salad days

Senangnyaaa :D

Saat menulis ini, saya sedang dilanda euforia dan kesenangan yang luar biasa karena sebentar lagi saya akan pulang ke tanah kelahiran saya : bumi serambi mekkah!๐Ÿ˜€

Ceritanya, selama dua bulan ini saya โ€˜galauโ€™ (baca : dilema) masalah antara pulang atau PKL (praktek kerja lapangan โ€“ red). Sekitar tiga bulan lalu, ibu saya pernah berceletuk, โ€œYaa kalo emang gak ada PKL, pulang aja ya nak…โ€ segera setelah itu saya merasa sedang berada di antara gumpalan awan yang empuk seperti kapas dan berloncatan di sana, yuhuuuu๐Ÿ˜€ #errr permisi, emang awan empuk ya?!

Nah, semenjak tiga minggu lalu, ibu saya sudah mulai meributkan masalah liburan saya โ€“ khawatir kalau saya jadi pengangguran dan sekarat kebosanan karena gak ada kerjaan sepertinya. Ah saya jadi terharu diperhatikan begitu. Tapi itu semua tidak berlangsung lama. Dari opsi-opsi yang ditawarkan ibu saya, tidak tersamar lagi kemungkinan kalau saya akan pulang! Oh Tuhan… Singkatnya, saya disuruh untuk pulang dan menjaga rumah di Madiun (yang sudah jelas saya akan sendirian), mengisi waktu dengan belajar memasak dan membaca buku (iya sih kelihatannya asik juga, tapi gak mungkin kan selama sebulan begitu terus?!) dan pergi rekreasi di sekitar sini aja (bayangan ibu saya, Jawa Timur itu banyak sekali tempat wisatanya, dan memang bener sih, tapi kan gak mungkin saya menjelajahi semuanya selama liburan, mana uangnyaaaa).

Puncaknya adalah seminggu ini. Saya merasa frustasi sekali karena tidak diminta untuk pulang. Menyinggung pembicaraan ke arah sana saja tidak. Mau saya yang mengungkitnya? Jelas sungkan lah, siapa juga yang punya uang? Akhirnya saya terjebak dalam pemikiran gundah-gulana saya sendiri. Ketika anak yang lain disuruh pulang, bahkan dimarahi kalau tidak cepat-cepat pulang, kenapa saya enggak? Huhuhu๐Ÿ˜ฆ

Akhirnya, hari ini, setelah dikompori oleh kekasih saya, yang telah dengan setia mendengar keluh-kesah saya yang rindu kampung halaman selama ini, saya pun memutuskan untuk mengangkat pembicaraan ini dengan nada bercanda tapi dalam hati galau setengah mati. Dan apa yang saya dapat?

โ€œKata romo (romo itu ayah saya โ€“ red), kalau mau pulang ya pulang aja, kok repot. Udah ndang beli tiket sana, cari yang murah, yang penting jangan weekend.โ€ Begitu bunyi pesan singkat dari ibuku.

GDUBRAKKK KLONTANG KROMPYANG!!!

Ah, selalu saja seperti ini. Sama seperti waktu bilang kalau laptop rusak, waktu handphone hilang, juga kali ini. Saya sudah gundah-cemas-khawatir gimana ngomongnya supaya tersampaikan dengan tepat dan meminimalisir emosi negatif yang mungkin muncul, ayah saya malah menanggapinya dengan enteng sekali layaknya makan kerupuk -__________-

Dan akhirnya, tidak sampai tiga jam setelah niat saya di-ACC oleh orang tua, saya segera browsing harga tiket lalu pergi ke travel. Agak kecewa karena harga berubah sedemikian cepatnya (yah, maklum sih) pihak travel akan menghubungi saya lagi besok pagi untuk memberi kepastian harga tiket termurah untuk minggu ini dan minggu depan. Saya pun pulang dan sudah tidak sabar untuk membagi kebahagiaan ini pada pembaca semua๐Ÿ˜€

Yosh! Sebentar lagi saya akan pulang!

*pesan ayah saya : yang penting jangan lupa bawa KHS (kartu hasil studi โ€“ red) buat nyairin beasiswa dari perusahaan, haha oyeee๐Ÿ˜€

25 thoughts on “Senangnyaaa :D

  1. Hehe, dasar Septia nih, kamu orangnya gak tegaan ya. Salut.๐Ÿ™‚
    Udah hak anak untuk minta sesuatu ke orang tuanya. Meski sang anak jangan memaksa kalau ortu gak bisa memberi yang dinginkan si anak.๐Ÿ˜‰

    Akhirnya… jangan lupa laporan selama liburan ya!๐Ÿ˜€

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s