salad days

‘Ya’ atau ‘Tidak’?

Setiap kita memiliki ironi dalam diri kita masing-masing; Mungkin paradoks, kemunafikan, atau ambiguitas. Sesuatu yang kita benci untuk kita sukai. Sesuatu yang sebenarnya baik untuk tidak kita pilih. Atau sesuatu yang sebenarnya baik untuk tidak kita pilih. Atau sesuatu yang berusaha kita sembunyikan dari siapa pun, sesuatu yang sebenarnya kita sayangi atau kita benci, tetapi kita katakan sebaliknya di hadapan orang lain. Ya, entah bagaimana setiap kita memiliki wilayah-wilayah yang memaksa kita untuk mendua. Perasaan dan pikiran yang sering membuat kita letih dan sedih – tetapi sekaligus penting untuk kita miliki agar kita bisa seutuhnya menjadi manusia.

Seperti Adam, ayah semua manusia, setiap kita memiliki tragedi buah Khuldi: Kutub-kutub berseberangan yang membuat kita terus-menerus gelisah dan bertanya-tanya. Demikianlah tragedi itu selalu ada dalam kisah hidup semua manusia; Bukan untuk disesali, tetapi untuk disyukuri. Sebab itulah ternyata yang selama ini membuat kita terus memiliki alasan yang sebenar-benarnya merasa ‘hidup’; Dalam tubuh yang tegar, pikiran yagn setia pada nalar, dan hati yang memiliki getar.

Memories-3-the-past-memories-32549884-480-720

Dikutip dari Perjalanan Rasa karya Fahd Djibran (@fahdisme)~

sumber gambar : di sini

One thought on “‘Ya’ atau ‘Tidak’?

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s