senandika

Sebab Pertama

Malam ini, ada yang tidak beres pada jantung saya; ia mendegup terlalu cepat.

Hingga jelang dini hari, jendela Chrome saya hampir sepenuhnya terfokus pada satu tab saja; personal blog seseorang. Belasan, entah, mungkin sudah puluhan tulisannya yang saya baca, pahami, hingga semakin saya jatuh hati. Pernahkah kamu jatuh hati pada tulisan seseorang? Pernah, pasti pernah. Saya sendiri berulang kali mengalaminya. M. Aan Mansyur, misalnya, yang saya sukai sajak-sajak cinta akun twitternya, kemudian beranjak ke kumpulan puisi dan cerpennya. Pandji Pragiwaksono, Fahd Djibran, Agus Noor, dan Azhar Nurun Ala adalah beberapa contoh lainnya. Alamat personal blog mereka bahkan selalu terpampang pada tab blog keren di sidebar blog saya ini.

Saya dapat dengan mudah mengagumi seseorang melalui buah karyanya. Tulisan seseorang, menurut saya, benar mencerminkan pribadinya.

Dan kali ini persis sama seperti itu. Seperti sebelum-sebelum ini. Nervous dan over-excited sendiri. Sibuk terbenam dalam dunia kata ceritanya. Sungguh, kali ini sungguh sama seperti itu.

Pada tulisan ke-200 yang saya jelajahi malam ini, saya memutuskan untuk berhenti. Menegakkan punggung, memejamkan mata. Mengatur napas dan degup jantung yang sejak tadi diajaknya berlari-lari. Mengistirahatkan hati.

Saya tidak mengenalnya, pun tidak pernah bertemu dengannya. Tapi tulisan-tulisannya membuat saya merasa mengenalnya. Mengenal separuh dunianya.

Kemudian saya bertanya, ini apa?

Dan saya menjawab. Tidak, saya bukan jatuh cinta, jelas bukan. Ini hanya kekaguman, dan bukan apa-apa yang perlu saya risaukan. Saya hanya dan baru mengenal setengah bagian dari dunianya. Dunia tulis-menulis yang seiyanya tak perlu sua. Setengah bagian yang lain, masih entah.

Tidak, ini bukan cinta, saya yakin bukan. Ini adalah sebab pertama. Tulisan-tulisannya menjadi sebab pertama saya mengaguminya. Menyukai karya-karyanya. Ingin tahu seperti apa dunianya. Tertarik seperti apa ia sehari-harinya. Saya bahkan sempat berpikir untuk melanjutkan studi di kampus gajah duduk saja :mrgreen:

Dan meski belum pernah bertemu. Tulisannya, telah menembak hati ribuan manusia. Saya salah satunya.

Ya. Ini hanya sebab pertama.

Kini, betapa saya mengharapkan kesempatan untuk sungguhan mengenalnya, bukan hanya merasa.

Kesempatan yang semoga akan menjadi sebab-sebab berikutnya.

*Lab. Optik dan Aplikasi Laser, 01.33 WIB

**sumber gambar : di sini

4 thoughts on “Sebab Pertama

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s