happy time · journey · salad days

My Korea Trip #3 (Day 1: Haeundae Beach, Dongbaeksom Island, Nurimaru APEC House)

Sekitar jam sebelas malam, Naili dan Zendhi pamit pulang, jadi untuk beberapa jam ke depan saya harus menunggu di bandara Taoyuan sendirian. Seperti biasa, untuk memenjara waktu, saya segera ngeluarin jurus ampuh yang selalu saya pake selagi menunggu: baca buku. Kalau tidak salah saya membaca What I Talked About When I Talk About Running-nya Murakami saat itu.

Saya menunggu tepat di bangku duduk di sebelah counter Jeju Air, jadi apa-apa yang terjadi di depan bisa terus saya pantau. Sekitar jam 1 dini hari, kerumunan mulai mengantri, tapi saya masih tetap duduk santai saja. Sekitar pukul setengah 2, ketika antrian mulai habis, saya menutup buku dan mendorong koper menuju konter, dan tanpa perlu mengantri lama, saya segera membereskan check-in dan menuju ruang tunggu. Di perjalanan, saya mampir tidur di prayer room karena saya masih punya sekitar satu jam sebelum boarding dan saat itu ngantuk banget. Jangan ditiru tapi ya, untungnya saat itu malam dini hari jadi di bandara sepi πŸ˜†

Singkat cerita, saya boarding. Saya meminta dan Alhamdulillah dapat kursi di sebelah jendela jadi bisa puas foto-foto sunrise πŸ˜€ beberapa saat setelah pesawat lepas landas, pramugari memberikan makan malam yang saya pesan. Saya tolah-toleh tapi nggak ada yang makan juga di sekitar saya (malah pada tidur semua!). Saya pesan menu vegetarian: isinya adaΒ  semangkuk rice noodles warna hijau (kayak mie ijo gitu tapi teksturnya seperti rice noodles), semangkuk salad buah (apel, pepaya, tomat ceri, jambu biji, dan anggur hijau), semangkuk salad sayuran (cacahan kol ungu, bawang bombay, dan selada), sekotak kecil tahu, beberapa saus, wasabi, dan salad dressing. Untung salad dressing-nya dipisah nggak langsung dicampur, soalnya saya nggak doyan mayones atau saus yang aneh-aneh gitu, jadi saya makan salad tanpa dressing, hehe. Rasanya? Sudah jelas tawar πŸ˜†

***

Pukul enam pagi, saya mendarat di Gimhae International Airport di Busan. Setelah mengambil bagasi, saya langsung melihat sekeliling, inginnya membeli simcard untuk smartphone saya. Sayangnya, convenience store di bandara tidak menjual simcard, dan tidak ada free wifi juga di bandara. Akhirnya saya segera keluar bandara dan jalan kaki menuju stasiun MRT terdekat. Sampai di stasiun, saya segera mengisi saldo pop card atau T-Card warisan dari Anggi (teman sekamar saya). T-Card ini semacam You-You Card (kalo di Taiwan) atau e-Money yang bisa diisi saldo dan digunakan untuk alat pembayaran transportasi massal di Korea.

tmoney-2
Pop card saya gambar Sally πŸ˜€
busan-subway-map
Busan Subway Map. Sebelum dan ketika ke mana-mana saya selalu mantengin ini buat memastikan saya berada di jalan yang benar πŸ˜€

Dari bandara Gimhae, kita perlu transit satu kali di Sasang untuk menuju Haeundae. Sebelum berangkat ke Busan, saya juga sudah mengunduh aplikasi Busan MRT Map untuk memudahkan perjalanan saya. Sesampainya di Haeundae Station, saya keluar stasiun. Saya agak kebingungan saat itu. Menurut petunjuk dan seingat saya ketika googling sebelumnya, hotel yang saya tuju hanya berjarak sekitar 500 – 700 meter dari stasiun. Tapi saya sama sekali tidak tahu di mana. Saya tidak bisa membuka google map karena tidak ada paket data. Sudah mencoba tanya orang sekitar, tapi pada menggeleng-gelengkan kepala. Saat itu belum terlalu ramai juga karena mungkin masih pagi. Akhirnya saya menuju deretan taksi.

Awalnya pak sopir taksi kurang yakin dengan alamat hotel yang saya tunjukkan. Benar saja, saya dibawa menuju tengah kota dengan gedung-gedung menjulang tinggi. Saya tahu kalo saya menuju arah yang salah. Ketika kemudian pak sopir berhenti, beliau menunjukkan sebuah hotel megah dengan nama yang mirip sekali dengan nama hotel yang saya tuju, tapi saya tahu bahwa bukan hotel itu. Akhirnya saya menunjukkan sekali lagi alamat hotel yang saya print dari bukti booking, dan setelah membacanya sekali lagi, pak sopir membawa saya ke alamat yang benar. Kami sama-sama tertawa begitu tiba di sana. Ternyata, hotelnya hanya berjarak tiga menit berjalan kaki dari stasiun πŸ˜† sedangkan saya terlanjur merogoh kocek sebesar 10.000 Won untuk mutar-mutar di tengah kota. Tak apalah πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Saya tiba terlalu pagi dan masih lama sebelum saya bisa check-in. Check-in diperbolehkan mulai jam tiga sore. Saya agak ragu sebenarnya, jadi saya memberanikan diri bertanya.

S: I know it is not the time for check-in yet, but can I keep my belongings here? I will go around and come back around 3 pm.

CS: Sure, you can come back at around 2 pm, so you don’t need to wait for too long.

S: (kesenengan) Thank you!

***

Pertama-tama, saya mampir ke convenience store untuk membeli simcard. Tapi setelah ke beberapa mini market, hasilnya nihil. Yasudahlah saya tidak akan pergi jauh-jauh, takut kesasar πŸ˜† saya membeli sebotol pocari sweat (harganya mahal banget! Tiga kali lipat di Taipei >.<) kemudian duduk di depan 7-11 karena ada free wifi-nya. Setelah membaca dan membalas beberapa pesan yang masuk, saya bersiap jalan-jalan lagi. Tak lupa saya mengabari orang-orang terdekat kalau saya belum punya simcard, jadi saya hanya bisa dihubungi kalo beruntung dapet free wifi XD

Tujuan pertama dan terdekat: Haeundae Beach.

Pagi itu terik sekali. Pagi musim panas di Busan dengan angin yang berhembus kencang. Haeundae Beach adalah pantai paling terkenal di Busan dan jadi ikonnya Busan juga. Masyarakat Korea di Seoul atau di kota lain seringkali ke Busan hanya untuk berlibur di pantai ini. Haeundae Beach memang tipikal pantai buat berlibur keluarga. Pantainya luaasss sekali, banyak tenda-tenda kecil, petugas pengawas pantai di sana-sini, menara pengawas yang cukup banyak, dan ombaknya juga tak terlalu besar. Karena saya tidak berniat dan memang tidak terlalu suka basah-basahan, saya hanya menyusuri pantai saja menuju lokasi selanjutnya: Dongbaeksom Island.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Ini dia Haeundae Beach yang terkenal itu! XD
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Di sekitar Haeundae Beach terdapat banyaakk sekali hotel dan apartemen yang dibangun.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
The Westin Chosun ini adalah hotel paling dekat yang terletak tepat di sebelah Haeundae Beach. Tapi saya nggak nginap di sini yaaa :p
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Banyak pelampung yang bebas dipakai di sekitar pantai.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Saya sukaaa sekali foto ini. Kebetulan dapet momen yang pas waktu menyusuri tepi pantai Haeundae. Whatever it takes, or how my heart breaks, i will be right here waiting for you~~~

Jalur menuju Dongbaeksom Island dari Haeundae Beach adalah hiking trail ringan berupa tangga-tangga kayu dan sesekali berbatu yang ditutupi pepohonan rindang seperti kebanyakan jalur hiking di Taiwan. Jadi silahkan membayangkan sendiri betapa menyenangkannya waktu itu bagi penggemar hiking seperti saya: matahari bersinar cerah, tapi di sekitar teduh sekali, dengan angin yang berhembus kencang, sejuk-adem πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Saya berjalan santai sekali dan banyak berhenti di bangku-bangku sepanjang jalur hiking. Selain buat foto-foto, memang saya sedang tidak terburu-buru. Saya bahkan harus membunuh waktu karena masih punya sekitar lima jam lagi sebelum bisa check-in! XD

Mermaid Statue
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Dongbaeksom Island sebenarnya bukan benar-benar pulau yang terpisah sendiri, tapi karena bentuk dan posisinya yang menjorok ke laut dan hampir seperti pulau sendiri, makanya disebut island.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Duduk-duduk di sini pewe sekali πŸ˜€
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Pemandangan yang bikin capek hilang πŸ˜€
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Haeundae Beach dilihat dari jalur hiking menuju Dongbaeksom Island.

Masih di jalur yang sama, kalau kita ikuti terus kita akan sampai ke Nurimaru APEC House. Bangunan ini sengaja dibangun sebagai ruang pertemuan dan perjamuan negara-negara APEC beberapa tahun lalu. Letaknya tepat di tepi pantai sehingga pemandangannya bagus sekali. Setelah melihat-lihat bagian dalamnya, saya menuju taman di sekitar APEC House. Banyak bangku-bangku taman dan di sana suasananya rindang sekali. Saya paling lama singgah di sini (istirahat, foto-foto, makan roti), mungkin sekitar tiga jam karena sinyal free wifi dari APEC House nyampe ke sini XD

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Nurimaru APEC House. Bagus banget kan? XD
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Saya ambil ini selagi duduk-duduk di taman sekitar APEC House.
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Ini juga πŸ˜€
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Jembatan yang terkenal di Busan, namanya Gwangan Bridge atau Gwangalli Bridge atau diamond bridge (julukannya). Diambil dari sekitar Nurimaru APEC House.

Lewat jam satu siang, saya mulai beranjak. Saya mengambil jalan lain untuk pulang ke hotel. Tak ada yang terlalu menarik di perjalanan pulang, selain kedai-kedai makanan di Haeundae mulai buka. Yang mengagetkan, ternyata ada banyak sekali restoran halal di Haeundae! Di dekat pantai saja, saya temukan empat restoran halal (tiga masakan India dan satu masakan Timur-Tengah) dan satu kedai penjual kebab halal. Saya senang sekali! Siang itu juga, saya mampir ke salah satunya (saya milih asal saja) dan memesan seporsi kari khas India (yang saya lupa namanya, tapi enak sekali). Harganya mahal, kalo dikonversikan sekitar NT$350 atau sekitar Rp140ribu satu kali makan πŸ˜† yasudahlah sesekali makan mewah, toh porsinya buanyak dan sama sekali tidak mengecewakan πŸ˜€

Jam dua saya kembali ke hotel dan dipersilakan masuk ke kamar. Kamar dan hotelnya memuaskan sekali! Saya ceritakan di postingan berikutnya yaaa sekalian promo dan rekomendasiin hotel buat menginap kalo pembaca ada yang pengen ke Busan πŸ˜€ setelah sampai di kamar, saya langsung beres-beres, bersih-bersih, dan santai-santai di kamar sampe malem. Malam makan apa? Popmie plus sosis! πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜†

(…bersambung)

Iklan

One thought on “My Korea Trip #3 (Day 1: Haeundae Beach, Dongbaeksom Island, Nurimaru APEC House)

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s