salad days · uncategorized

Heru

#4 Write about your closest friend(s)

Tidak banyak teman dekat yang saya punya, maka tidak sulit pula bagi saya untuk memilih salah satu yang paling dekat.

Namanya Heru.

Saya pertama kali mengenal Heru karena sekelas ketika SMP kelas satu. Kemudian kelas dua kami terpisah, dan baru sekelas lagi saat kelas tiga SMP. Setelahnya, kami tidak pernah sekelas lagi ketika SMA, meskipun kami tetap dekat, terutama karena ketika kelas tiga SMP orangtua saya pindah rumah ke dekat rumahnya, hanya beda lorong saja.

Ketika saya pikir-pikir sekarang, saya juga bingung apa yang bisa membuat kami cocok satu sama lain. Saya suka baca buku, Heru tidak terlalu. Saya pendiam (yang harusnya cocok sama orang yang nggak pendiam), tapi Heru juga cenderung pendiam. Tapi anehnya, kalo udah curhat-curhatan, kami bisa make telepon berjam-jam (untungnya telepon di rumah saya gratis, hehe) entah itu curhat masalah cewek yang dia taksir, nerawang-nerawang bakal ada peristiwa apa di chapter Naruto minggu depan, atau mbahas PR fisika yang ujung-ujungnya malah eyel-eyelan metode siapa yang bener πŸ˜† Seingat saya, Heru ini (dulu, gatau sekarang) nggak bisa banget jomlo, nggak betah πŸ˜† adaaa aja cewek yang ditaksir dan dideketin, tapi bukan playboy juga sih. Dan saya, tetap setia sebagai telinganya.

Heru anaknya baik banget. Baiikkk banget. Heru ada keturunan jawanya, tapi dia jauh lebih nerimaan ketimbang saya yang keras kepala. Kadang pasrahnya dia bikin gemes. Sampe-sampe kalo saya perhatiin dia jadi salah satu wajah tertindas kalo di kelas. Bukan, bukan bullying beneran kok, cuma tataran guyon aja, selalu jadi korban guyon gitu. Setelah saya dan keluarga pindah ke rumah yang lebih besar di dekat rumahnya, kami makin dekat. Heru sering ke rumah buat pinjem-pinjem catetan atau jas lab, nyontek tugas sekolah, minta film, atau balikin komik. Bahkan ketika SMA dan kami nggak pernah sekelas lagi, kebiasaan itu tetap berlanjut. Tetangga depan rumah yang juga teman sekelas saya, Irul, sampe hafal kalo si Heru ini yang paling sering main ke rumah saya. Ya, selain Hanny dan Suci, tentunya, dua sahabat saya yang lain. Saya dan Heru murni sahabatan doang, saya nggak pernah memandangnya lebih dari itu, Heru juga demikian. Heru ini juga punya dua macam panggilan buat saya, kadang β€˜Mbak’, kadang β€˜Sep’, kadang campuran keduanya β€˜Mbak Sep’ padahal tuaan dia ke mana-mana -.-

Pertemanan kami mulai merenggang ketika kelas tiga SMA, ketika kami mulai sibuk dengan ujian masing-masing. Untuk cerita saja, selama kelas tiga SMA, sekolah saya mengharuskan siswanya ikut bimbel tambahan. Jadi ya, masuk sekolah jam 7.30 pagi, pulang jam 5.30 sore, itu pun masih dilanjut dengan bimbel mulai jam 8 sampai 11 malam. Warbiyasa kan…

Ketika kami berdua sama-sama diterima di FK USU, Heru salah satu yang seneng banget karena nggak nyangka kalo kami bakal bisa barengan lagi. Dan, Heru juga termasuk yang kecewa banget karena saya lebih memilih untuk tidak membersamainya dan kuliah MIPA nun jauh di Surabaya. Jarak dan kesibukan semakin memisahkan kami, hingga akhirnya kami nggak pernah curhat-curhatan lagi. Sampai sekarang.

Terakhir saya berkomunikasi dengannya sekitar 4 – 5 bulan lalu, Heru meminta pertolongan saya yang berkaitan dengan pengabdiannya. Kami tak sempat banyak bertukar kabar dan cerita saat itu, karena saya juga membantunya di tengah-tengah keriuhan saya dengan eksperimen di lab dan tesis yang sedang saya tulis, dan dia juga dengan proses pengabdiannya sebagai seorang dokter muda.

Apa kabarmu, Ru? Maap ya aku nulis aib-aib masa lalumu πŸ˜† Semoga kamu menjadi dokter yang baik bagi pasien-pasienmu dan pribadi yang dicintai orang-orang di sekitarmu. Salam, si β€˜master Sep’ kurus kacamataan teman teleponanmu dulu :mrgreen: aku beneran udah master lho sekarang πŸ˜†

# day 4 of 30 days blog challenge #

dsc06030
Heru yang mana? Sayang sekali nggak ada di foto XD
Iklan

One thought on “Heru

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s