salad days · this is college

Cerita dari Cepu #1

Sebagaimana yang mungkin sudah diketahui sebagian kecil pembaca blog ini, beberapa hari kemarin saya melaksanakan PKL (praktek kerja lapangan โ€“ red) di Cepu. Tepatnya, di PUSDIKLAT MIGAS (pusat pendidikan dan pelatihan minyak dan gas alam) Cepu. Entah karena apa, saya ingin membagi cerita dalam bentuk per poin saja, sedang malas untuk bercerita dalam bentuk paragraf karena dari ujian minggu lalu sampe tadi pagi saya mengarang (?) terus sih, sampe bosan๐Ÿ˜† *fisika kok mengarang?! ~.~*

  1. Perjalanan saya surabaya โ€“ cepu dilakukan dengan kereta api Rajawali Express, hari Minggu jam dua siang. Keretanya bagus dan nyaman banget, sebanding dengan harganya yang luar biasa sih, hehe 60 ribu untuk kelas bisnis. Perjalanan ditempuh dalam waktu dua jam. Cepat kan? Padahal kalau naik bus+angkot 25 ribu rupiah normalnya hampir empat jam lho. Namanya juga kereta Express. Berangkat dari stasiun pasar turi surabaya, pada menit ke-15 saya sampai di Benowo, menit ke-36 melihat Lamongan Plaza, dan menit ke-83 sampai stasiun Bojonegoro, dan tepat pukul empat sore sampai di stasiun Cepu๐Ÿ™‚
  2. Sampai di stasiun Cepu, saya sudah disambut dengan bapak tukang becak yang baik hati, dan kami banyak mengobrol sepanjang jalan kenangan. Beliau suka dipanggil Pak Becak Roket, kami sampai bertukar nomor hape juga๐Ÿ˜† katanya kalau sewaktu-waktu butuh becak subuh-subuh๐Ÿ˜› Karena tidak tau tarif normal becak di sana, dan Pak Roket pun tidak mematok tarif tertentu, saya menukar jasanya dengan lima belas ribu rupiah, belakangan saya baru tau kalau tarif normal stasiun โ€“ pusdiklat itu sepuluh ribu rupiah๐Ÿ˜†
  3. Kos-kosan saya selama PKL tepat berada di depan kawasan pusdiklat, paling tidak sampai dua menit untuk sampai ke gerbang. Pemilik kosan ini bernama Bu Darmin. Saya menyewa kamar sendirian, 300 ribu rupiah sebulan. Saya senang sekali, rumahnya nyaman. Meski dibekali kipas angin, saya pernah mencoba tanpa kipas angin pun saya tidak kepanasan, padahal cuaca siang hari di Cepu lebih terik dari Surabaya lhoo..
  4. Kosan yang saya huni ini luas sekali. Saya mendapat kamar di bawah ujung. Teman-teman sekosan saya ada Asnani dari MIPA Kimia UNS, juga Dian dan Ika dari Teknik Kimia UNS. Yoyok, teman satu kelompok saya, ngekos di rumah ini juga, di lantai atas pada ujung yang berlawanan. Teman sekosan lainnya ada Loka, Sidiq, Anang, dan Denanda, semuanya dari MIPA Kimia UNS. Ada juga warga kos permanen di sini yaitu Mas Gusti dari Timor Leste yang sedang penelitian tugas akhir, dan Mbak Imah yang bekerja. Ramai ya๐Ÿ™‚ (UNS = univ.negeri sebelas maret surakarta)
  5. Pertama kali sampai di kosan, saya langsung lega luar biasa. ADA TIVINYA!๐Ÿ˜€ Asiikk, jadi saya nggak perlu bela-belain nonton final Euro di pos satpam pusdiklat sama Yoyok๐Ÿ˜†
  6. Setelah melekan sendirian melihat Spanyol membantai Italia (Silva ganteng bangettt >_< *intermezzo, abaikan*), besoknya pada pukul setengah delapan saya sudah berada di pusdiklat, untuk mengikuti pengarahan awal. Semua peserta PKL yang jumlahnya sekitar 160 orang, dikumpulkan di aula besar untuk diberikan pengarahan tentang tatib, fire safety, dan security. Nah, saya akan mengikuti PKL selama sebulan penuh (atau lebih) di PUSDIKLAT MIGAS Cepu, tepatnya di Laboratorium Instrumentasi dan Kontrol. PKL saya dijadwalkan mulai tanggal 2 Juli โ€“ 6 Agustus 2012, tapi kalau bisa selesai lebih cepat ya bagus:mrgreen:
  7. Sebenarnya, mulai tanggal 2 โ€“ 4 Juli adalah masa orientasi para peserta PKL, namun karena ada ujian yang tidak bisa ditunda saya harus balik kembali ke surabaya pada Selasa sore. Orientasinya ya seperti orientasi sekolah atau kampus gitu, dibagi menjadi kelompok-kelompok besar, kemudian keliling kawasan pusdiklat dan mengikuti pengarahan, dll. Saya tergabung di kelompok 2, dengan ketua kelompoknya adalah teman sekosan saya selama di sana. Selama dua hari kemarin, saya sudah mengunjungi power plant, water treatment, wax plant, boiler, kilang, dan lab.dasar (lab.geologi dan lab.minyak bumi).
  8. Setelah orientasi keliling-keliling pusdiklat, tiba saatnya pembagian pembimbing lapangan yang ditunggu-tunggu. Alhamdulillah, proposal saya diterima, saya dan Yoyok tetap ditempatkan di Lab.Instrumentasi sesuai pengajuan. Pembimbing lapangan kami adalah Pak Subur, dan di antara teman se-lab instrumentasi, saya menjadi satu-satunya putri Hawa. Lainnya adalah para kaum berkromosom Y dari teknik fisika ITS dan instrumentasi UNM (malang). Nasib, bakal nggak dapat teman cewek ke mana-mana nih๐Ÿ˜ฆ
  9. Setelah memastikan dapat pembimbing, saya, Yoyok, dan teman-teman UNS segera mengajukan izin keluar kota. Karena keperluannya adalah ujian, maka izin terbilang gampang. Saya dan Yoyok akan kembali lagi beraktivitas di pusdiklat pada hari Senin, 9 Juli 2012๐Ÿ™‚
  10. Mm oke, pengalaman selama di sana. Ada beberapa yang berkesan lebih, di antaranya adalah penjual pecel. Dua hari saya di sana, saya dan teman sekosan sarapan nasi pecel sebelah kosan (hanya berselang dua rumah). Percaya atau tidak, sebungkus harganya dua ribu rupiah! Isinya nasi pecel plus tiga potong gorengan (biasanya tempe, ote-ote, dan tempe gembus). Meskipun sayurnya sedikit sekali kalau untuk porsi saya penyuka sayur, tapi dua ribu itu cukup mengenyangkan buat saya. Dan lagi, nasi pecel itu masih dibungkus daun jati loh!
  11. Ohya, di sana saya tidak memperoleh sinyal Tri maupun Telkomsel, jadi modem saya bener-bener mati gaya, mau bertukar dengan adik saya pun tak ada gunanya๐Ÿ˜ฆ Jadi mungkin saya bakal jarang hadir menyapa teman-teman semua begitu PKL saya mulai aktif lagi. Entah kalau saya sudah menemukan alternatif lain yang lebih memuaskan ketimbang warnet atau numpang wifi pusdiklat:mrgreen:
  12. Secara keseluruhan, tempat saya PKL ini berikut kosannya berada pada wilayah yang strategis sekali. Tidak akan sulit menemukan warung makan baik di pagi, siang, maupun malam hari. Minimarket juga cuma lima menit dari kosan. Ada penjual buah di sebelah minimarket (ini nih yang penting!)๐Ÿ˜€ Ada beberapa warnet dan rental komputer, gerai fotokopian, dan banyak pak becak yang mangkal. Pokoknya nyaman deh!๐Ÿ˜€
  13. Hmm nah, setelah dua hari di Cepu, pada Selasa siang saya dan Yoyok bergegas kembali ke Surabaya. Berangkat jam satu dari kosan, naik becak ke Ketapang, naik angkot ke terminal Bojonegoro, disusul naik bis ke terminal Wilangun Surabaya. Ada satu lagi cerita paling berkesan di sini. Ketika naik bis di Bojonegoro, penumpangnya padat sekali. Nah, baru beberapa menit berjalan, ada seorang bapak-bapak berkaos polo kuning dan tas ransel cokelat naik. Bapak itu langsung menarik perhatian saya karena mirip sekali dosen di kampus saya, dan, ganteng๐Ÿ˜† Oke, kembali ke cerita๐Ÿ˜› Tidak lama juga bapak itu duduk, beberapa saat kemudian, seorang ibu-ibu naik, dan tidak mendapat bangku. Bapak itu langsung mempersilakan ibu itu duduk dan menjadi satu-satunya penumpang yang berdiri. Saya langsung kagum dibuatnya. Benar kata Samwise Gamgee dalam trilogi The Lord of the Rings, โ€œMasih ada kebaikan di dunia ini, dan itu patut diperjuangkan.โ€:mrgreen: Dan gak cuma sekali loh bapak itu memberikan tempat duduknya. Dua kali, yaitu ketika ibu tadi turun, beliau sempat duduk sebentar, lalu memberikan bangkunya lagi. Ahh, saya mendadak ngefans di tempat๐Ÿ˜ณ๐Ÿ˜† Merasa dirinya diperhatikan lebih sering dari sewajarnya oleh seorang gadis berkerudung merah maroon, beliau balik memperhatikan saya. Kebetulan salah satu hobi saya ketika di bis adalah nyanyi-nyanyi sendiri biar nggak mabok, dengan suara pelan tentunya๐Ÿ˜› Begitu ketangkap basah dan diberikan senyuman yang bikin meleleh, saya langsung buang muka ke jendela, salah tingkah๐Ÿ˜† Oke, cukup. Saya sepertinya memiliki ketertarikan tertentu pada bapak-bapak keren, seperti Joachim Loew atau Jeremy Renner, misalnya๐Ÿ˜† Bapak yang usianya sekitar 40-an dan cukup pantas dijadikan ayah atau paman saya itu kemudian turun di Romokalisari, sedangkan saya turun di terminal Wilangun๐Ÿ™‚
  14. Ohya, ada satu orang lagi yang membuat saya kagum. Jadi begini, setelah turun dair bis, saya duduk dan membeli es tebu depan terminal sambil menunggu jemputan kekasih saya. Nah, ketika sedang menunggu itulah, saya bertemu dengan salah seorang dosen kampus saya sedang berjalan kaki melintasi terminal. Saya sudah lama tau, beliau adalah dosen matematika yang tidak memiliki kendaraan plat hitam. Saya tidak tau di mana rumah beliau, saya hanya sering melihat beliau turun dari angkot di pagi hari, depan kampus. Sekali lagi saya kagum, saya tidak menduga rumah beliau sejauh ini. dengan sepeda motor saja, kekasih saya butuh hampir satu jam untuk mencapai terminal Wilangun dari kampus, saat itu kondisi sedang macet sekali karena berbarengan dengan jam kerja selesai. Sedangkan beliau? Mungkin dari matahari masih malu-malu beliau sudah berangkat dari rumah. Kemudian sorenya, ketika semua orang pada kelelahan dan ingin cepat-cepat bertemu bak mandi dan kasur, beliau masih harus mengoper mobil kuning beberapa kali, sabar menjalani. Begitu setiap hari. Bagaimana mungkin saya tidak kagum?๐Ÿ™‚

Ahh, sudah ya segitu dulu ceritanya :3 Saya baru sadar sudah menghabiskan satu jam dan empat halaman karena keasikan๐Ÿ˜ณ Sekarang saatnya belajar untuk UAS Agama II dan susulan Fisika Zat Padat besok๐Ÿ˜€

Tunggu cerita saya selanjutnyaaa:mrgreen:

36 thoughts on “Cerita dari Cepu #1

  1. Kesimpulan saya,
    1. Selamat menempuh PKL
    2. Bakal kangen septi, haha…
    3. Pecel dan Es tebunya bisa delivery ke Denpasar gak??:mrgreen:
    4. Salam untuk Pak Becak Roket, baiknya becaknya dikasih NOS, hahaha… Ga apa, lebih 5rb, amal,๐Ÿ™‚
    5. Terimakasih sudah posting,๐Ÿ˜€

    Sekian…

    1. balasan saya,
      1. terima kasiihh๐Ÿ™‚
      2. preett๐Ÿ˜›
      3. itu pecel sm es tebu selembar lima ribuan aja masih ada kembalian, lha ongkos delivery-nya? -.-
      4. apatuh NOS, Bli?
      5. haha, sama-samaaa:mrgreen:

  2. maaf saya mahasiswa teknik kimia yang ingin kerja praktek di pusdiklat migas cepu jugaa. boleh tanyaa, kalo mau kerja praktek disana syaratnya apa aja ya? terus boleh minta cp orang cepu?

  3. mbak boleh minta cp pihak Pusdiklat Cepu? InsyaAllah mau PKL disana juga..
    seru baca cerita dari cepu-nya mbak.. ^^

    1. Wa’alaikumussalam warahmatullah, saya akan berikan kontak (CP) yang dulu saya hubungi via email, ya. Silakan tanya-tanya ke orang tersebut mengenai prosedur terbarunya.

  4. Assalamualaikum mbak, saya widhi dari teknik mesin undip mau nanya prosedur pengajuan kerja praktek ke cepu seperti apa ya? Mohon di balas terima kasih..

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s