salad days

Saya Lelah. Lagi.

“GOD answers all prayers. But sometimes HIS answer is ‘no’.” – Dan Brown

Semalaman, saya belajar opmod sendirian. Teman-teman kelompok saya? Entah. Sudah sejak lama saya dibuat makan hati gara-gara penggarapan tugas satu ini, mulai dari googling artikel dan jurnal yang ke semuanya berbahasa Inggris, nerjemahin dan memaknai satu-persatu, membuat makalah dan powerpoint, lalu pemahaman materi – sepertinya kok saya nggak ditemani (baca : dibantu) yah? Ah, sudahlah. Saya bersyukur sekali, hanya sekitar satu jam (dari semalam) gerutuan itu ada, selebihnya saya terlalu asyik menerjemahkan dan mempelajari berbagai jurnal tentang aplikasi squeezed states of light dan melupakan segala ke-badmood-tan tentang keapesan saya – ah, saya selalu suka fisika kuantum, tapi tidak matematisnya tentunya, hwihihi :mrgreen:

Pagi ini, saya tiba tepat waktu. Dosennya terlambat. Jujur, saya bingung sekali harus memasang ekspresi seperti apa ketika bertemu mereka (teman kelompok – red). Pinginnya sih ngamuk-ngamuk gitu, tapi kok rasanya nggak cool sama sekali. Jadilah saya keluar, duduk di bangku depan ruang sendirian, sambil belajar, lagi.

Presentasi dimulai. Lalu selesai. Andai proses pengerjaan tugasnya sesimpel itu…

Mood saya tergolong baik hari ini. Buktinya saya ikut tertawa dan ngerumpi bareng ibu-ibu (ilmi, rynda, atut, zilda, titik) sambil menunggu jam masuk fiskom (fisika komputasi). Setelahnya saya ikut kuliah eldig (elektronika digital) dengan senang hati – awalnya berniat memanfaatkan jatah untuk mbolos tapi nggak jadi karena pas sekali ketemu (dan ditegur) dosennya ketika beliau dalam perjalanan ke kelas dan saya sedang duduk-duduk nggak jelas ~.~

Hari ini rasanya sempurna sekali. Proposal metpen akhirnya dikumpulkan, makalah dan presentasi opmod akhirnya kelar. Lega. Plong. Sudah sejak lama saya berniat memanjakan diri hari ini.

Tapi kenyataan tidak harus sejalan dengan rencana kan?! 🙂

Saya seharusnya keluar dengan kekasih ba’da magrib, untuk membeli beberapa perlengkapan yang kekasih saya butuhkan untuk TA-nya (tugas akhir). Ba’da magrib, pesan singkat saya dibalas dengan pembatalan rencana. Rasanya seperti sesuatu sekali dibagi dengan nol. Tak terdefinisi.

Saya begitu marah. Marah karena pembatalan rencana sepihak itu. Saya menyesal, andai saya mengiyakan ajakan rynda dan fiqih untuk nonton bareng sore tadi. Saya begitu lelah, dan saya ingin sejenak melupakan lelah itu. Ketika itu tidak tersampaikan, yang ada justru meluap..menguar..meruah…

Saya begitu…tak terdefinisi.

Maka setelah pembengkakan mata selama tiga jam, saya bangkit dari kasur, menyadari betapa jeleknya saya (ah, memang sejak kapan saya cantik? Sejak digombali kekasih saya?) serta begitu kerasnya konser keroncong alami dari dalam sini *nunjuk perut* ~.~ Ah iya, sedari pagi saya belum makan nasi, hanya kemasukan tempe dan tahu goreng pagi tadi, lalu mie rebus instan sore tadi.

Dan saat ini, saya merasa lelah, lagi. Lagi-lagi karena berekspektasi terlalu tinggi. Ohya, baideway, tahu tek ini terasa lezat sekali 🙂

Iklan

13 thoughts on “Saya Lelah. Lagi.

    1. hehe, apalah arti operator, bracket, persamaan schrodinger, dll itu tanpa penjabaran fisis kan? :mrgreen:
      dan karena saya lebih awam sm bahasa sehari2 ketimbang bahasa matematis, jadilah saya lebih menyukai pemaknaan fisisnya ketimbang utak-atik matematisnya 😆

  1. Sabar ya Septi … jangan nangis gitu yaaa, suka gak enak hati gini nih … #abaikan 😀
    Mata pelajaran mu itu lho, kedengarannya aja mumet ya hahaha 😀

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s