senandika · wanna watch?

Tuhan Telah Lama Pergi dari Afrika

Masih berkaitan dengan postingan saya sebelumnya tentang intervensi Tuhan, saya menulis postingan ini karena request dari salah seorang pembaca untuk mengulas salah satu quote yang diucapkan oleh Leonardo Di Caprio dalam film Blood Diamond.

Sedikit bercerita tentang film-nya ya (buat yang udah pernah nonton, silakan meloncati paragraf ini) hehe… Blood Diamond berisi tentang perburuan berlian Afrika dan pemberontakan yang terjadi di sana (saya lupa negaranya apa, yang pasti di Afrika). Di sana, penduduk pribumi dihantui teror pembinasaan yang dilakukan oleh kelompok pemberontak yang tidak segan-segan memusnahkan satu desa. Bagi laki-laki yang dianggap mampu bekerja sebagai buruh pencari berlian, mereka akan lolos dari pemotongan tangan hidup-hidup. Sisanya? Para wanita diperkosa lalu dibunuh, yang lainnya dipenggal, kepalanya dijadikan bola sepak, dan mayatnya ditumpuk begitu saja. Berlian-berlian dari negara konflik merupakan berlian ilegal yang sebenarnya dilarang beredar di pasaran, namun lolos begitu saja dan dijadikan alat tukar pasokan senjata bagi kaum pemberontak. Nah, Blood Diamond ini bercerita tentang berlian merah seukuran telur bebek yang tidak sengaja ditemukan oleh seorang buruh berlian (sebelum tertangkap, ia adalah seorang nelayan) kulit hitam lalu dikuburnya untuk disembunyikan. Danny Archer (Leonardo Di Caprio) menginginkan berlian itu sebagai gantinya ia berjanji akan membebaskan anak laki-laki si kulit hitam yang dijadikan tentara pemberontak.

Tuhan telah lama pergi dari bumi Afrika…

Kalimat tersebut diucapkan oleh Leonardo di film Blood Diamond. Saya lupa di adegan mana tepatnya muncul kalimat tersebut. Tapi sepertinya, Leonardo berkata seperti itu karena ia melihat kemanusiaan telah lama pergi dari (masyarakat) Afrika, maksudnya para pemberontak. Lihat saja, kaum pemberontak itu tanpa belas kasihan tega membantai saudara sebangsanya sendiri, saudara satu warna kulit. Pembantaian pun dilakukan secara biadab sekali : dipenggal, dijadikan bola sepak, lantas mereka menduduki mayat-mayat sambil mabuk-mabukan.

Pernah dengar kalimat ini? Kegelapan itu tidak ada, yang ada hanyalah ketiadaan cahaya. Kejahatan itu tidak ada, yang ada hanyalah ketiadaan Tuhan. Ya, mungkin sebagian besar dari kita mengetahui bahwa yang mengatakan kalimat sarat makna itu adalah Albert Einstein (yang dikisahkan sedang berdialog dengan dosennya yang atheis), salah satu jenius sepanjang masa – tapi percayalah, kalimat itu sebenarnya merupakan quote filsuf terkenal beratus tahun sebelumnya, yaitu Socrates dalam bukunya (atau Plato ya? Duh, saya lupa lagi -.-). Entah kalau mungkin Einstein mengutipnya πŸ˜€

Kejahatan, adalah manifestasi dari pengabaian Tuhan dalam diri setiap manusia.

Ya, menurut saya, kalimat β€œTuhan telah lama pergi dari Afrika” bukan berarti Tuhan telah memalingkan wajah dari Afrika, bukan berarti Tuhan sudah lama tidak mengintervensi lagi kehidupan bangsa Afrika, juga bukan berarti Tuhan sudah lama tidak mengulurkan tangan-Nya untuk menolong Afrika.

Kalimat itu sama sekali tidak berarti Tuhan telah lama pergi dari Afrika, tidak segamblang itu. Melainkan orang-orang Afrika-lah (para pemberontak itu) yang menutup diri dari Tuhan, yang telah lama mengusir Tuhan dari hati mereka, dan yang sudah benar-benar menutup telinga dari teguran Tuhan melalui nurani mereka.

Tuhan, pasti selalu mengintervensi tindak-tanduk mereka, tapi (mungkin) kesombongan mereka yang terlalu besar menyebabkan tertutupnya nurani yang berujung pada pengabaian. Akibat dari ketiadaan Tuhan dalam diri dan iman mereka, jadilah mereka manusia yang tidak berperi-kemanusiaan. Saya bahkan sampai menitikkan air mata berkali-kali ketika menonton film ini karena sadisnya perlakuan mereka terhadap saudara sebangsanya sendiri!

“Bertindaklah dengan cara sedemikian rupa sehingga kamu selalu menghormati perikemanusiaan, entah kepada dirimu sendiri maupun kepada orang lain, bukan hanya sekali-sekali saja, melainkan selalu dan selamanya.” – Immanuel Kant

Tidak hanya di Afrika, ada atau tidaknya Tuhan, tergantung pribadi setiap diri masing-masing. Tuhan selalu ada. Karenanya, intervensi Tuhan juga selalu ada, entah kita mampu menyadarinya atau tidak. Dengarkanlah nurani. Bahkan ketika kita ragu-ragu mengintip lembar jawaban teman sebelah ketika ujian, pasti ada sedikit rasa ketidaknyamanan di dalam sini (hati) kan? Bersyukurlah jika masih mampu mendengar ketukan nurani bahkan untuk keburukan sekecil apapun.

*sekali lagi, saya mohon koreksi jika pemahaman saya keliru, terima kasih πŸ˜€

Iklan

16 thoughts on “Tuhan Telah Lama Pergi dari Afrika

  1. belum liatt film itu Sep.. btw, jadi inget apa kata Ebiet G ade.

    “Anugrah dan bencana adalah kehendakNya”.

    Apapun itu Sep.. Kalau dikembalikan lagi ke akarnya.. Semua itu kehendakNya.. πŸ™‚

  2. itu adegannya wkt rombongan leonardo disergap pemberontak trs lari ke hutan sampai dibawa ke asrama yg ada kepseknya pakai baju batik. Malamnya leonardo kan bercerita ke temannya yg wartawati itu kalo orang tuanya dibunuh secara kejam wkt dia mshh kecil dlm konflik di afrika. Trs dia blg; aku bertanya2 dlm hatiku apakah tuhan akan mengampuni mereka, kemudian aku berdiri dan keluar melihat sekelilinggku, ternyata tuhan telah lama pergi dari benua ini. Oke,makasih sep,keep writing.

  3. Setuju deh soal yang Septi bilang.

    Memang benar ketiadaan Tuhan di hati kita akan membuat kejahatan yang gantian merasukinya. Seperti seseorang marah dan tidak dapat mengontrol emosinya.

    Pertanyaan pertama yang harus diajukan adalah “Dimana posisi Tuhanmu saat ini kawanku?”. Kalau dia memposisikan Tuhan dihatinya pasti emosinya akan mereda karena Tuhan telah kembali pada kesadarannya.

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s