science world

Gamelan: Dari Indonesia kepada Semesta

Friends of space, how are you all? Have you eaten yet? Come visit us if you have time.” – Margaret Sook Ching, Voyager Golden Record

Voyager. Itu merupakan nama sebuah pesawat ruang angkasa tanpa awak yang diluncurkan pada tahun 1977 yang tugas utamanya adalah menyelidiki planet Jupiter dan Saturnus. Namun, dua pesawat ini masih melanjutkan petualangan mereka di luar angkasa. Saat ini, keduanya telah melewati sabuk Kuiper dan sedang mengembara di ruang interstellar. Voyager 1 dan 2 masih bisa mengirimkan data satelit ke bumi diperkirakan hingga tahun 2020. Setelahnya, mereka berdua akan tetap menjelajah semesta namun tidak bisa berkomunikasi lagi dengan bumi. Voyager 1 akan menuju bintang katai Gliese 445 di konstelasi Camelopardalis sedangkan Voyager 2 akan menuju Sirius, bintang paling terang di langit malam.

Tapi bukan itu yang mau saya ceritakan.

Voyager 1 dan 2 membawa sebuah piringan emas berisi pesan dari manusia di bumi kepada semesta. Maksud saya, benar-benar piringan emas berisi rekaman pesan. Rekaman pesan ini dapat diputar jika ada peradaban cerdas yang mampu memecahkan kode untuk membukanya. Tenang, petunjuk untuk memecahkan kodenya terpahat (iya, terpahat) di bagian luar piringan kok. Tujuan disertakannya rekaman ini adalah untuk mengabarkan “Ini lho, ada manusia di bumi!” Yah, semacam salam perkenalan lah kepada makhuk extraterrestrial.

Rekaman emas voyager ini semacam pesan dalam botol dari kita kepada semesta.

Ada 116 gambar; struktur tata surya, DNA, anatomi tubuh manusia, proses reproduksi hingga kelahiran, serta pemandangan bumi mulai dari seperti apa rupa swalayan sampai tembok besar Cina.

Kemudian ada rekaman suara; salam dari 55 bahasa manusia (kita tidak berharap alien cuma bisa bahasa Inggris, kan? Atau, Korea? :p), tangis bayi, aum singa, kekeh gajah (errr gajah mengekeh, ya?), dan lain-lain yang ke semuanya mewakili suara-suara bumi.

Dan ini dia…musik! Ada 27 daftar lagu yang termasuk dalam rekaman emas Voyager, dan salah satunya adalah gamelan dari Indonesia! \(^o^)/

Berikut daftar lengkap The 1977 Playlist:

  1. Brandenburg Concerto No. 2 in F – First Movement, Bach
  2. Kinds of Flowers – Court Gamelan, Java
  3. Percussion – Senegal
  4. Pygmy girls’ initiation song – Zaire
  5. Morning Star & Devil Bird – Aborigine songs, Australia
  6. El Cascabel – Mexico
  7. Johnny B. Goode – Chuck Berry
  8. Men’s House Song – New Guinea
  9. Tsuru No Sugomori – Shakuhachi, Japan
  10. Gavotte en rondeaux – Partita No. 3, Bach
  11. Queen of the Night Aria, no. 14 – The Magic Flute, Mozart
  12. Tchakrulo – Chorus, Georgian S.S.R.
  13. Panpipes & Drum – Peru
  14. Melancholy Blues – Louis Armstrong
  15. Bagpipes – Azerbaijan S.S.R.
  16. Rite of Spring – Stravinsky
  17. The Well-Tempered Clavier – Book 2, Bach
  18. Fifth Symphony – Beethoven
  19. Izlel je Delvo Hagdutin – Bulgaria
  20. Night Chant – Navajo Indians
  21. The Fairie Round – Holborne, Paueans, Galliards, Almains and Other Short Aeirs
  22. Panpipes – Solomon Islands
  23. Wedding Song – Peru
  24. Flowing Streams – Ch’in, China
  25. Jaat Kahan Ho – Raga, India
  26. Dark was the Night – Blind Willie Johnson
  27. String Quartet no. 13 in B Flat – Beethoven

Kalau ingin mendengar seperti apa sih gamelan jawa yang ada di rekaman Voyager, silakan klik tautan Youtube di bawah ini:

Sebenarnya cerita tentang rekaman emas Voyager ini sudah pernah saya dapatkan di salah satu episode dalam serial Cosmos: A Spacetime Odyssey-nya National Geographic yang dipandu oleh astrofisikawan yang kece badai yaitu Neil deGrasse Tyson. Tapi di episode tersebut, deGrasse Tyson lebih membahas tentang cover luar piringan emas yang berisi pesan berupa gambar dan diagram sebagai petunjuk untuk membuka rekaman. Ini juga menarik lho! Ah tapi kapan-kapan saja saya cerita lagi :mrgreen:

Nah, sekarang saya sedang membaca Human Universe-nya Prof. Brian Cox, dan di buku itulah Prof. Cox menyebutkan detail mengenai isi rekaman emas Voyager sekaligus menyebutkan ke-27 daftar lagunya. Oh iya, pembuatan rekaman ini dipimpin oleh Carl Sagan, astrofisikawan yang kece juga tapi agak-agak melankolis *eh* :p dan Sagan sebenarnya ingin memasukkan Here comes to the Sun-nya The Beatles, tapi EMI (pemegang hak cipta lagu tersebut) menolak memberikannya kepada semesta. Ada-ada saja, ya…

Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya, rekaman emas Voyager ini semacam pesan dari kita, manusia di bumi kepada peradaban cerdas di luar sana. Jadi seandainya nanti – entah kapan – seseorang sesuatu berhasil memutar rekaman Voyager dan mendengarkannya, setidaknya kita sudah – anggaplah berhasil – berteriak kepada mereka,

“Hei, ada manusia lho di bumi. Dan yang main gamelan itu orang Indonesia!” 😆

Jika ingin tau lebih lanjut mengenai apa yang saya tulis di sini, mungkin bisa dengan menggunakan kata kunci seperti “Rekaman emas Voyager” / “Voyager Golden Record”, “program Voyager” / “Voyager Program”, dll.

Hidup Voyager! ….eh, gamelan!

Iklan

2 thoughts on “Gamelan: Dari Indonesia kepada Semesta

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s