happy time · journey · salad days

My Korea Trip #1 (Persiapan Keberangkatan)

Nggak lengkap rasanya kalo saya cuap-cuap iseng soal ini-itu tapi nggak ngebagi cerita soal perjalanan saya ke Korea dua bulan lalu. Tagline blog ini aja “mengalami lalu berbagi” kan ya. Jadi di postingan ini (dan insyaAllah akan ada lanjutannya *doakan saya istiqomah*) saya akan berbagi sedikit cerita tentang pengalaman solo traveling saya ke Busan, Korea Selatan. Nah untuk part yang pertama ini saya cerita dulu tentang latar belakang dan persiapan-persiapan sebelum keberangkatannya yaa… Soalnya ternyata setelah saya tulis, bagian ini jadinya cukup panjang 😀

Dua bulan lalu, tepatnya tanggal 20 – 27 Agustus 2016 saya berkesempatan mengunjungi kota terbesar kedua di Korea Selatan, yaitu Busan untuk menghadiri international conference sekaligus jalan-jalan. Gimana ceritanya? Jadi saya merasa (dan teman-teman di lab juga berpendapat serupa) hasil eksperimen saya selama hampir dua tahun di lab cukup bagus dan Profesor ingin memberi reward/hadiah kepada saya. Dan reward yang beliau berikan juga bukan sembarang reward namun sepaket yang isinya segudang pengalaman sekaligus bisa senang-senang: conference ke luar negeri!

Kenapa conference ke luar negeri disebut reward? Padahal banyak juga kan ya, lab-lab yang ngasih kesempatan mahasiswanya untuk mendapat peluang yang sama. Karena di lab saya, yang biasanya diizinkan untuk conference ke luar negeri adalah mahasiswa PhD minimal tahun ketiga atau postdoc. Hanya ada beberapa kasus yang amat sangat jarang mahasiswa master diberi kesempatan yang sama, alhasil saya seneng banget. Ditawari, pula. Alhamdulillah kerja keras selama hampir dua tahun kelihatan hasilnya 😀

Sekitar awal Maret, Prof. Lin (saya punya tiga professor pembimbing: Prof. Chen, Dr. Chen, dan Prof. Lin) mengirim email kepada saya secara pribadi yang isinya menawarkan kesempatan untuk men-submit abstrak ke 20th International Vacuum Congress (IVC-20). Seneng banget, akhir Maret abstrak yang sudah direvisi beberapa kali saya submit. Pengumuman penerimaan abstrak yang semula dijadwalkan awal Mei jadi mundur sampe pertengahan Juni. Selama masa penantian itu, senior-senior di lab udah pada ngingetin buat segera booking tiket pesawat dan hotel, tapi saya (yang emang dasarnya nggak pedean) bilang “Keterima aja belum ._.” dan langsung disahutin “Halah, pasti keterima, hasilmu lho bagus, dan Prof. Lin juga terkenal di vacuum society”. Tapi saya tetap urung booking apa-apa sampe pemberitahuan resminya diumumkan *bandel* 😆

Pertengahan Juni abstrak saya dinyatakan diterima untuk oral presentation (ini juga yang bikin seneng banget, siapa sangka belum Master aja udah dapet kesempatan buat oral presentation?) XD tapi karena awal Juli adalah jadwal untuk sidang tesis (oral defense) saya, maka saya udah bertekad untuk nggak nyiapin apa-apa dulu sampe sidang saya selesai. Fokus tesis, Bro! XD

Foto-foto setelah sidang 😀

s__2326543

Oke, singkat cerita, sidang saya berakhir dengan sempurna, segala hal terbaik yang bisa saya harapkan terjadi, alhamdulillah. Di minggu-minggu setelahnya, sambil ngerjain revisi yang nggak banyak, saya mulai research soal trip ke Busan. Saya install aplikasi Agoda dan TripAdvisor supaya bisa scrolling-scrolling di waktu luang, lihat-lihat hotel dan review pengunjung, juga biar tau seputaran Busan. Dua aplikasi itu berguna banget lho, masih saya pakai sampe sekarang, tapi Agoda saya ganti dengan Traveloka karena domisili saya sudah di dalam negeri sekarang, hehe. Oh iya, pembimbing saya yang lainnya, Prof. Chen, juga mengikuti conference yang sama dan berangkat bersama keluarganya. Saya ditawari berangkat bareng mereka tapi saya tolak dengan halus. Saya rasa alasan saya cukup kuat: saya nggak pengen ganggu liburan keluarga, saya lebih senang sendirian, dan memang solo traveling adalah mimpi saya sejak dulu! XD

Sedikit tips sebelum memulai traveling

Karena saya adalah tipe perencana banget, maka sudah sejak jauh hari saya memastikan segalanya berada dalam kendali. Saya cari dan catat lokasi conference kemudian mencari hotel dengan harga terjangkau namun tetap mudah diakses dengan transportasi umum. Saya pelajari sistem transportasi umum di Busan mulai dari MRT, bus kota, sampai kereta cepat (high speed rail). Saya juga searching-searching destinasi wisata di Busan dan seneng soalnya Busan ternyata punya banyaaakk banget tujuan wisata. Saya catetin juga semuanya dan saya klasifikasikan mana yang wajib didatangi dan mana yang boleh didatangi kalo ada waktu lebih. Mana yang jauh dari hotel saya dan bagaimana mencapainya dengan transportasi ke sana. Nggak lupa juga saya list restoran halal di Busan dan di tempat wisata mana aja kira-kira saya bisa makan (karena saya Muslim, jadi cuma bisa makan yang halal, vegetarian, atau seafood). Ini penting. Setidaknya dalam sehari kita harus mengunjungi lokasi yang ada tempat makannya. Jangan sampe seharian keliling ke lokasi-lokasi dan ternyata kita nggak bisa makan apa-apa di sana kecuali nasi kepal dingin atau kentang goreng frozen di convenience store (hehe sayangnya saya nggak doyan onigiri).

“Traveling is all about research!” (Me :p)

Untuk tiket pesawat, saya pilih yang low-fare aja (kalo di Indonesia, jasa penerbangan low-fare itu semacam Lion Air, Citilink, dan Air Asia) yang tarif bagasinya bisa kita beli dan tentukan sendiri. Semua ini tidak lain hanyalah demi penghematan anggaran. Karena menurut saya traveler yang baik adalah yang bisa memaksimalkan anggaran untuk mendapatkan kesan dan pengalaman yang baik, bukan sengaja soro-soro dan bikin segalanya nggak nyaman. Saya teliti banget soal budget, soalnya gimana-gimana saya masih mahasiswa yang ngandalin beasiswa buat biaya hidup, jadi harus hemat. Eh enggak sih, kalo udah jadi orang kaya juga nggak boleh boros ya. Hehehe…

Semua yang saya rencanain ini ada dalam notes kecil yang berisi itinerary saya. Itinerary adalah catatan rencana perjalanan. Buat yang berencana traveling sendirian atau berkelompok, tahap ini penting banget lho. Karena gimana-gimananya kita ketika sudah di lokasi tujuan, akan bergantung pada itinerary kita. Kalo memang kamu tipe spontan yang enggak banget sama planning dan semacamnya, ingatlah kamu tetap butuh itinerary dan perancanaan kalo kamu nggak pengen menghancurkan jalan-jalanmu. Nggak mungkin kan sampe sana kamu malah plonga-plongo? Dengan memiliki itinerary yang baik kamu juga bisa mengefisienkan waktu dan mengefektifkan jalan-jalanmu.

Susunlah itinerary yang baik demi keberhasilan travelingmu.

Oke. Tiket sudah di tangan. Saya menggunakan jasa penerbangan low-fare Jeju Air buat menghemat anggaran. PP Taipei – Busan saya banderol seharga NT$7.920 (sekitar tiga juta rupiah) plus makan on-board (menu vegetarian) dan bagasi 20 kg. Untuk hotel, pilihan saya jatuh pada Business Hotel Haeundae S berdasarkan tariff per malamnya yang terjangkau, review pengunjung dan rating Agoda atas kualitasnya yang terjamin. Dan saya nggak salah pilih! Saya bahas di postingan yang lain saja yaa sekalian promosi. Hotelnya memuaskan banget! Senaaang XD

Kamar saya rapi banget ya? Iyalah nggak ada isinya XD

s__2326541

(…bersambung)

Iklan

2 thoughts on “My Korea Trip #1 (Persiapan Keberangkatan)

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s