garden of words

Per(tidak)temuan

Stasiun Serpong. Pukul tiga sore. Hujan. Kupikir mataku menipuku.

Kupandangi perempuan berkerudung merah marun di jalur seberang. Lama, lamat-lamat.

Lima tahun, namun aku tak mungkin salah mengenalinya. Lima tahun, dan tak ada yang berubah darinya selain gurat wajahnya yang kian mendewasa. Ia masih kurus, masih berkacamata, dan masih seperti secangkir teh hangat yang mendingin terlalu cepat. Ia sedang memandangi petugas kebersihan membuang air yang tergenang. Lima tahun, dan pandangannya masih dingin, cermat, namun mengambang. Lima tahun dan…ah, aku masih saja tidak ingin bertemu dengannya.

Tapi Tuhan telah menetapkan batasnya.

Terakhir kali aku melihat wajahnya adalah lima tahun lalu – oke, baru sebulan lagi genap lima sebenarnya. Pada bulan-bulan dan tahun setelahnya, cukup banyak hal terjadi. Ya, cukup banyak untuk membuatku bisa membenci seseorang sebesar ini.

Berbagai hal yang terjadi membuat kami mencapai kesepakatan tak tertulis pun tak terlisankan bahwa kami tidak akan pernah bertemu lagi. Kami sama-sama orang rantau, untungnya, terpisahkan sejauh delapan ratus kilometer. Aku tidak akan dekat-dekat kotanya. Dia pun tidak akan dekat-dekat kotaku. Dan karena aku tau ia tidak akan pulang saat lebaran, aku hanya akan pulang saat lebaran. Atau karena ia tahu aku hanya akan pulang saat lebaran, ia tidak akan pulang saat lebaran? Yang mana pun itu, kami yakin sekali perjumpaan tidak akan terjadi karena kami sama-sama memperjuangkannya. Mendambakan pertidaktemuan.

Lima tahun, dan segalanya berjalan lancar. Sampai hari ini. Dari berpuluh juta orang, Tuhan. Astaga. Ini lucu sekali.

Sebagian diri ingin, sebagian diri menolak, tapi toh akhirnya perempuan itu menoleh juga. Tentu saja, ia akan langsung mengenaliku: cintanya yang dulu. Detik-detik berikutnya, ia memandangku dengan terlalu banyak makna yang bisa ditampung kedua bola matanya.

Benar. Itu dia.

Syahdan semesta tertawa. Kami kalah dalam ironiNya.

*sumber gambar : di sini

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s