senandika

Teh, Kopi, dan Setangkup Roti di Pagi Hari

Kebersamaan itu candu. Diam-diam kita dibuatnya penasaran. Karena pada momen-momen itulah kita dikenalkan pada seseorang yang selama ini hanya kita tahu namanya, kita pandangi punggungnya, atau kita curi-dengar suaranya. Karena pada saat-saat bersama itulah kita belajar. Belajar menjadi seorang pembelajar paling baik dengan rasa penasaran nyaris setinggi langit. Karena tiada manusia yang lebih ingin tahu dibanding mereka yang sedang menjatuhkan cintanya pada sesuatu.

Atau seseorang.

Kebersamaan itu candu. Sungguh. Pelan-pelan kita dijadikannya merindukan. Merindukan gelak tawa, senyum simpul, bias malu, hingga lamunan sedih yang membuat canggung. Merindukan kenangan indah, cerita lucu, sampai hal-hal kurang menyenangkan yang lantas kita maklumi karena pemahaman bahwa tidak ada manusia yang melewati hari tanpa cela. Kita dibujuknya merindukan. Merindukan perasaan menggebu yang aneh ketika menebak-nebak hadiah apa lagi yang selanjutnya akan kita dapatkan.

Dari seseorang.

Kebersamaan adalah hadiah. Karenanya, jika sekarang penasaran, jangan tergesa dihabiskan. Kita akan memerlukan rahasia untuk diungkapkan, juga keingintahuan untuk ditemukan jawabannya, sebagai dalih pertemuan-pertemuan berikutnya. Bila Tuhan mengijinkan.

Kebersamaan adalah hadiah. Karenanya, jika sedang merindukan, tak perlu buru-buru dikatakan. Kita harus menyisakan kerinduan untuk menjaga segalanya tetap hangat, pada saat-saat yang akan datang. Bila Tuhan memperkenankan.

Kebersamaan adalah hadiah,

sekaligus

candu.

sumber gambar: di sini

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s