bookworm's

Harry Potter, Fisika Modern, dan Kumpulan Sajak

#5 A book you love

Banyak. Banget. Tapi jika menyempitkan definisi ‘love’ sebagai buku yang tak pernah bosan saya baca berulang kali dan masih ingin saya baca besok atau lusa, jawabannya akan lebih mudah. Ada tiga buku yang benar-benar saya suka: serial Harry Potter, Fisika Modern-nya Kenneth Krane, dan buku-buku kumpulan puisi saya.

Harry Potter; adalah masa kecil, masa remaja, dewasa, dan akan tetap menjadi masa tua saya. Seberapa lusuh pun set buku HP yang saya punya, saya pasti akan membacakan dan mewariskannya untuk anak-anak saya kelak. Saya ingin anak-anak saya tau bersama siapa ibu mereka bertumbuh. Pasti sudah puluhan kali saya membaca HP; kadang ketika kangen suatu adegan, saya bakal baca beberapa chapter saja, kadang pula ketika memang sedang senggang banget saya bakal marathon baca serial HP. Dan saya tak pernah bosan. Nggak akan pernah. Cinta mati soalnya 😆

Fisika modern-nya Kenneth Krane; adalah buku teks wajib saya semasa kuliah sarjana. Saking sukanya saya dengan mata kuliah ini, buku setebal 700-an halaman ini selalu tersedia di rak dan nggak pernah saya museumkan. Kalo sedang bosan dan pengen ada bacaan, buku ini juga salah satu pilihan pertama saya selain serial HP. Jadi ya mungkin sudah puluhan kali juga saya tidur-tiduran di sofa atau di tempat tidur, dengerin musik sambil namatin chapter-chapternya. This girl is quite nerd, eh?! Haha biarlah. Namanya juga suka banget.

Buku kumpulan puisi/sajak yang saya punya cukup banyak. Kenapa saya suka baca buku puisi berulang kali? Karena penafsiran saya terhadap puisi yang saya baca bisa berubah-ubah; bisa jadi tergantung suasana hati, tergantung apa yang sedang berkembang saat ini, bisa juga tergantung cuaca di luar. Puisi kan membebaskan pembaca untuk menafsirkannya sendiri, jadinya saya nggak pernah bosen. Karena itulah saya senang ketika imajinasi saya melanglang-buana ke sana kemari. Beberapa buku kumpulan puisi yang sudah sering saya baca adalah Baju Bulan-nya Jokpin, Doa untuk Anak Cucu-nya WSR, karya-karyanya Taufik Ismail, Aan Mansyur, Sapardi, Andi Gunawan, dll masih banyak lagi.

Untuk fotonya, saya ambilkan buku yang terakhir saya baca hari ini ya: Melipat Jarak-nya Sapardi Djoko Damono 😀

# day 5 of 30 days blog challenge #

s__1810434

4 thoughts on “Harry Potter, Fisika Modern, dan Kumpulan Sajak

  1. Aku setuju alasan kenapa punya banyak buku kumpulan sajak. Rasanya, tiap baca ulang bisa beda maknanya 😀
    Ambrosia, karya Lulabi, loh Sep. Bagus. Dia buat sendiri, dicetak sendiri, diedarkan sendiri.

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s