senandika

Dua April

Malam nanti, April akan mati.

Saya tahu bahwa memang bukan April yang memberi. Ia hanya menjaminkan dirinya sebagai setengah bagian penting berbagai peristiwa yang terjadi pada saya sepurnama terakhir ini. Ia menjadi sebentuk saksi. Dan karena sayalah yang telah membuatnya menua dengan tergesa, akan kurang sopan jika tak ada satu tulisan pun di rumah saya ini tentangnya.

April membawa terlalu banyak cerita untuk saya. Mungkin sebanyak yang mampu saya tampung, pun secepat yang sanggup saya kejar. Saya bisa melihatnya berlari menawarkan pilihan, mengantarkan hadiah, juga tiba-tiba datang memberikan kejutan. Tak heran saya merasa ia terlalu cepat. April memang pergi terlalu keburu.

Terhadap bulan yang luar biasa ini, saya benar-benar berterima kasih.

Saya bukan Bandung Bondowoso yang membangun seribu candi dalam semalam, tapi harus saya katakan hidup saya dijungkirbalikkan Tuhan dalam sebulan.

Tentang cita-cita.

Tentang pilihan.

JugaΒ perpisahan.

~Jakarta, 30 April 2014

 

April selalu menjadi bulan yang penting. Begitu pun April tahun ini.

Sekarang saya bersyukur, telah dijungkirbalikkan lagi.

~Taipei, 30 April 2015

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s