sky of words

(Jangan) Temui Aku

“Sayang, lusa aku ke Bandung. Ayo weekend kita ketemuan.”

“Sabtu aku lembur. Minggu harus ke pameran. Maaf…”

 ***

“Kamu nggak pulang lebaran ini? Kenapa?”

“Aku kehabisan tiket kereta.”

“Bis?”

“Aku mabuk.”

“Pesawat!”

“Aku juga nggak dapat cuti.”

“Lalu….”

 ***

“Sayang, minggu depan long weekend loh. Aku ke kotamu ya.”

“Buat apa?”

“Ya buat ketemu kamu, lah.”

“Hanya itu?”

“Memangnya kenapa?”

“Mm… Nggak.”

“Jadi?”

“Nggak usah ya, aku harus menyelesaikan bukuku. Nggak papa kan?”

 ***

“Sayang, boleh aku bertanya sesuatu?”

“Iya. Apa?”

“Kamu nggak kangen sama aku?”

“Kangen lah….”

“Terus kenapa kamu nggak pernah mau aku temui? Aku tau kamu sibuk. Tapi pada saat-saat tertentu aku merasa kamu hanya beralasan agar kita nggak ketemu.”

“Aku bukannya nggak mau, Ngga. Aku nggak bisa. Kamu tau kalau aku rindu kamu juga.”

“Nggak, Sayang. Kamu bukannya nggak bisa. Kamu nggak mau, dan aku tau itu. Kamu rindu, aku juga tau itu. Tapi kamu nggak mau, Sayang. Nggak mau. Kamu sendiri yang bilang, selama masih ada keinginan untuk bertemu, dua orang yang terpisah pasti akan bisa bertemu. Tapi ketika dua orang sama-sama tidak ingin bertemu, pertemuan tak akan terjadi. Kecuali perjumpaan spontan. Tapi kita…dua tahun, dan kita belum pernah bertemu sejak saat itu.”

“….”

“Aku kangen kamu. Sangat. Bahkan untuk menemui tanpa izinmu pun aku nggak bisa karena kamu tidak pernah mau memberikan alamatmu. Aku rindu kamu. Tidakkah kamu kasihan dengan hatiku?”

“Apakah pertemuan akan membaikkannya?”

“Tentu saja. Kita perlu merefresh hubungan kita, Sayang. Sudah terlalu lama kita berjauhan. Aku tidak meragukan apa pun. Aku hanya perlu dan sangat ingin bertemu denganmu. Untuk permintaanku yang ini, tidak bisakah kamu meloloskannya?”

“Enggak, Ngga. Pertemuan hanya akan menyisakan kehampaan ketika tiba saatnya kita harus berpisah kembali. Untuk apa menggadaikan, berapa, maksimal empat belas jam kebersamaan dengan kerinduan yang semakin menjadi empat belas bulan berikutnya?”

“Maksudmu kamu tidak ingin bahagia karena tidak ingin bersedih setelahnya? Konyol kamu.”

“Bertemu denganmu, kemudian berpisah, berarti memulai segalanya dari awal lagi. Meyakini bahwa setelah ditinggal, perihnya akan memudar perlahan. Tapi tidak, yang terjadi justru sebaliknya. Seperti hampir setiap apa-apa yang disimpan, kerinduan pun akan bertumbuh besar. Dan mengungkapkannya hanya menambah ketakberdayaan.”

“Lantas…sampai kapan?”

“Kita nggak ketemu?”

“Iya.”

“Sampai kita nggak akan kembali dipisahkan. Kecuali oleh kehendak Tuhan.”

*sumber gambar : di sini

One thought on “(Jangan) Temui Aku

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s