garden of words

Domino #3

A world that sends you reeling
From decimated dreams
Your misery and hate will kill us all

– My Chemical Romance, Welcome to the Black Parade

19 Agustus 2011, 01.36

Ia pergi dari tempat itu dengan tergesa. Tidak ingin siapa pun mencium jejaknya bahwa ia pernah menginjakkan kaki di sana. Sebentar lagi, gue bakal nyelamatin hidup kita, Del

******

12 September 2011, 23.57

Ia melilitkan rambut harimau putih di sekeliling belati berukir dalam genggamannya. Rambut hewan suci sebagai pengorbanan. Dibukanya jendela lebar-lebar. Purnama malam kedua untuk memperkuat khasiat magisnya. Diminumnya air suci dalam botol bening. Kamu harus mati; napas dan detak jantungmu akan berhenti, tubuhmu kaku, namun tetap hangat. Dokter pun tidak punya pilihan lain selain menyatakan kamu sudah mati. Dua puluh empat jam kemudian, kamu akan terbangun dalam hidup yang kamu inginkan. Ayahnya sedang di ruang kerjanya di bawah. Korban harus ditempatkan sedekat mungkin; semakin dekat, semakin baik. Berdirilah ia di atas kursi, dengan mantap memasang simpul pada lehernya yang jenjang. Delima. Delima. Delima

Ia telah siap melompat ketika sekelebatan bayangan tiba-tiba membanjiri otaknya. Ada, tapi akan sangat mahal harganya, kamu harus mengorbankan seseorang yang pertalian darahnya sangat dekat denganmu, kata sosok berkerudung yang didatanginya malam itu. Saya punya ramuan persis seperti yang kamu butuhkan, katanya sambil beringsut pelan mengambil sebuah botol bening dari kaca, dan sekilas ketika jubah pria berkerudung itu tersingkap, ia melihat bentuk yang sangat dikenalnya; swastika hitam sebesar kelereng di pergelangan tangan kiri sebelah dalam. Fakta ini menyentak kesadarannya dengan keras, membuatnya sesak. Sialan loe, Bay!!!

Semuanya terjadi dalam sepersekian detik. Bersamaan dengan umpatan yang tak pernah meninggalkan tenggorokannya, terdengar suara keretak keras dari tulang lehernya. Ia terlanjur melompat.

******

19 Agustus 2011, 02.17

Bayu membuang jubahnya di tong sampah sebelah toko loak. Mati loe, Antari. Gue nggak bakal ngebiarin elo ikut campur apalagi ngerusak kebahagiaan kakak gue. Apa loe pikir gue bakal diem aja ngeliat loe bunuh orang tersayang gue kayak kecoa dua belas tahun lalu? Sekarang dendam istri gue dan bayi yang dikandungnya bakal terbalaskan! Dan ia beranjak pergi dengan puas, diiringi tawa euforia yang lebih mengerikan daripada tabuh genderang iblis sejagat.

******

13 September 2011, 01.48

Pintu ruang kerjanya berderit terbuka. Lho Wisnu, kok belum tidur? Besok kan harus sekolah. Pak Darmawan menatap wajah putra bungsunya dari atas tumpukan berkas yang menggunung. Tadi Wisnu pipis, Yah. Terus Wisnu ke kamar Kak Antari tapi kakak nggak bangun-bangun waktu Wisnu panggil, adunya dengan wajah polos. Ya wajarlah, Nak. Mungkin kakakmu kecapekan. Sudah balik tidur sana, lanjutnya lelah. Tapi kakak nggak tidur di kasur Yah, kakak bergelantungan dari langit-langit, lanjutnya dengan nada polos yang sama.

******

22 September 2011, 14.26

Bayu ditemukan tergeletak tak bernyawa di kamar hotel kelas melati nomor 201. Busa putih merembes menjijikkan dari sudut mulutnya. Kalium sianida ditemukan pada tiap ujung jari-jari tangan, biskuit kaleng yang tak habis digigitnya, dan pada berlembar-lembar uang seratus ribuan dalam sebuah amplop di laci meja kerjanya.

***TAMAT***

Domino adalah cerita fiksi hasil imajinasi si septiadiah pribadi. Apabila ada kesamaan nama, karakter, atau pun kisah, itu semata-mata karena septiadiah suka dan pengen meminjam nama itu, sedangkan untuk karakter dan kisah, percayalah itu suatu ketidaksengajaan 😉

sumber gambar : http://mysteriousuniverse.org/wp-content/uploads/2011/05/smile.jpg

5 thoughts on “Domino #3

  1. “rambut harimau putih”, menurutku trmasuk kategori factual error, krn bulu harimau tdk cukup panjang utk bisa dipilin, apalagi sampai bs mengelilingi sebatang bilah pisau. lain halnya kl yg disebutkan adalah surai/rambut kepala singa. tp gpp sih, toh ‘cuma’ sebuah cerita pendek 😛 , umpama sdh jadi film bakalan masuk dlm kategori ‘Incorrectly regarded as goofs’ …. hehehe
    btw, nice story 🙂

  2. hwaa … tau-tau udah bagian 3 aja sep hihi …
    bacanya jadi keinget sama drakor the moon that embraces the sun, mati tapi gak mati 😄

    nice story kakak 😀 tanya dong, yang dicetak miring itu ungkapan hati si-aku atau dialog ya? agak rancu jadinya. *kebiasaan baca yang dicetak miring ungkapan hati*

    1. rata2 dialog, nyaa :mrgreen: kan ada embel2nya “batin, teriak, bisik, lanjutnya, dll” tp kl yg gak ada keterangannya tserah yg baca mau gimana 😛
      eh yg mati tp nggak mati emang terinspirasi dr moon embraces the sun lho 😀

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s