happy time

Pecah Piring dan Harvest Moon

#7 Your favorite childhood toys

Bola kasti. Dengan bola kasti, biasanya saya dan teman-teman masa kecil (Fitrah, Farhan, Wawan, Nanda, dll.) memainkan kasti atau pecah piring. Nggak tau deh anak-anak sekarang masih kenal sama permainan ini atau nggak. Pecah piring dimainkan dengan sebuah bola dan pecahan-pecahan piring atau keramik (atau lainnya) yang disusun menjadi menara (yang tidak terlalu tinggi). Kemudian satu orang yang kalah suit (hompimpa) menjadi penjaga sedangkan yang lain menjadi pemain. Salah seorang pemain memegang bola dan melempar bola menuju menara pecahan piring. Menara jatuh berantakan, pemain-pemain lari berhamburan dan si penjaga harus menyusunnya kembali sebelum si penjaga bisa mengejar dan menangkap pemain lainnya. Seru. Full lari-larian. Ini yang bikin saya seneng banget, habis main langsung keringetan deh πŸ˜† Kasti juga merupakan olahraga favorit saya di sekolah. Kalo guru olahraga bilang hari ini main kasti, saya pasti seneng banget πŸ˜†

Bola kasti adalah mainan favorit ketika saya masih liar-liarnya πŸ˜† setelah kelas 4 SD, saya mulai mengurangi main yang kecowok-cowokan (seperti main layangan, kejar-kejaran, dll.) dan di kelas 5 SD, ayah saya membelikan playstation. Berkenalanlah saya dengan Harvest Moon: Back to Nature πŸ˜† saya suka banget sama game satu ini. Soalnya, saya ini bukan tipe gamer banget dan selalu kalahan kalo diajak ngegame balapan, berantem, atau game sport πŸ˜† game yang saya pede yaa game-game RPG kayak Harvest Moon atau game-game petualangan, catur, puzzle, dan asah otak, haha.

Bertahun-tahun saya main Harvest Moon (sampe tamat SMA), nama player saya selalu Shinichi dan saya selalu menikahi Elli πŸ˜† kecuali kalo main curang pake game shark dan sifatnya sementara. Kenapa suka Harvest Moon? Entah, rasanya seru dan menarik aja. Banyak banget lho manfaat main HM ini. Di awal permainan, kita bakal dikasi kebun yang berantakan, dan dengannya kita harus membabat habis rumput-rumput liar. Awal main kita miskin nggak punya duit, kita harus pergi ke gua untuk menambang emas sampe pingsan-pingsan masuk rumah sakit. Kalo uang udah terkumpul sedikit, uang tersebut harus kita putar untuk berkebun dan beternak. Kita harus bisa manage uang untuk membeli bibit-bibit tanaman, menyiram dan merawatnya setiap hari, juga membeli dan merawat ayam. Kalo udah kaya dikit, bisa mulai beli sapi dan domba, sambil memenuhi kebun dengan tanaman yang bisa dipanen. Semua ini harus juga dibarengi dengan sosialisasi ke tetangga-tetangga dan naik turun bukit memetic bunga demi mengambil hati gadis idaman. Melatih manage waktu dan uang kan. Haha πŸ˜†

Terkadang cinta memang konyol. Demi membahagiakan gadis pujaannya, ia rela naik-turun gunung setiap hari hanya untuk mengambil beberapa kuntum bunga. πŸ˜†

Kalo udah kaya, kita bisa bikin dapur dan nyoba-nyoba resep sendiri. Kalo ngawur, ya gagal jadi makanan gosong. Kalo kebetulan pas bahan dan alatnya, jadi deh resepnya. Emang sih nggak bisa dipraktekin di dunia nyata juga, tapi dari situ juga saya tau bedanya sushi sama sashimi (jaman saya SD lho), juga jadi tau resep-resep yang nggak biasa :mrgreen: Kadang, ketika musim panas, ada badai/taifun. Kita juga harus berlatih sabar karena kalo lagi taifun, nggak bisa keluar rumah, jadi ternak-ternak bakal dipaksa puasa sehari, dan tanaman di kebun juga bakal tercerabut berantakan.

Yay, segitu aja. Begitulah masa kecil saya, kalian gimana? πŸ˜€

# day 7 of 30 days blog challenge #

characters

Iklan

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s