garden of words

Mata Uang

Sudah lama aku ingin mengatakan ini : aku tak suka dengan caramu berpakaian dan berdandan. Kau terlalu berlebihan.

Dan aku pun ingin mengatakan ini sejak dulu : aku tak suka dengan sepak terjangmu. Kau terlalu ambisius.

Bagaimana kau bisa mengaitkan ini dan itu? Aku berbicara tentang busanamu. Fashionmu!

Dan aku berbicara tentang prestasi-prestasimu. Caramu menjalani hidup.

Apa kau suka digoda lelaki setiap kau melintas di hadapan mereka? Kau suka mereka terhanyut mencium wangi parfum yang semerbak dari tubuhmu? Kau suka mereka menikmati tubuhmu? Digoda, Wara. Astaga!

Dan kau suka dipuji-puji di atas panggung?  Diberikan selamat telah memenangkan ini-itu, dikagumi karena otakmu. Aku tak berbeda darimu, Sujana.

Bagaimana bisa kau berkata seperti itu? Tak bisakah kau lebih bijaksana? Kau berpenampilan seperti orang tak berpendidikan.

Ah, apalah artinya penampilan, toh aku tetap berkelakuan baik, bahkan aku menilai diriku sendiri jauh lebih baik darimu dalam amal. Apa bedanya aku denganmu? Kau menjajakan kepintaranmu. Aku memamerkan kecantikanku. Keduanya anugerah yang kita peroleh dari Tuhan dan usaha kita sendiri. Lantas, aku salah dan kau benar, begitu?

Aku menjalani hidup pada jalan yang benar, Wara. Aku tak menyalahi aturan apa pun. Aku cerdas, aku rajin belajar, dan aku pintar. Begitulah aku akan hidup. Dan kau? Mentang-mentang kau cantik, segala ke-nyaris-sempurna-an wanita ada padamu, lantas dengan jalan itulah kau akan hidup? Please, Wara, bertaubatlah…

Tidak, Sujana, kaulah yang bertaubat. Kaulah yang harusnya bertaubat karena kau telah terlalu jauh menghakimi apa yang tak bisa kau hakimi. Pada jalan yang benar? Siapa kamu? Kamu bukan Tuhan, kamu tidak tahu apa yang benar dan apa yang salah. Kamu hanya mampu mengira-ngira apa yang hampir benar dan apa yang hampir salah. Kita manusia. Yang bisa kita nilai hanyalah sebatas baik atau buruk saja. Tidak lebih.

Wara, kau tak bisa terus seperti itu. Kau akan dicela. Kau akan jadi warga kelas dua. Kau harus hidup normal, seperti aku. Belajarlah memperbaiki diri, aku akan membantumu.

Seperti kamu? Kau menjual otakmu, dan aku menjual tubuhku; dan kau menganggap aku ini jalang menjijikkan, sedangkan kau tidak? Sujana, kau harus tahu bahwa apa yang paling banyak dianut oleh manusia belum tentu adalah yang benar. Tak ada yang tahu apa satu-satunya yang paling benar itu.

Ada manuskrip yang membimbing kita dalam menentukan. Manuskrip yang mengatur segalanya.

Yah, dan kamu tidak mungkin menafikan kalau tidak semuanya tersampaikan secara tersurat, kan? Kita perlu memahami lebih jauh metafor-metafor yang terbias di dalamnya, dan kembali lagi, kita hanya akan sampai pada batas pemahaman kita saja.

Kau sakit, Wara…

Maafkan aku, Sujana, tapi inilah jalan yang aku pilih. Mungkin suatu saat di masa mendatang akan tiba saatnya salah satu dari kita mengatakan “tuh, benar kan kataku” atau tidak sama sekali. Tak ada yang tahu. Tak ada yang mampu untuk tahu…

Kau telah terlalu jauh dari Tuhan…

Tuhan bisa didatangi dengan beragam cara.

Hentikan, Wara. Kau terlalu keras mencari pembelaan bagi dirimu sendiri. Kau menutup diri terhadap pencarian. Kau menutup diri terhadap apa yang aku katakan.

Bukan begitu, aku tidak pernah berhenti mencari. Seluruh hidupku adalah pencarian. Hanya saja, untuk saat ini di sinilah aku berdiri. Ini jalanku, Sujana. Dan itu jalanmu. Tolong biarkan aku menempuh jalan yang aku pilih sendiri, terjatuh, tersesat, dan bertualang di dalamnya. Kalau pun aku salah, aku akan belajar.

Orangtuamu akan kecewa denganmu, Wara…

Tidak mungkin, mereka punya kau…

twins_silhouette_by_kagaminehime-d5ksmjh

sumber gambar : di sini

Iklan

4 thoughts on “Mata Uang

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s