senandika

Pandora

Setiap kita memiliki Pandora. Sesuatu yang kita rahasiakan dari siapa pun. Mungkin aib atau ironi. Sesuatu yang berusaha kita sembunyikan. Mungkin kemunafikan. Sesuatu yang kita ingin tak seorang pun akan mengetahuinya. Mungkin ambiguitas. Sesuatu yang datang menghampiri pada malam-malam yang dingin, diam-diam, mencengkeram.

Setiap kita memiliki Pandora. Mungkin sebuah atau beberapa kesalahan di masa lalu. Sesuatu yang membuat kita ingin sekali kembali untuk memperbaiki. Atau sesuatu yang kita tahu salah namun tetap kita lakukan saat ini. Karena seringkali pemahaman saja tidaklah cukup. Saya tahu, misalnya, bahwa pacaran itu tidak baik ā€“ sesuatu yang salah. Tapi tetap saja saya pernah menjalaninya dengan pembelaan ini dan itu. Karena memang pemahaman saja tidaklah cukup. Entah mengapa.

Setiap kita memiliki Pandora. Sesuatu yang dulu kita senangi, namun kini kita benci. Sesuatu yang pernah kita nikmati, untuk kemudian kita sesali setengah mati. Sesuatu yang kita puji, tapi sekarang kita caci-maki.

Setiap kita memiliki Pandora. Sesuatu yang tidak baik untuk kita pilih. Atau sesuatu yang baik namun urung kita pilih.

Setiap kita memiliki Pandora. Sesuatu yang tak habisnya melelahkan pikiran dan perasaan kita. Mungkin tragedi, namun benar terjadi.

Setiap kita memiliki Pandora.

Sesuatu yang membuat bayangan kita tak berbusana.

Setiap kita memiliki Pandora.

Sebuah ruang rahasia.

*sumber gambar: di sini

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s