happy time · journey · salad days

My Korea Trip #2 (Days Before)

Harus saya akui kalo hari-hari jelang keberangkatan saya ke Korea adalah hari-hari penuh emosi. Pasalnya, beberapa hal terjadi bersamaan dan saya seperti dipaksa harus bisa mengatasi semuanya. Mungkin tidak kelihatan masalah banget kalo saya ceritain sekarang, karena sekarang saya aja kalo ngingat-ngingat masa itu jadi lucu sendiri, “Kenapa saya bisa segitu baper dan hebohnya saat itu ya…” 😆

Jadi ceritanyaa…

Sekitar seminggu sebelum keberangkatan, saya diberitahu oleh salah seorang senior saya kalo dana conference saya tidak bisa langsung cair sepulang saya dari Korea, melainkan harus menunggu setidaknya dua minggu, sedangkan saya udah harus pulang karena jatah tinggal saya di asrama kampus cuma sampe tanggal 31 Agustus! Kalo saya harus ngurus ini-itu lebih lama lagi, saya harus tinggal di mana dong >.< nyari tempat tinggal sementara di Taipei nggak semudah di Indonesia. Di Indonesia, terutama di kota-kota besar tidak sulit kita temui kos harian atau guesthouse dengan harga terjangkau. Taipei adalah ibukota sekaligus kota terbesar di Taiwan. Di kota metropolitan ini, biaya kamar hotel per malamnya menakjubkan sekali. Belum lagi kalo mau sewa rumah atau apartemen, harus deposit dulu minimal tiga bulan (kebanyakan enam bulan) yang nominalnya bervariasi antara 8 – 12 juta rupiah. Lah saya mau ngapain juga kan deposit tiga bulan -.- sewanya pun mahal, jadi nggak salah kalo saya panik banget saat itu >.< kalo sekarang sih tinggal ketawa-ketawa aja ngingatnya 😆

Belum ketemu solusi masalah itu, hari Kamis tanggal 18 Agustus sore (satu hari sebelum berangkat) saya dikabari oleh seorang teman (duh, saya sampe lupa siapa yang ngabari saking hectic-nya saat itu!) kalo almamater saya baru saja membuka lowongan dosen. Malamnya saya segera cek website-nya, dan ternyata benar. Tapi yang bikin saya hebring adalah, pengiriman berkas administrasi ditutup tanggal 26 Agustus 2016 saat saya masih di Korea. Itu artinya saya hanya punya setengah hari (yaitu besok) untuk menyiapkan semua berkas dan menitipkannya kepada Naili (adik kelas yang satu lab dengan saya) agar Naili bisa segera mengirimkannya via pos hari Senin tanggal 22 Agustus.

Hari Jumat tanggal 19 Agustus dimulailah segala keribetan itu. Karena pengiriman berkas ke Unair ini sifatnya urgent, maka saya mendedikasikan (halah) waktu-waktu terakhir yang saya punya untuk mengurusnya. Malem sebelumnya saya udah nulis surat lamaran dengan tangan dan meminta beberapa berkas yang tersimpan di rumah untuk di-scan kemudian adik saya kirimkan pada saya. Saya lupa berkas yang diperlukan apa aja, untungnya nggak ribet-ribet. Sorenya semua selesai, saya serahkan ke Naili, dan Naili akan mengirimkannya via pos hari Senin. Selesai. Sebenarnya masih ada sih beberapa peristiwa-peristiwa kecil yang cukup bikin saya kepikiran di minggu terakhir itu, tapi Alhamdulillah semuanya berakhir baik. Sore itu juga saya langsung nyelesaiin packing karena saya akan berangkat ke bandara Taoyuan malam itu, rencananya sekitar jam 10 malam. Ketika pamitan sama senior di lab yang tau banget daftar panjang hal-hal yang harus saya selesaikan sepulang saya dari Korea, mereka hanya berpesan:

“Udah, sekarang fokus dulu sama perjalananmu. Tampilkan yang terbaik di conference nanti. Jangan lupa juga senang-senang di sana. Lupain Taipei dulu seminggu!”

Roger that! 😄 😄 😄

Oya, saya emang bilang kalo saya berangkat tanggal 20 kan ya, tapi jadwal pesawat saya adalah pagi buta dini hari, take off dari Taoyuan International Airport di Taiwan sekitar jam 3 pagi dan landing di Gimhae International Airport di Busan jam 6 pagi 😀 dan karena saya pengen hemat anggaran, saya milih naik bus khusus bandara dari Taipei Main Station. Ongkosnya 10 kali lipat lebih murah daripada naksi dari kampus ke bandara! 😀 Jadi karena busnya hanya beroperasi sampe tengah malam, saya harus berangkat dari kampus sekitar jam 10 malam. Senangnya, saat itu saya ditemani oleh dua junior saya yang baik hati: Naili sebagai teman setia kesasar kalo jalan-jalan, dan Zendhi yang selalu mengisi loker saya dengan homemade cooking-nya 😄

55490

55491

Yap, yang merah itu koper yang saya pinjam dari Naili 😄 isinya apa aja? Saya cuma bawa sepasang baju resmi untuk presentasi, beberapa pasang baju tidur dan jalan-jalan (karena udah survey kalo di hotel bisa nyuci sendiri), banyak popmie untuk sarapan (saya bawa popmie karena di website disebutkan kalo hotelnya nggak nyediain sarapan – sedangkan bagi saya sarapan itu wajib, tapi ternyata nyediain simple breakfast berupa roti, telur rebus, dan jus jeruk sepuasnya). Zendhi juga ngebekalin saya dengan indomie, banyak sosis, dan snack. Jadi yaa separuh lebih koper saya isinya bekal makanan. Buat yang udah kenal saya, pasti maklum lah yaa 😆 😆 😆

(…bersambung)

Iklan

3 thoughts on “My Korea Trip #2 (Days Before)

  1. hehe.. dibalik keribetannya akhirnya sukses semua yang penting, Sep.
    kemarin kapann gitu lupa dikasih tau masnya, Septi dosen di fisika. seneng banget dengernyaa.. 😀 😀 Selamaaaattt.. 🙂

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s