science world

Intervensi Tuhan, Adakah?

Sekedar corat-coret ocehan hati yang tidak (sempat) tertampung (baca : disuarakan) ketika kuliah Agama Islam II siang ini. Materi diskusi hari ini cukup menarik ya (bagi saya tentunya), yaitu tentang penciptaan manusia (dan sedikit alam semesta) menurut sains dan Alquran, dan jadi semakin seru saja ketika telah masuk ke sesi diskusi.

Ada nggak sih, intervensi Tuhan dalam penciptaan alam semesta dan juga manusia?

Pasti ada. Dalam penciptaan alam semesta, misalnya. Silakan menjadi penganut teori Big Bang, atau boleh saja setuju dengan pandangan Hawking soal ini (kalau ingin tau teori Stephen Hawking tentang penciptaan, silakan baca bukunya yang berjudul The Grand Design). Teori Big Bang (ringkasnya) mengemukakan kalau alam semesta yang sebesar ini (saya juga tidak bisa membayangkan sebesar apa) bermula dari sebuah titik kecil yang amat sangat mampat oleh materi. Titik kecil ini kemudian meledak (makanya disebut teori Big Bang โ€“ atau ledakan besar) dan dalam sekejap saja mengembang menjadi alam semesta purba. Coba dibayangkan seperti bom yang meledak dan melontarkan massa ke mana-mana. Alam semesta ini mengembang dalam kecepatan yang luar biasa besar, sambil mengalami pendinginan, penyatuan โ€˜puing-puingโ€™ ledakan yang nantinya akan menjadi komponen-komponen alam semesta, seperti bintang, planet, satelit, dan lain-lain.

Lantas, di mana letak intervensi Tuhan? Kalau menurut yang saya tau dan disetujui juga oleh akal saya sih (hehehe), pada bagian awalnya. Boleh saja berpendapat dan berteori bahwa proses Big Bang terjadi melalui proses alamiah dan mampu dijelaskan secara ilmiah (dalam bahasa to the point-nya, terjadi secara spontan). Tapi, coba mundur terus ke belakang, apa mungkin titik yang menjadi awal-mula ledakan itu ada dengan sendirinya? Enggak kan? Di sinilah yang kurang saya pahami dari buku The Grand Design-nya Stephen Hawking itu. Saya sudah membacanya berulang kali, tapi tetap saja saya belum mengerti kenapa Hawking bisa sampai berpikir bahwa tidak perlu ada campur tangan Tuhan dalam penciptaan alam semesta. Okelah, jujur saya kagum sekali dengan otaknya yang luar biasa, suka sekali dengan caranya memaparkan fisika kuantum tingkat expert dengan bahasa yang mudah dimengerti, juga dengan teori-teorinya yang asyik sekali. Tapi tetap saja, pikiran saya keukeuh (bersikeras) meneriakkan bahwa, jika memang teori Big Bang itu benar merupakan awal mula alam semesta, maka pastilah Tuhan yang membuat titik tersebut ada, untuk selanjutnya membiarkan (atau memicu) titik itu meledak. Tuhkan, ada intervensi Tuhan kan?๐Ÿ™‚

Oh iya, sampai sekarang pun alam semesta masih mengembang loh! Teori ini dicetuskan oleh Hubble (iya, yang namanya diabadikan jadi nama teleskop yang paling beken itu) dan ada buktinya berupa red-shift atau pergeseran merah yang terlihat dari seluruh alam semesta. Nah, kalau penasaran dengan istilah-istilah yang saya gunakan, silakan googling, bisa-bisa reader semua keburu bosan kalau semuanya saya paparkan di sini๐Ÿ˜€

S__5496871

Nah, selanjutnya, adakah intervensi Tuhan dalam penciptaan manusia? Jelas ada juga… Kehidupan tidak terjadi secara spontan seperti yang dikemukakan oleh Darwin (tau kan Darwin? Iya, yang bilang manusia memiliki kemiripan dengan simpanse โ€“ dan bukan manusia berevolusi dari simpanse, Darwin tidak berkata segamblang itu!). Manusia tidak serta-merta tercipta sebagai hasil dari proses biologis belaka. Sperma ketemu ovum, kemudian terjadi proses biokimia di sana, pembelahan dan perbanyakan sel, morula, blastula, gastrula, kemudian jadi janin dan dilahirkan setelah sembilan bulan sepuluh hari. Tidak sesimpel itu, saudara.. Kloning juga nggak bisa membuktikan bahwa kehidupan bisa lahir tanpa bantuan Tuhan. Lagi-lagi tidak sesimpel itu.. Coba, siapa yang bisa nyiptain nyawa? Ada nggak yang tau formulasi atau susunan molekul dari ruh lantas membuatnya di laboratorium? Ruh, adalah hasil kreasi tangan Tuhan. Sia-sia saja menganggap bahwa kehidupan dapat terjadi secara spontan tanpa campur tangan Tuhan, karena toh, hati nurani kita pasti menolaknya…

Bahkan seorang atheis pun, memiliki nurani yang meneriakkan padanya bahwa ada Zat Yang Maha Segalanya. Jika masih ada pertanyaan-pertanyaan yang masih belum ditemukan jawabannya, biarlah waktu yang akan mengambil alih. Bersabarlah, dan tunggu saatnya tiba.

Karena sesungguhnya ilmu pengetahuan dan agama tidak bertentangan. Ilmu pengetahuan hanya terlalu muda untuk mengerti.

Sama seperti saat ketika manusia menganggap bumi adalah pusat dari tata surya dengan matahari yang mengelilinginya (teori geosentris) karena akal manusia saat itu hanya mampu mencapainya hingga ke sana. Sebelum kemudian tibalah Nicolaus Copernicus dan Galileo Galilei yang membuktikan bahwa teori tersebut keliru. Begitulah cara kerja ilmu pengetahuan. Ada keingintahuan, dilakukan penelitian, suatu teori diajukan, dilakukan penelitian lagi, teori baru diajukan, dan seterusnya. Jadi ingat salah satu tugas Metpen (metodologi penelitian) minggu ini. Begitulah keterkaitan antara ilmu pengetahuan, penelitian, dan kebenaran (lagi-lagi menurut saya, hehe). Meskipun tidak ada kebenaran mutlak, dalam dunia sains, yang paling barulah yang benar.

Terakhir, suka tidak suka (jika memang ada yang tidak suka dengan fakta ini), kita harus mengakui bahwa yang dikalamkan Tuhan dalam kitabnya (Alquran) memang benar. Alquran telah ada jauuuhhh sebelum ilmu pengetahuan pertama lahir. Itulah mengapa dikatakan bahwa ilmu pengetahuan hanya terlalu muda untuk mengerti. Akan sangat mungkin di masa-masa mendatang berbagai mukjizat yang ada mampu dijelaskan secara ilmiah, dan barulah pada saat itu kita berkata bahwa, ternyata yang disebut dalam Alquran benar ya.. Jadi, sabar saja. Kelihatannya mungkin ada banyak hal yang tidak sesuai dengan pemahaman kita saat ini, seperti cerita-cerita Nabi terdahulu, mukjizatnya, keajaiban-keajaiban Alquran, dan lainnya, tapi itu semata hanya karena ilmu pengetahuan tersebut belum sampai pada kita. Sebenarnya, mereka (agama dan ilmu pengetahuan) sangat akur kok, tidak pernah bertentangan๐Ÿ™‚

Selalu ada intervensi Tuhan dalam alam semesta, apa pun dan bagaimana pun bentuknya…

Wallahu aโ€™lamu bisshawab…

*mohon dikoreksi jika ada yang keliru dari pemaparan saya, dan mohon diluruskan jika ada yang salah dari pemahaman saya, karena kebenaran itu datangnya dari Allah, dan salah itu dari saya๐Ÿ™‚

**sumber gambar: koleksi pribadi

26 thoughts on “Intervensi Tuhan, Adakah?

  1. wew..๐Ÿ™‚ tetap ada campur tangan Tuhan Sep. Semua ledakan yang tercipta, hanya akan menghancurkan.. Sementara ledakan big bang, sama sekali tidak menghadirkan kekacauan, justru ada banyak keteraturan.. Dan itu bukti bahwa Tuhan memegang kendali atasnya.

    *Pernah baca itu, entah dimana.*

  2. Simply, kalau saya sih, intervensi Tuhan ada di setiap kejadian. Ya, bahkan di setiap kejadian yang ‘katanya’ tidak perlu campur tangan Tuhan, ada campur tangan Tuhan di sana. Hanya saja kita sering tidak sadar. Biasanya ketika ada sesuatu menakjubkan yang tidak tertangkap akal, barulah kita mengatakan bahwa itulah intervensi Tuhan, padahal setiap detilnya sekali pun ada intervensi Tuhan di sana.

    Wallahu A’lam bishshawab…

  3. konon, campur tangan Tuhan hanya bisa dijelaskan oleh iman, dan semua yang tak terpahami oleh ilmu juga hanya bisa dilengkapi oleh iman๐Ÿ™‚

    1. iya mbak๐Ÿ™‚
      dan yg mnjadi perdebatan slanjutnya di kelas (agama) tadi adalah, kbanyakan orang yg udah berkecimpung lama di dunia sains (ilmuwan) malah imannya makin nipis, hehehe๐Ÿ™‚

  4. Pernah nonton film blood diamond? Di situ leonardo bilang tuhan telah lama pergi dari afrika. Mohon ulasannya mbak septi..

    1. iya, pernah. saya suka sekali film itu๐Ÿ™‚
      saya sempat menitikkan air mata d bbrapa adegan, sperti waktu si org kulit hitam itu berusaha mnyadarkan anak laki2nya yg trauma akibat dpaksa mnjadi tentara pemberontak๐Ÿ˜ฅ

      mudah2an saya msh ingat filmnya.. spertinya, leonardo di caprio brkata sperti itu karena ia mlihat peri-kemanusiaan sudah pergi dr afrika. lihat saja, mereka (para pmberontak) tanpa belas kasihan mmbantai (ya, mmbantai) pnduduk pribumi yg jelas2 satu bangsa dgn mereka scr biadab skali.

      pernah dengar ungkapan bahwa “Tuhan tdk mnciptakan kjahatan, tp kjahatan adalah manifestasi dr ketiadaan Tuhan”? menurut saya, kalimat itu bukan berarti Tuhan-lah yg memalingkan wajah dr afrika, melainkan orang2 afrika-lah (para pmberontak itu) yg menutup diri dr Tuhan, yg mengusir Tuhan dr hati mereka, & yg menutup telinga dr teguran Tuhan melalui nurani mereka. begitulah maksud kalimat leonardo itu. akibat dr ketiadaan Tuhan dlm diri mereka, mereka mnjadi manusia yg nuraninya buta, rasa kemanusiaan pun hilang ntah kmana.

      jujur saya agak bingung bgmana hrus mengulasnya dgn kalimat yg tdk terlalu panjang, hehe. mungkin jika lain waktu saya tlah mnemukan cara mnjelaskan sudut pandang saya dgn baik, akan saya posting. dtunggu saja ya.. terima kasih request-nya๐Ÿ™‚

  5. simple saja lah, adanya postingan ini adalah intervensi Tuhan, adanya koment saya pun intervensi Tuhan, intervensi yang paling jelas adalah Tuhan masih memberi kita napas untuk menulis ini semua๐Ÿ™‚

  6. Ya.mmg beruntung org2 yg bisa menerima keimanan dgn hal2 sederhana, tp ada jg diantara kita yg dr pabriknya di otaknya ditanami program untuk bertanya trs sampai ke ujung, ya spt mbak septi ini… (sial, aku juga). Btw, aku prnah lht acara harun yahya,dstu ada seorg Ahli fisika ditanya benarkah alam itu diciptakan? Dia terdiam sebntar kemudian berkata dgn perlahan; sesungguhnya alam semesta ini memiliki keteraturan sampai seDETIL-DETILnya, dan kalau dibilang itu terjadi scr kebetulan,maka ibaratnya kita mengatakan ada sebuah lapangan yg penuh rongsokan besi tua dan kemudian lewatlah tornado disitu dan wuzz…terciptalah sebuah jumbo jet B747. Tentu kita akan bilang MUSTAHIL. Jadi kalo msh ragu soal penciptaan maka menurutku slh satu cara mengatasinya adalah dgn mempelajari fisika sampai sedetil-detilnya juga,.. ‘semangat!!! Eh,tp kalo aku nyerah aja deh,soalnya kmrn aja teori medan 2 dpt D, trs mekanika benda langit cm dpt C ,kasian

  7. Intervensi?
    Manusia suka melakukan sakralisasi peristiwa yg terjadi diluar kontrolnya, itu intervensi oknum adikodrati katanya.
    Bila peristiwa itu negatif atau merugikan maka oknumnya bernama iblis atau setan, sedangkan bila positif atau menguntungkan oknumnya bernama Tuhan.

    Sebagai tambahan bacaan bisa langsung ke:
    Tuhan, Siapakah Engkau?

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s