garden of words

Rahasia

Sepi terlahir pada malam bulan November yang basah. Ibunya, Ketenangan, sudah lama pergi dari dunia, beberapa minggu setelah Sepi dilahirkan. Ayahnyalah, Perlindungan, menjadi satu-satunya yang mengasuh, merawat, mendidik, dan menemani Sepi. Karena itulah, Sepi sangat dekat dengan ayahnya. Bahkan setelah Sepi beranjak dewasa pun, belum pernah ada lelaki yang bisa menggantikan atau pun sekedar singgah di hatinya selain ayahnya.

Perlindungan menyayangi Sepi, sangat menyayanginya. Berulang kali Perlindungan mencoba menjodohkan Sepi dengan beberapa anak kenalannya, namun satu pun belum membuahkan hasil. Sepi tidak mengiyakan, Sepi hanya diam; menunduk. Tahta, Wawasan, Canda Tawa, maupun Kehendak tidak menggerakkan hatinya. Sepi tidak menolak, Sepi hanya diam; menunduk.

Sepi sudah hampir memasuki kepala tiga. Perlindungan khawatir Sepi harus kesepian seumur hidupnya. Perlindungan berusaha lagi. Lantas dipertemukannyalah Sepi dengan Ketaatan. Sepi mendongak, namun tetap diam. Sepi tidak menolak, Sepi hanya diam; menatap Ketaatan.

Sepi dan Ketaatan menikah.

Tahun-tahun berlalu. Mereka belum juga dikaruniai anak. Ketaatan berlutut sepanjang hari dan malam. Sepi tahu Ketaatan tidak bisa memberinya keturunan, namun tetap dan terus membungkam. Sepi tidak ingin Ketaatan tahu. Sepi merindukan Perlindungan.

Sepi minta izin kepada Ketaatan bahwa Sepi ingin pulang; menjenguk Perlindungan yang semakin sering sakit-sakitan.

Perlindungan sangat bahagia melihat cintanya pulang, namun sedih melihat Sepi seperti bunga yang tak pernah disiram. Sepi hanya diam ketika sorot mata ayahnya bertanya ada apa.

Sepi tidak ingin ayahnya tahu bahwa mereka tidak bisa memberinya keturunan. Perlindungan tahu anak dan menantunya belum bisa memberinya keturunan. Sepi tahu ayahnya menginginkan keturunan. Perlindungan tidak ingin puterinya semakin tertekan apabila ia bertanya perihal keturunan.

Maka keduanya tetap bungkam. Menyilakan mata berbicara.

Purnama-purnama terlewat. Perlindungan meninggal. Sepi hamil lima bulan. Ketaatan berlutut semakin dalam.

Sepi melahirkan bayinya dengan selamat. Ia hidup cukup lama hanya untuk memberi nama pada bayi perempuannya, namun segera meninggal akibat pendarahan fatal. Ketaatan bahagia sekaligus nelangsa.

Ketaatan, dengan cinta juga pengabdiannya yang luar biasa, membesarkan Rahasia dengan bahagia tanpa pernah ada prasangka.

piclit1

*sumber gambar : di sini

**Tulisan ini diikutsertakan dalam A Week Piclit Challenge yang diikuti oleh Enya, Fiqih, Tutus, Atut, dan Ilmi. Tantangan kali ini dari saya sendiri :mrgreen:

Iklan

4 thoughts on “Rahasia

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s