salad days

Bahagia tanpa Tapi

Waktu kecil, kebahagiaan saya sederhana. Dikasih silverqueen –bahagia. Nonton tivi dan lihat iklan tayang Doraemon petualangan minggu depan –bahagia. Jadwal olahraga hari ini adalah main kasti –bahagia. Diajak pulang kampung sekaligus liburan –apalagi. Kebahagiaan tanpa tapi. Kesedihan saya pun sederhana. Hujan waktu jam olahraga, harus pindah rumah, pedal sepeda rusak –sedih. Kesedihan tanpa tapi.

Sekarang?

Entah memang seseorang yang tanpa sadar memperumitnya atau beginilah yang namanya dewasa. Saya lebih suka menyalahkan kedewasaan saja.

Pick your happiness.

Merantau dan kuliah di sini? Lulus empat tahun dan cumlaude? Nonton Hunger Games dan main ke Trans Studio? Lulus assessment test dan dipanggil interview? Dapat kerja? Gajian? Beli S4 pake uang sendiri? Get the scholarship? Being a solo traveler someday?

Bahagia? Ya! Hanya saja ada tapinya.

Merantau membahagiakan. Sebelum kemudian mengkhawatirkan adaptasi dan ini-itu yang agak berlebihan. Kuliah membahagiakan. Sampai sesaat setelahnya dipusingkan oleh segala tetek-bengeknya yang terasa begitu memberatkan. Lulus membahagiakan. Sampai sesaat setelahnya dipusingkan oleh status pengangguran. Dikabari lulus assessment test membahagiakan. Sampai sesaat setelahnya dicemaskan oleh interview selanjutnya. Dan begini seterusnya. Dan begitu seterusnya.

I know where the problem exactly is. The mindset, isn’t it? But let me be a braver raver this time, please.

Dulu, bahagia itu sederhana. Sesederhana bolos madrasah sore dan makan cokelat musang di bawah pohon beringin tangga seribu. Sekarang, seseorang sibuk mendefinisikan ulang kebahagiaan itu sendiri. Bahagia itu ketika harapan dan target sama-sama tercapai? Bahagia itu memperoleh hal baik dan mensyukurinya? Bahagia itu mendapat hal buruk dan mengikhlaskannya? Bahagia itu membahagiakan?

Lantas sibuk menyadarkan diri sendiri agar menerima dan bertindak berdasar definisi tersebut. Lagi.

Atau memang bahagia itu sederhana? Bahagia, ya, bahagia saja.

Don't Worry Be Stupid

Ini bukan apa-apa. Sekedar solilokui Minggu pagi, tanggal satu terakhir tahun ini.

Then what does your heart tell you?

Don’t worry, be happy. Kalau mau bahagia, ya, bahagia saja.

**sumber gambar : koleksi pribadi

One thought on “Bahagia tanpa Tapi

  1. Bahagia itu ketika sudah tahu rasanya sedih dan sudah tahu rasanya kehilangan.
    Kalau sudah tahu rasanya itu pasti bakal tahu sendiri kog tiap individu manusia.
    Bahkan artian sesungguhnya tentang bahagia itu apa.. 😀

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s