salad days

Adakah yang Harus Kudukung?

Setiap suara yang keluar dari mulutku, harus diikuti dengan tanggung jawab. Begitu pula setiap dukungan yang kuberikan, harus ada follow-upnya. Apa? Tanggung jawab. Bukan sembarang hal untuk memberikan suara dan dukungan. Bukan hal yang enteng untuk memilih dan memajukan. Ketika kamu memiliki calon, ketika kamu memilih kandidat, ada hal yang sebenarnya seringkali luput diperhatikan. Kelanjutan setelahnya.

Begitu pula dengan yang sedang marak-maraknya terjadi di kampusku. Tahun ini akan diakhiri dengan pemira (pemilu raya) para pemimpin ormawa (organisasi mahasiswa – red) seperti tahun kemarin. Karena itu, sekarang sedang panas-panasnya pencalonan sosok yang akan dijadikan kandidat. Dalam hal ini, entah kenapa, aku masih – bisa dibilang dalam keadaan dilema. Dilemaku terletak pada apakah aku akan mendukung calon dari angkatanku untuk menjadi seorang presiden hima (ketua himpunan – red)? Kalau iya, dalam bentuk apa dukungan itu akan kuberikan? Dan bagaimana kelanjutan kehidupan organisasiku setelah ini?

Oke. Aku telah memutuskan (sejak lama sebenarnya) untuk vakum dari kegiatan organisasi (terutama himpunan mahasiswa departemen) mulai semester depan. Aku berencana mengalihkan fokusku terhadap hal lain – mengajar, bergabung kembali bersama teman-teman mahasiswa Tanah Rencong, dan kuliah. Itu saja. Dan aku sedang dalam proses transisi. Mungkin sebagian teman merasa aneh dengan tindak-tandukku yang seperti kembali menjadi Septia yang dulu – jarang ke sekre hima, mulai menutup diri lagi, ke mana-mana sendirian (dan gak bawa proposal, hehe), lebih sering kelihatan belajar dengan tekun di bangku depan (haha), dan apalah yang lain. Tapi – yah, aku tidak peduli, terserah lah apa kata orang.

Aku merasa telah melakukan kesalahan hari selasa lalu. Saat itu jam enam sore dan aku baru selesai kuliah pemrograman komputasi. Niat hati ingin segera pulang setelah sholat di musola, tapi entah kenapa aku malah berbelok ke ruang 125 – tempat pemilihan Ketua DSMF (dewan suara mahasiswa departemen fisika – red) sedang berlangsung. Tanpa memungkiri, aku sendiri merasa aneh dan bertanya-tanya mengapa kakiku melangkah ke sana. Singkat kata, aku masuk ke ruangan yang berisi tak lebih dari 40 orang itu. Simpatiku berhasil terpetik. Dan aku akhirnya terlibat dalam pencalonan dan pemilihan ketua DSMF – meskipun lebih banyak diam saja sepanjang acara. Klimaksnya, aku diikutsertakan dalam pengambilan sumpah anggota DSMF – aku menjadi anggota komisi C! Ceritanya, sang ketua terpilih memegang tanganku dan berkata, “Ayo Sep, tadi mencalonkan aku, sekarang harus ikut sumpah jadi DSMF juga…” – dan ya, makjleb banget rasanya!

Sejak itu aku berpikir : jika aku ingin pergi, maka aku harus bisa jadi orang yang tegaan dan melakukannya secara total, gak setengah-setengah.

Penderitaanku dimulai sejak saat itu. Aku tidak menikmati rapat sama sekali, aku tidak bersemangat melontarkan suara dan pendapat, dan sepanjang rapat aku menjadi salah satu peserta terdiam.

Ketika diadakan rapat angkatan, seribu satu kali aku berpikir untuk datang atau tidak datang. Masalahnya sama. Aku tidak ingin suara dan dukunganku ditagih pada akhirnya. Sampai sekarang pun, aku masih dilema. DILEMA. Dia temanku. Salah satu calon presiden himpunan itu teman sekelasku. Bagaimana aku akan mendukung dan memberikan suaraku padanya jika aku memang ingin? Tentu saja bukan sekedar mengambil surat suara lantas mencoblos di nomor urutnya kan?! Seandainya pun iya, bagaimana jika seandainya aku ditagih dengan senjata yang sama seperti sebelumnya?

Terlepas dari fakta bahwa calon yang akan kupilih haruslah yang benar-benar pantas dan memiliki kualitas sebagai seorang pemimpin, aku masih bertanya-tanya apakah aku perlu memberikan suaraku kali ini. Tanpa memandang siapa yang terpilih.

Sangat tenang dan sejuk di perpustakaan, 18 Desember 2011 – pukul 12.05 WIB

*Tuhan, aku butuh jawaban…

Iklan

6 thoughts on “Adakah yang Harus Kudukung?

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s