senandika

Berjuang Melawan Diri Sendiri

Perjuangan yang paling berat adalah berjuang melawan diri kita sendiri.

Menghapus rasa malas pada diri orang lain pasti tak mudah, tapi lebih tak mudah membuang rasa malas pada diri kita sendiri. Tak mudah karena bahkan kita sendiri ingin bermalas-malasan.

Membimbing orang lain untuk berubah juga bukan perkara mudah, tapi lebih tak mudah lagi memerintahkan diri kita sendiri untuk berubah. Tak mudah karena bahkan diri kita sendiri ingin tetap pada keadaan yang seperti ini.

Perjuangan paling berat adalah berjuang melawan diri kita sendiri.

Memengaruhi orang lain untuk mengubah cita-citanya bukan soal mudah, tapi lebih tak mudah lagi melupakan cita-cita kita sendiri untuk beralih pada yang lain. Tak mudah karena bahkan diri kita sendiri tak sudi berpaling.

Menasehati teman terdekat untuk segera move on pasti membutuhkan waktu lama dan tak mudah, tapi lebih tak mudah lagi untuk meminta diri kita sendiri move on. Tak mudah karena justru kenangan-kenangan akan berhamburan keluar ketika kita berusaha memaksakan diri untuk lupa.

IMG_1123

Perjuangan paling berat adalah berjuang melawan diri kita sendiri. Karena jika bukan oleh diri kita sendiri, lantas siapa?

Mengubur harapan, cita-cita, mimpi, keinginan, dan kesenangan yang sudah berakar sejak lama bukanlah perkara mudah. Mengganti semuanya dengan sesuatu hal yang sama sekali tak pernah terbersit dalam pikiran kita terdahulu, dengan satu-satunya penyemangat adalah demi tujuan yang lebih baik, bukanlah perkara mudah. Terlebih instan. Mustahil.

Keduanya membutuhkan waktu yang panjang dan kebulatan tekad yang tidak main-main. Perasaan-perasaan yang kian kikis, tangis dan berontak-berontak terpendam, kemudian kamu tersadar bahwa hatimu menjadi semakin rapuh setiap harinya. Tapi kamu tetap percaya, atau setidaknya, berusaha percaya: bahwa semuanya demi sesuatu yang lebih baik. For the greater good, young Dumbledore said.

Perjuangan paling berat adalah ketika kita berjuang melawan diri kita sendiri, karena bahkan diri kita sendiri pun tidak – mungkin, belum – mendukung apa yang ingin kita lakukan.

Ada yang harus kita hadapi setiap harinya: badai dan hujan diam-diam.

Ada yang harus kita padamkan setiap waktunya: keraguan yang menyala-nyala.

Perjuangan paling berat adalah ketika melawan diri kita sendiri, karena sebagian diri kita membenci apa yang menjadi pilihan kita dan ingin sekali lari darinya.

Ada yang harus saya bangun setiap detiknya: kepercayaan dan keyakinan.

Lantas seseorang masih berkata, saya tidak memperjuangkan apa-apa?

Iklan

2 thoughts on “Berjuang Melawan Diri Sendiri

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s