salad days

Tujuh Tahun Lalu

Saat ini, tujuh tahun lalu, aku sedang bingung menatap jalan-jalan yang retak, tanah yang merekah, dengan mata yang masih basah oleh air mata keterkejutan. Perabot-perabot rumahku yang pecah berantakan. Pohon-pohon tumbang. Sinyal komunikasi dan saluran televisi yang terputus. Dan kesunyian yang mencekam.

Dua jam sebelumnya, aku yang masih duduk di kelas 2 SMP sedang asyik-asyiknya menonton Doraemon dan berbagai film kartun di hari Minggu lainnya. Tanpa firasat. Dan semua terjadi begitu saja. Delapan-koma-sembilan skala richter.

Aneh, aku masih ingat guncangannya. Aku masih ingat sensasinya. Aku masih ingat gelombang kejutnya. Aku masih ingat rasa paniknya. Aku masih ingat teriakan-teriakannya. Aku masih ingat bau menyengat dari mayat-mayat yang dijejerkan begitu saja di sepanjang jalan. Aku masih ingat galian lebar di tanah lapang yang kini jadi kuburan massal. Aku masih ingat petugas-petugas bermasker dengan warna rambut dan pupil mata yang bermacam-macam. Aku masih ingat berhari-hari terisolasi dari dunia luar dan berbulan-bulan menikmati ikan sarden dan daging kornet kalengan sampai bosan. Aahh, aku masih ingat semuanya. Mana mungkin terlupa, ya kan?!

Mengenang tujuh tahun peristiwa gempa dan tsunami Aceh, serta seorang sepupuku yang belum ditemukan hingga sekarang. Semoga engkau dan seluruh jiwa-jiwa syahid yang pergi dalam damai diterima dengan tenang di sisiNYA…

Lab. Mekatronika, 26 Desember 2011 – 10.07 WIB
*aku telah melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana yang disebut rata dengan tanah itu…

Iklan

19 thoughts on “Tujuh Tahun Lalu

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s