sky of words

Topeng Bayi untuk Zela (Puisi Joko Pinurbo)

Melihat kau tersenyum dalam tidurmu
aku ingin kasih topeng bayi yang cantik untukmu.
Kau pernah bertanya: “Cantikkah saya waktu bayi?”
Sayang, aku tak sempat membuat foto bayimu.
Padahal kau sangat lucu
dan tak mungkin aku melukiskannya.

Di sebuah desa kerajinan aku bertemu
seorang pembuat topeng yang sangat aneh tingkahnya.
Ia suka menjerit-jerit saat mengerjakan topeng-topengnya.
“Anda masih waras kan?” aku bertanya.
“Masih. Jangan khawatir,” jawabnya. “Saya hanya
tak tahan menahan sakit dan perih setiap memahat
dan mengukir wajah saya sendiri.”

Aku sangat kesepian setiap melihat kau
asyik bercanda dengan topeng bayimu.
Kok wajahku cepat tua dan makin mengerikan saja.
Tapi kau berkata: “Jangan sedih, Pak Penyair.
Bukankah wajah kita pun cuma topeng
yang tak pernah sempurna mengungkapkan
kehendak penciptanya?”

(Joko Pinurbo, 1999)

Ini adalah salah satu puisi favorit saya dalam buku kumpulan puisi “Baju Bulan” karya Joko Pinurbo. Judul lain yang menjadi favorit saya adalah “Celana“, “Bayi di dalam Kulkas”, dan “Surat Malam untuk Paska”🙂

*sumber gambar : di sini

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s