journey

Hiking di Caoling Historic Trail (草嶺古道)

Jika kita hanya punya beberapa hari untuk menjelajah Taiwan dan hanya sempat hiking satu kali, Caoling Historic Trail-lah yang harus kita kunjungi, menurut saya :mrgreen:

Taiwan membuat saya keranjingan hiking. Banyaaak sekali hiking trail yang mudah diakses bahkan dari pusat kota Taipei. Dan salah satu hiking trail terindah dari beberapa hiking trail yang pernah saya coba adalah Caoling Historic Trail di Toucheng Township, Yilan County yang berjarak kira-kira dua jam dari Taipei. Pada artikel ini akan saya bahas sedetail-detailnya bagaimana caranya ke sana sekaligus beberapa tips berdasarkan perjalanan saya.

Tips: Naiklah local train dari Taipei Main Station menuju Dali. Bisa dengan local train jurusan timur (eastbound) menuju Su’ao atau Yilan atau Hualien, ongkosnya cuma NT$85. Total waktu perjalanan hampir dua jam.

Saya berangkat dari kampus sekitar pukul 08.30 dan jadwal kereta ke Su’ao adalah pukul 09.25 (tiba di Dali pukul 11.13). Caoling histroric trail menghubungkan Dali dengan Fulong. Jadi sebenarnya kalau kita memulai hiking dari Fulong dan berakhir di Dali bisa juga sih, cuma ada dua keuntungan memulai pendakian dari Dali dan berakhir di Fulong. Pertama, petunjuk jalan menuju jalur pendakian lebih mudah ditemukan di Dali daripada di Fulong. Untuk menuju Caoling trail dari Fulong agak ribet dan membingungkan. Kedua, jika memulai dari Dali, kita bisa beristirahat selesai hiking di pantai Fulong sambil main-main dan menikmati senja.

Dari Dali ke Fulong :D
Dari Dali ke Fulong 😀

Tips: bawalah bekal makanan dan minuman yang cukup, jika perlu kotak makan siang sekalian. Kesalahan saya adalah berasumsi kalau Dali station itu seperti Fulong station yang keluar stasiun langsung ada 7-11. Ternyata tidak, Saudara-saudara! Selain Fulong station, stasiun-stasiun lainnya itu terpencil dan ndesoo banget. Nggak ada mini market, nggak ada toko, bahkan nemu penduduk setempat aja jarang ._.

Melihat kereta selalu berhenti di stasiun-stasiun terpencil yang kanan-kiri sawah atau tebing atau hutan, saya mulai agak panik. Pasalnya saya hanya membawa satu botol penuh air minum dan berbekal sepotong roti sebelum berangkat. Saya tidak bawa makanan, padahal saya gampang lapar 😥 *apasih* tapi melewati Fulong, pemandangan sekitar mulai mengalihkan perhatian saya. Kereta melaju tepat di samping pantai timur laut (eastcoast) Taiwan dengan bebatuan besar-besar dan bau-baunya khas pantai banget! Asin-asin segar gimana gitu :mrgreen:

Caoling Historic Trail Map - ada di hampir setiap titik. Kadang-kadang membuatmu berpikir "duh, baru sampe sini ya" ketika lagi capek-capeknya, dan kadang-kadang "yee sudah sampai sini" ketika lagi senang-senangnya :D
Caoling Historic Trail Map – ada di hampir setiap titik. Kadang-kadang membuatmu berpikir “duh, baru sampe sini ya” ketika lagi capek-capeknya, dan kadang-kadang “yee sudah sampai sini” ketika lagi senang-senangnya 😀

Oke, kembali ke cerita. Sesampainya saya di stasiun Dali, waktu tepat menunjukkan pukul 11.13 (sesuai jadwal) dan begitu keluar stasiun langsung ada penunjuk arah menuju hiking trail.

IMG_2784[1]

Jalur masuk trail berada tepat di belakang Dali Tiangong Temple. Jarak dari stasiun ke temple hanya sekitar lima menit berjalan kaki. Temple ini cukup besar dan indah, jadi tidak ada salahnya kita singgah dan lihat-lihat di sini dulu. Waktu saya sampai di sana, kondisi cukup ramai (sekitar 20-an orang) sedang menikmati kotak makan siang. Mungkin baru selesai hiking kali ya *sotoy* Dali Tiangong Temple ini menghadap ke laut dan letaknya agak tinggi di kaki bukit, jadi beristirahat di sini sambil menikmati pemandangan rasanya asik juga.

Dali Tiangong Temple
Dali Tiangong Temple

Perjalanan benar-benar saya mulai pukul 11.30, dan selama satu setengah jam setelahnya yang akan kita temukan adalah tangga-tangga dengan sudut elevasi lebih dari 45 derajat, karena yah kita mulai dari pesisir pantai dan mau sampai ke puncak bukit. Jadi ya naik-naik aja terus.

Begitu keluar Temple, jalur yang akan kita temukan seperti ini, kemudian baru mulai bertangga-tangga.
Begitu keluar Temple, jalur yang akan kita temukan seperti ini, kemudian baru mulai bertangga-tangga.
Baru separuh perjalanan menuju puncak!
Baru separuh perjalanan menuju puncak!

Di Wukou, jalur akan terbagi menjadi dua: satu ke Taouyuan Valley trail dan satunya tetap Caoling trail (menuju Fulong). Jujur waktu saya browsing-browsing, saya nggak nemu tentang Taoyuan Valley. Tapi dari Wukou, Taoyuan Valley masih berjarak 4.5 km dengan pemandangan yang bagus banget. Ada paviliun di puncak bukit dan bertangga-tangga menujunya. Mirip kayak di Bitou gitu kayaknya (soalnya saya juga belum pernah ke Bitou).

IMG_2810[1]
Jalur menuju Taoyuan Valley

Akhirnya saya berhenti sebentar di Wukou. Rencana awal saya adalah menamatkan Caoling historic trail sampai ke Fulong, bukan ke Taoyuan Valley. Bisa aja sih ke Taoyuan Valley tapi perjalanan pulang-perginya sendiri (dari Wukou) aja udah 9 km, sedangkan dari Wukou ke Fulong masih ada sekitaran 6 km lagi. Ditambah saya tidak punya bekal makanan (orang-orang di sekitar pada makan pientang semua, hiks bikin pengen), akhirnya saya memutuskan tetap pada rencana awal: namatin Caoling trail ke Fulong. Taouyuan Valley-nya lain kali aja ya :’)

Jalur menuju Fulong
Jalur menuju Fulong

Hampir semua orang di Wukou melanjutkan perjalanan menuju Taoyuan Valley, dan hanya saya serta seorang bapak-bapak berkamera besar yang memilih jalur ke Fulong.

Tips: sepertinya akan sangat bagus jika ke sini di musim gugur (Fall) karena akan banyak ilalang (silver grass) di sekitar jalur. Sebagai penggemar ilalang, saya agak menyesali kenapa saya baru ke sana kemarin ketika ilalangnya nyaris tidak ada :’) Karena “bulu matamu, padang ilalang” adalah salah satu puisi favorit saya :mrgreen:

Mulai dari sini, jalurnya menurun. Ada sungai kecil di sepanjang jalan jadi jangan khawatir kehabisan air minum, tinggal isi ulang aja 😆 serius, airnya jernih dan segar. Saya udah mencoba minum beberapa teguk dan alhamdulillah sampai sekarang nggak sakit perut tuh :mrgreen:

IMG_2829[1]

Tips: lepaskan earphone-mu. Saya hampir tidak pernah mendengarkan musik selama hiking, karena suara-suara alam terlalu berharga untuk dilewatkan. Di Caoling trail, akan selalu ada suara debur air karena jalur hiking-nya bersebelahan dengan sungai. Selain itu ada juga suara kodok yang katanya adalah spesies endemik Taiwan.

IMG_2836[1]

Tiger inscription
Tiger inscription

Tips: pakailah sepatu yang nyaman dan aman. Seperti kebanyakan hiking trail di Taiwan, jalur di Caoling juga sebagian besar berbatu dan akan sangat licin di musim penghujan. Saat saya hiking kemarin, cuaca cukup cerah dan panas, namun berhari-hari sebelumnya hujan terus, sehingga jalur menjadi cukup licin.

"Boldly Quell the Wild Mists Inscription" the largest stone inscription in Taiwan
“Boldly Quell the Wild Mists Inscription” the largest stone inscription in Taiwan

Jika dari Dali Tiangong Temple saya menemui banyak orang yang berangkat menuju ke arah yang sama (kemungkinan besar menuju Taoyuan Valley), mulai dari Wukou ke Fulong, saya tidak menemui teman searah selain bapak-bapak tadi. Namun, karena hampir setiap hiker yang berpapasan dengan saya, menyemangati “jia you!” jadi rasanya tak pernah sepi. Menyenangkan juga ketika beberapa menanyakan “sendirian kah?” dalam Bahasa Inggris ataupun Mandarin, kemudian memberikan jempolnya sambil menyemangati saya. Bahkan ada seorang bapak-bapak yang khawatir dengan saya dan menanyakan dalam Bahasa Inggris yang terbatas, “benar kan kamu tau jalannya?” dan saya hanya menjawab “iya, jangan khawatir,” :mrgreen:

Semangat, Bapak!
Semangat, Bapak!

Tips: sediakanlah koin recehan. Di beberapa titik, akan ada mesin penjual minuman otomatis. Kesalahan saya (lagi) adalah, saya menghabiskan uang receh untuk membeli roti. Dan ketika air minum di botol saya sudah habis, sepanjang perjalanan saya hanya berharap akan ada vending machine. Namun betapa kecewanya saya (dan merasa ceroboh juga) ketika akhirnya nemu vending machine dan di dompet hanya ada dua koin 1 NT-an -_- ini jugalah yang membuat saya isi ulang pake air sungai v^.^

*tolah-toleh nggak ada orang* Waktunya isi ulang!
*tolah-toleh nggak ada orang* Waktunya isi ulang! 😀
IMG_2846[1]
Layaknya iklan sirup di bulan ramadhan, ngeliatnya aja udah seger :9
Kalo capek, istirahat dulu sambil main air :D
Kalo capek, istirahat dulu sambil main air 😀

Hiking trail akan berakhir di Yuangwangkeng Bridge. Setelahnya, jalan menjadi agak membingungkan karena adanya jalanan aspal. Akhirnya saya menyusuri jalanan aspal menuju Fulong station. Tak jarang ada taksi memperlambat lajunya ketika melihat saya untuk menawari jasa. Saya hanya bilang tidak sambil berpikir, “oh ada taksi, amaann” :mrgreen: Orang-orang di kendaraan pun memandangi saya heran. Mungkin dikiranya saya ini orang asing kesasar sendirian kali ya 😆

Akan ada banyak penunjuk arah seperti ini, jadi nggak perlu khawatir kesasar. Nih, buktinya saya bisa kembali dengan selamat :p
Akan ada banyak penunjuk arah seperti ini, jadi nggak perlu khawatir kesasar. Nih, buktinya saya bisa kembali dengan selamat :p

Tips: jangan sembarangan pegang-pegang! Saya memiliki kebiasaan menyentuh sesuatu ketika berjalan, seperti menyentuh dinding stasiun MRT yang dingin, daun-daun, ranting-ranting pepohonan, dsb. Karena suka aja sih. Mungkin bakal beda kalau udah ada lengan buat digelayuti *eh* *ups* 😆 Namun sewaktu hiking, saya tak sengaja menyentuh ulat bulu di ranting pohon dan pagar jembatan! Iya, dua kali ._. Sayanya langsung kaget soalnya ngerasa kok ada yang aneh dengan morfologi ranting dan pagar jembatan, ternyata ulat warna-warni berbulu dan berduri >.< panik, saya langsung lari ke pinggir sungai dan membasuh tangan. Bermenit setelahnya, saya hanya berharap telapak tangan saya nggak merah-merah dan bentol-bentol. Untunglah, tangan saya nggak kenapa-napa :mrgreen:

Jalannya lebar tapi sepiii banget. Tapi selama ada orang lewat, aman lah ya :p
Jalannya lebar tapi sepiii banget. Tapi selama ada orang lewat, aman lah ya :p

Dari Yuanwangkeng ke Fulong, saya menempuhnya sekitar 30 menit berjalan kaki. Sesampai di Fulong, saya langsung menunaikan kebutuhan akan air dan makanan 😆 sambil memikirkan rencana selanjutnya. Mengakhiri hiking dengan bersantai menikmati senja di Fulong adalah rencana yang bagus, namun Fulong terlalu ramai buat saya *njaluk dikeplak* akhirnya saya memutuskan untuk kembali ke arah Dali dan turun di Shicheng station. Dari yang sempat saya lihat, Shicheng juga punya pantai yang bagus, dan, sepi :mrgreen: ini nih yang penting 😆

Sayangnya, ketika menunggu kereta menuju Dali, cuaca mendadak berubah total di Fulong: petir dan hujan deras. Tanpa kecewa, saya memutuskan untuk kembali ke Taipei dengan kereta pukul 16.07 jurusan utara (northbound) dengan tujuan akhir Yingge, dengan harapan sampai di Taipei mbak Yos-nya (toko yang menjual makanan indo) masih buka 😆

Dan begitulah hiking saya kali ini berakhiirrr \(^o^)/

Caoling Historic Trail
Caoling Historic Trail

p.s.: For the so many people who asked me why I go alone (including the hikers I met yesterday), my answer is “I just want to”. Some people might show that they pity me, or, worry about me – no, you don’t need to. I’m totally okay. I’m not lonely, and I’m not broken hearted 😆 and yes, I really mean it, I just want to go alone. This is how I recharge myself.

Caoling/Tsaoling Historic Trail (草嶺古道), Yilan County

9 km, 3 – 4 hours

Location: Take the TRA to Dali

Semoga bermanfaat! 😄 😄 😄

Iklan

2 thoughts on “Hiking di Caoling Historic Trail (草嶺古道)

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s