salad days

Karena Kerudungmu Adalah Pengenal

Pernah merasa begitu bahagia dan beruntung karena kamu berkerudung? Saya pernah.

Saya mulai mengenakan kerudung ke sekolah ketika duduk di bangku kelas empat sekolah dasar, dan baru benar-benar memakainya (tidak hanya di sekolah) ketika kelas enam. Tapi, sepertinya baru beberapa malam terakhir ini saya merasa begitu beruntung telah berkerudung. Juga, istimewa.

Sudah semingguan ini saya merindukan tahu. Ya, tahu nama makanan. Tofu. Karenanya beberapa malam lalu, ketika sedang jalan-jalan sendirian di Gongguan Night Market, saya otomatis berhenti di depan sebuah stand penjual tahu. Tidak hanya tahu sebenarnya, namun juga ada beberapa jajanan pasar lainnya yang saya tidak tau apa. Karena tidak yakin, saya hanya diam memandangi saja.

Beberapa saat, saya memutuskan untuk bertanya harganya berapa ke bapak penjual, tentu saja dengan bahasa isyarat. Maksudnya saya hanya main tunjuk-tunjuk saja πŸ˜›

Kalian tau bagaimana respon bapak penjual?

Beliau menggeleng-geleng sambil menggumamkan sesuatu yang saya tidak mengerti apa. Kemudian, seorang gadis yang lebih muda di sebelah bapak penjual berkata dengan bahasa inggris pas-pasan,

β€œNot for you. Pork. Pork. Oil,” kata si gadis sambil tangannya mengisyaratkan penutup kepala.

Akhirnya saya mengerti.

β€œXie xie,” saya tersenyum kemudian setengah membungkuk. Pergi.

Bagaimana perasaan saya? Saya senang luar biasa. Mereka mengenal identitas saya sebagai seorang wanita muslim, kemudian dengan tulus memberitahu bahwa pada makanan yang mereka jual, ada sesuatu yang tidak boleh saya makan. Padahal, jika mau apatis, mereka bebas menjual apa pun kepada siapa pun.

Tapi mereka peduli.

Mereka mengenal saya, dan mereka peduli.

Mungkin terdengar agak lebay, tapi malam itu saya bersyukur sekali.

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Al Ahzab: 59)

Dua malam lalu, saya dan Anggi, teman sekamar saya, pergi ke Night Market yang lain (yang saya lupa namanya). Kejadian serupa terulang kembali. Saat itu kami sedang membeli cumi bakar. Anggi tertarik dengan udang-udang besar di stand sebelah. Ketika bertanya berapa harganya, mas-mas *sebentar, di Taipei ada mas-mas? πŸ˜† * penjual yang masih muda berkata,

β€œThat’s not for you. Pork.”

Lihat kan? Jika kita menjaga kerudung yang kita kenakan, maka kerudung akan menjaga kita, dengan izin Allah πŸ™‚

Kerudung (jilbab, hijab, atau bagaimana pun kita menyebutnya) adalah identitas. Tanda pengenal. Itulah cara agar mereka tau bahwa kita seorang muslimah. Tidak jarang saya disapa ketika berpapasan dengan orang yang sebenarnya tidak saya kenal. Entah itu berwajah arab, melayu, indonesia, bahkan bule. Entah itu di lift, di koridor, di jalan, juga di kampus sebelah.

Mereka mendoakan saya, β€œAssalamu’alaikum.”

Maka saya pun mendoakan mereka, β€œWa’alaikumussalam warahmatullah.”

Pernah merasa begitu bahagia dan beruntung karena kamu berkerudung? Saya pernah. Baru saja saya menceritakannya πŸ™‚

*sumber gambar: di sini

5 thoughts on “Karena Kerudungmu Adalah Pengenal

  1. Subhanallah…. πŸ™‚ semangat menempuh pendidikan disana mba septia… smoga segera kembali ke indo dgn ilmu yang bermanfaat…. amiinn… πŸ™‚

  2. pernah ngalamin hal yg sama mbak… waktu di chinatown, singapore. ada angke2 yg baik bgt kasih tau kalo makanannya “no hala” sama kasih tunjuk kedai cina yg muslim (dan absolutely hala), bersyukur bgt ya mbak karena identitas kita, kerudung kita πŸ™‚

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s