajar, bahwa memasak itu perlu dibiasakan, perlu keterampilan. Biar inget takaran bumbu-bumbunya seberapa, biar kalo ada yang kurang hari ini, bisa diperbaiki di kesempatan berikutnya. Soalnya saya selalu begitu. Biasanya di kesempatan pertama, rasanya masih kurang banget. Dicoba lagi, coba lagi, sambil diperbaiki di mana yang kurang. Kalo saya sih, biasanya di kesempatan ketiga baru pas πŸ˜† kalo baru pertama, bagi saya yang penting harumnya udah bener, warna dan teksturnya udah sesuai, berarti saya sudah berada di jalan yang benar πŸ˜† nah untuk yang ikan patin kemarin, baru pertama nyoba lha kok sudah enak, saya kan jadi seneng hahaha πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Saya jadi ngerasa memasak itu seru juga. Variasi sedikit bumbu saja sudah bisa menghasilkan masakan lain dengan rasa yang berbeda. Penambahan belimbing wuluh, pengurangan takaran bawang putih atau kunyit, misalnya, bisa menghasilkan menu masakan yang berbeda-beda. Daebak!

#3

Beberapa hari lalu, waktu lagi ada acara kumpul-kumpul dosen dan karyawan departemen Fisika, saya minta izin ke Pak Adri kalau semester depan mau ikut sit-in kelas Fisika Matematika beliau. Lha kok tanggapan beliau malah seperti ini πŸ˜†

β€œWah bagus itu, tapi nggak boleh kalo cuma sit-in saja, harus ngisi tutorialnya ya. Udah berapa tahun ini lho, nggak pernah ada tutorial lagi, nggak ada yang mau jadi asisten. Pusing saya. Mana cukup mata kuliah kayak fismat, inti, kalo berbekal jam kuliah saja. Sekalian kelas Fisika Inti saya, ya!”

Duh Pak… Saya ini minta sit-in karena merasa kurang mampu di kelas fismat, lha kok malah disuruh asistensi, ketambahan matkul horor fisika inti pisan πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜†

Yasudah, dibawa seneng dulu aja, pusing-pusingnya belakangan πŸ˜†

 

Iklan

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s