salad days

Bermacam Semoga

Setiap orang pernah membuat keputusan besar dalam hidupnya. Tak terkecuali saya.

Saya selalu meyakinkan diri saya bahwa tidak pernah saya ditimpa masalah terkategori berat. Saya tak pernah kecelakaan atau sakit parah hingga harus diopname di rumah sakit. Saya tak pernah putus cinta atau sakit hati hingga dirundung durja berhari-hari. Saya juga tak pernah ditipu hingga tak punya uang sepeser pun.

Kali ini, sepertinya saya harus membuat keputusan besar lagi. Namun bukan itu yang menakutkan saya. Ada terlalu banyak hal yang akan mengikuti keputusan (yang menurut saya besar) itu. Saya sudah mempersiapkan diri menerimanya, saya hanya masih belum yakin benar akan mampu menerimanya semulus skenario yang baru acakadut saya rancang.

Hidup bukan semata perihal pilihan.

Akhir-akhir ini saya selalu berteriak mengapa. Meski keingintahuan bukan dosa, tapi semakin saya bertanya, semakin saya merasa kotor dan tidak percaya. Kenapa harus saya? Kenapa begini? Kenapa tidak begitu? Saya seperti kehilangan iman. Faith, is when you don’t need any answer, isn’t it? Saya tahu bahwa saya memang tidak dimaksudkan untuk mengerti. Mungkin, bukan sekarang. Tapi saya ingin ada jawaban. Sesuatu untuk saya pahami dan mengerti. Sesuatu yang membantu saya berlapang dada.

Tidak, mungkin saya hanya ingin penghiburan.

Fear is not real. It is a product of thoughts you create. Do not misunderstand me. Danger is very real. But fear is a choice.

Ketakutan tidaklah nyata – ini kutipan yang sangat saya sukai dari Will Smith dalam film After Earth yang saya lihat di bioskop dua hari lalu. Ya, jika benar ketakutan hanyalah manifestasi dari permainan pikiran, itu artinya saya tak perlu berlama-lama dalam ombang-ambing pengambilan keputusan. Ketakutan tidak nyata.

Ya, saya harus punya keberanian.

Semalam saja sudah cukup; cukup untuk memantapkan hati. Saya tak tahu bagaimana selanjutnya. Apakah saya akan banyak menangis, mengutuk, menyesal, mendendam, entahlah. Semalam saja cukup: saya perlu meyakinkan semesta bahwa saya mampu. Perihal bagaimana orang lain memandang saya, saya ingin sekali tidak peduli, dan saya akan berusaha tidak terlalu terganggu dengan itu. Mungkin, hal tersulit setelah ini adalah, menerima bahwa orang-orang terdekat saya pasti akan kecewa – terlepas apakah mereka mengutarakan, atau hanya mengirimnya lewat selayang pandang ketika kami bertatapan.

Ini tak akan menjadi mudah. Saya tahu itu. Saya hanya membutuhkan keyakinan.

Bahwa saya akan baik-baik saja.

Kini di dada saya, hanya tinggal doa-doa dan bermacam semoga.

Dan dengan nama Tuhan, saya bersiap untuk masa depan yang tak lagi temaram.

Surabaya, 18 Juni 2013 – maafkan jika kelak anakmu membuatmu malu, Ibu…

Iklan

8 thoughts on “Bermacam Semoga

  1. Suka kalimat ini, “Mungkin, hal tersulit setelah ini adalah, menerima bahwa orang-orang terdekat saya pasti akan kecewa – terlepas apakah mereka mengutarakan, atau hanya mengirimnya lewat selayang pandang ketika kami bertatapan.”

    Orisinil! 🙂

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s