sky of words

Satu Banding Sejuta

Seberapa besar peluang perjumpaan spontan? Bertemu dengan seseorang yang kamu kenal, secara tidak sengaja, di kota yang sangat jauh dari negaramu?

Satu banding sejuta.

***

Chinese New Year. Libur seminggu penuh. Sudah dua hari saya habiskan untuk berkeliling kota sendirian. Sekarang hari ketiga dan tema saya masih sama: exploring Taipei.

Di Minquan W. Rd. MRT Station saya bertemu dengannya. Dia sedang duduk menengadah dan saya baru turun dari kereta, tepat di depannya. Apa yang terjadi berikutnya benar-benar seperti drama korea.

“Sena?”

“Septia…”

“Wah… Ingat aku? Kamu sekolah di sini juga?”

“Nggak, aku… Liburan ke sini.”

“Oh, liburan… Mau ke mana?”

“Nggak tau…”

“Kok, nggak tau?”

“Aku dari indo, Sep…”

“Hah?”

“Sendirian…”

“Hah?”

“Hapeku jatuh ke gorong-gorong saluran air…”

“…..”

“…dan aku sedang memikirkan apa yang harus aku lakukan setelah ini…”

“…..”

“…lalu kamu datang. Haha, nggak keren banget ya hape jatuh ke saluran air. Bukan kecopetan bukan kelindes mobil.”

“…..”

“Sep?”

“Haha, sorry sorry. Aku masih kaget aja yang kayak gini bisa kejadian di dunia nyata.”

***

Dan begitulah, saya menghabiskan seharian bersama Sena, seseorang yang saya kenal sebelas tahun lalu selama satu minggu saya mengikuti olimpiade fisika di Jakarta. Setelahnya, kami tidak pernah bertemu lagi meski sempat menjalin komunikasi. Beberapa bulan setelahnya, seperti yang biasa terjadi, komunikasi mulai hilang-timbul sebelum akhirnya hilang sama sekali. Saya kuliah di Surabaya, dia di Bandung. Kami berteman di Facebook, dan interaksi kami hanya sebatas meninggalkan “like” di postingan masing-masing. Itu saja.

Sep, aku udah di hotel. Hehe, makasih untuk hari ini.

Mm, Sep… Sebenarnya aku ke Taiwan buat ketemu kamu. Aku tau kamu kuliah di NTUST, dan aku tau kamu tinggal di asrama kampus dari postingan blogmu. Tapi begitu hapeku jatuh, aku kebingungan. Semua informasi aku simpan di sana: alamat kampusmu, itinerary-ku, kontakmu, semuanya. Hari ini memang nggak berjalan seperti rencanaku, tapi aku senang.

Makasih udah bersedia mengikutsertakan aku ke agenda jalan-jalanmu, padahal kamu lebih suka sendirian. Makasih juga udah nemenin beli hape darurat ini. Makasih banyak…

Read.

Oya, ada banyak hal yang ternyata nggak berani aku ungkapkan langsung ke kamu. Seperti yang udah sempat aku ceritakan tadi, Fall nanti aku bakal jadi maba di NTHU. Kamu yakin nggak pengen ngelanjut Ph.D juga? Hehe…

Read.

Sep…? Sorry. Aku bukan stalking-in kamu dengan niat nggak baik. Haha gimana jelasinnya ya…

Read.

Intinya aku serius, Sep. Udah gitu aja. Maap bikin kamu kaget terus seharian.

clock

***

Saya tak habis pikir. Saya tak habis pikir! Arghh… Mungkin setelah ini seharusnya saya menulis skrip drama dan mengirimkannya secara anonim ke salah satu stasiun televisi saja buat difilmkan.

*sumber gambar: di sini

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s