garden of words

Ternyata Aku Cinta

Song Literature #2 – Ternyata Cinta oleh Anji ‘Drive’

Ingin aku bicara satu kali saja

Banyak hal tak kukatakan pada Airlangga. Bahwa pertama kali aku menyukainya adalah ketika ia memakaikan jaketnya sepulang belajar kelompok malam itu, waktu aku semester satu. Bahwa pertama kali aku mencium wangi parfum lelaki selain ayahku adalah saat aku terduduk di dalam kamar, dengan tangan gemetar dan degup jantung tak beraturan. Jaket Airlangga.

Banyak hal tak kukatakan pada Airlangga. Bahwa semenjak itu aku memperhatikannya. Caranya berjalan, lengkung bibir dan kerut matanya ketika tersenyum, juga susunan giginya yang terlihat saat ia tertawa. Suara langkah kakinya, batuk, bersin, juga tawa yang akan langsung aku tahu tanpa harus melihatnya.

Banyak hal tak kukatakan pada Airlangga. Bahwa hampir di setiap tempat aku selalu mencari-cari sosoknya. Mencuri-curi pandang di kelas, apakah kami mengambil jadwal kuliah atau praktikum yang sama; di mushola, apakah itu adzan yang dikumandangkannya; di kantin, apakah hari ini ia puasa sehingga tidak makan siang; di warung penyetan atau nasi goreng, mungkinkah ia juga sering ke sini; atau di taman, tempat ia lebih suka jogging di pagi hari ketimbang sore hari.

Telah cukup lama ku diam di dalam keheningan ini

Banyak hal tak kukatakan pada Airlangga. Bahwa aku seringkali menyimpan harap-harap kecil yang aneh bin remeh-temeh padanya. Berharap kami akan berpapasan di tengah jalan dan ia menawarkan bangku belakang sepeda motornya menuju kampus; berpapasan di lobby untuk kemudian masuk ke kelas bareng dan kami akan duduk bersebelahan; atau berpapasan di kantin dan kami akan berbagi cerita sepanjang makan siang.

Kebekuan di bibirku tak berdayanya tubuhku

Banyak hal tak kuketahui tentang Airlangga. Apakah ia tinggal di kost, asrama, atau kontrakan; di mana rumahnya dan apa pekerjaan orangtuanya; berapa saudara kandungnya; hobinya, mungkinkah ia juga suka membaca; apa warna favoritnya; tanggal berapa ulang tahunnya; dan apa judul tugas akhirnya. Aku tidak tahu. Juga…apakah ia sudah punya pacar. Aku tidak tahu.

Ingin sungguh aku bicara satu kali saja

Banyak hal ingin kutanyakan pada Airlangga. Apakah ia sering memergokiku yang diam-diam memandangnya. Apakah ia akan merasa aneh jika aku mengajaknya mengobrol. Apakah…apakah ia tahu bahwa aku…menyukainya.

Sebagai ungkapan kata perasaanku padamu

Banyak hal tak kukatakan pada Airlangga. Bahwa aku selalu berusaha tenang dan tidak terusik di dekatnya, padahal berulang kali aku menghela napas agar jantungku setenang sikapku. Bahwa aku ingin lebih banyak berinteraksi dengannya, tapi untuk mengobrol pun aku seringkali tidak mampu. Bahwa aku senang sekali ketika ia bersedia mengepas baju yang akan kubelikan untuk ayahku. Bahwa aku nyaris jingkrak kegirangan ketika akhirnya mendapat kesempatan tak disengaja satu frame hanya berdua dengannya. Bahwa aku beberapa kali lupa caranya bernapas karena cemburu dan harap-harap cemas.

Dan ternyata cinta

Bahwa aku berharap wanitamu adalah aku, Airlangga.

Dan ternyata cinta

Angkatlah, Airlangga.

Dan ternyata cinta yang menguatkan aku

Maka di sini, di sudut senja Kota Batu, gerimis malu-malu menawarkan sebentuk cerita padaku:

Dan ternyata cinta tulus mendekap jiwaku

akhir yang lain, atau awal yang baru.

Sebagai ungkapan kata perasaanku padamu

“Halo.”

Dan ternyata cinta

Ternyata aku cinta.

*tema untuk SongLit #2 kali ini ditentukan oleh Atut (http://entegila.wordpress.com) 😀 untuk lirik selengkapnya di sini

**sumber gambar : di sini

2 thoughts on “Ternyata Aku Cinta

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s