salad days · this is college

Cerita dari Cepu #5

Cerita dari Cepu #1
Cerita dari Cepu #2
Cerita dari Cepu #3
Cerita dari Cepu #4

Kamis. Karena sorenya anak-anak kost sudah pada pulang ke rumah masing-masing, saya pun berencana pulang esoknya. Daripada ngehabisin weekend sendirian, pikir saya 😦 Malam ini saya habiskan sendirian, kost sepi. Tak apalah semalam aja kok.. Mengurung diri di kamar, menggarap laporan. Saya hanya akan membawa ransel berisi laptop saja besok, jadi tidak perlu packing apa-apa. Tak lupa saya mengirim pesan singkat kepada pak tukang becak untuk menjemput saya jam empat pagi besok.

– catatan PKL, hari kedelapan belas

******

Saya sudah terbangun sejak pukul tiga pagi. Bebersih diri, sarapan roti dan susu cokelat, jgua bersiap berangkat. Pukul empat kurang lima menit, saya beringsut ke pintu depan, takut membangunkan seisi rumah, hehe 😛 Setelah mengendap-ngendap mencari kunci pintu depan juga pagar, saya duduk di teras. Tak lama pak becak datang, dan saya langsung berangkat ke stasiun. Dingin banget….

Jalanan yang kami lewati sangaatt sepi. Tapi kemudian, kami melewati pasar pagi. Inilah satu-satunya tempat ramai sepanjang lima belas menit perjalanan. Pak becaknya bilang, pasar pagi ini sudah buka dari jam dua dini hari. Sekitar jam empat, barang dagangan sudah hampir habis. Kebanyakan yang ada di sana adalah bapak-bapak penjual sayuran keliling. Hmm kalau dari sepagi ini sudah sibuk di pasar, kapan waktu tidurnya ya? Hehe..

Sekitar pukul setengah lima pagi, saya sampai di stasiun, dan langsung membeli tiket. Wah, ini bakal jadi pengalaman pertama naik kereta api yang sudah bikin saya penasaran setengah mati : Cepu Express.

Benar saja, hanya lima menit di ruang tunggu, kereta langsung datang. Begitu masuk kereta, brrrr saya langsung menggigil, adem banget! Berbekal 25 ribu rupiah, saya mendapatkan kereta full AC jurusan Cepu – Surabaya, bersih, dan nggak ada alasan yang bikin nggak nyaman! Empat kursi (dua saling berhadapan) pun saya tempati sendirian saking sepinya penumpang. Jadilah saya bebas selama tiga jam perjalanan (04.50 – 08.05) :mrgreen:

ini nih KRD Cepu Express yang memuaskan banget. melayani jurusan Sby – Cepu – Semarang – Cepu – Sby, harga ekonomi, kualitas eksekutif 😀

Jam delapan, saya tiba di Stasiun Pasar Turi Surabaya, langsung menuju kost, dan menghabiskan hari itu dengan tidur 😆

– catatan PKL, hari kesembilan belas

******

Ini hari pertama puasa, dan saya belum mendapat kehormatan menjalaninya. Hari ini saya habiskan dengan online sepuasnya karena masa aktif pulsa modem saya berakhir hari ini 😀 Gencar download sana-sini buat ngabisin kuota, blogwalking, browsing, dan entah apa yang lainnya 😆 Sorenya saya ke gramed buat beli buku. Nggak ada judul khusus yang saya incar sih, dan pilihan saya jatuh pada : The Swordless Samurai, oleh Kitami Masao.

~(paragraf ini ditambahkan belakangan)~ Buku ini menceritakan tentang Toyotomi Hideyoshi dari sudut pandang orang pertama. Beliau adalah Negarawan Jepang yang berhasil mengakhiri masa peperangan panjang dan menyatukan Negeri Matahari Terbit itu. Bagus lho! Kisahnya inspiratif banget, bener-bener mengeksplorasi kualitas apa yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Dan karena kita semua adalah pemimpin (minimal bagi kita sendiri), nggak ada salahnya dong mencoba buku ini 😀 Saya juga berencana membeli buku keduanya bulan depan :mrgreen: Bulan depan berarti besok 😆

– catatan PKL, hari kedua puluh

******

Hari ini Minggu, berarti saya harus berangkat kembali ke Kota Minyak. Berangkat ke Stasiun Pasar Turi sekitar jam setengah delapan, membeli tiket, terus ke mini market buat beli roti lalu makan ngumpet-ngumpet 😛 Jam sembilan, saya sudah standby di ruang tunggu dengan teling disumpal earphone dan mata terpaku pada buku baru saya :mrgreen: Jadwal kereta Surabaya – Cepu adalah dari pukul 09.50 – 12.50. Jam setengah sepuluh, kereta datang. Minggu pagi ini lumayan ramai. 4 kursi hadap-hadapan ini saya tempati bersama dua ibu-ibu yang bawa balita. Tapi nggak lama. Sekitar satu jam setelah kereta jalan, mereka pindah ke kursi kosong lainnya. Jadilah saya sendiri lagi 😀

Jam satu, saya sudah sampai di kost, kelaparan. Yang lain belum pada datang. Jadilah saya ke mini market untuk membeli mie instan (buat bekal sarapan besok) dan mampir di warung buat beli makan siang. Masakannya disediakan buat buka puasa, jadi semuanya masih serba hangat saat saya membelinya pukul dua siang :mrgreen:

– catatan PKL, hari kedua puluh satu

Iklan

4 thoughts on “Cerita dari Cepu #5

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s