senandika

Be Yourself??? Kayaknya Perlu Dikoreksi Lagi deh…

Sering saya (dan kita) mendengar kata-kata be yourself atau always be yourself – entah itu di komik, novel, film, iklan, atau bahkan motto hidup seseorang karena memang banyak yang menggunakannya. Namun, benarkah?

Ketika (sebut saja aku) berkata be yourself untuk diriku sendiri, apakah aku sudah benar-benar mengenal diriku? Dan apa alasanku berkata seperti itu, bahkan sampai dijadikan motto hidup?

Menurut saya, lagi-lagi sekedar pendapat saya, sebelum berkata be yourself dan sanak-saudaranya, yang perlu kita tanamkan pertama kali adalah kenali dirimu sendiri dulu. Seperti apa sosok seorang aku? Apa kualitas-kualitas yang aku miliki? Apa kekuranganku? Apa ancaman terbesarku? Dan pertanyaan-pertanyaan mendasar lainnya tentang hakikat diri yang sifatnya filosofis. Kenapa? Karena gak mungkin kan kita moro-moro (tiba-tiba – red) menyuruh untuk menjadi dirimu sendiri sedangkan kita sendiri gak tau seperti apa kita harus menjadi?

Jika kamu adalah seorang yang cengeng dan nekat, diputuskan oleh pacar, mengadu kepada sahabat, lantas sahabatmu memberikan nasehat ini-itu dan ujung-ujungnya ada kalimat ‘udaah, be yourself aja, kamu pasti bisa melalui ini semua kok…’ nah lho, apa yang bakal kamu lakukan? Mau tetap jadi seseorang yang nekatan dan nangisan?

Sekedar berbagi, dalam kamusku (?), ada tiga tahapan yang ada kaitannya sama kalimat mujarab be yourself ini. Pertama, know yourself. Kedua, be yourself. Ketiga, think highly of yourself. That’s it. Mari kita telaah lebih lanjut masing-masing frasa antik itu.

Pertama, introspeksi diri dulu. Ini penting banget dilakukan buat ngenal seperti apa dirimu. Silakan klasifikasikan sifat-perilaku-karakter yang nempel di tubuhmu kepada kelebihan dan kekurangan. Selanjutnya, udah tau kan, bekerjalah semaksimal mungkin untuk menjadikan kekurangan itu sebuah kelebihan yang menguntungkanmu.

Selanjutnya, silakan jadilah dirimu sendiri, dengan memperhatikan kualitas-kualitas terbaikmu. Buat apa menandai diri sendiri dengan kekurangan? Sifat nekat bikin kamu antik, terus dipertahanin gitu? Karaktermu yang lemah dan cengeng bikin kamu beda dari yang lain, terus mau dimuseumkan? Ckckck…

Terakhir, let’s think highly of yourself. Ingat Laskar Pelangi? Ingat video mahasiswa terkenal dari IPB Danang Ambar Prabowo Sang Pembuat Jejak? Betapa banyak kisah yang dibukukan maupun difilmkan yang bercerita tentang kedahsyatan mimpi dan tekad? Dengan berpikir lebih tentang diri sendiri, kita ibarat sudah memetakan mau menjadi apa kita di tahun-tahun mendatang. Dalam bahasa jaman sekarang, istilahnya narsis, tapi bukan narsis yang itu – bergaya macem-macem ketika difoto, yang monyongin bibir lah, ngambil angle yang bikin wajah jadi gede lah, adaa aja. Maksudnya narsis di sini adalah, berpikir bahwa kita bisa. Misalnya, saya menanamkan sugesti kepada diri saya sendiri kalau saya adalah seorang pemimpin sehingga sehari-harinya dalam berperilaku, saya harus mampu mencapai kualitas yang dibutuhkan oleh seorang pemimpin. Atau, saya berpikir kalau saya ini public figure sehingga saya harus berhati-hati terhadap segala tindak-tanduk saya. Lihat, memberi dampak yang baik kan? Tergantung bagaimana kita menempatkan sosok ideal saja.

Sekali lagi, be yourself jangan langsung diartikan gamblang sebagai be yourself. Pikirkan lagi lebih dalam dengan mengenali dirimu sendiri, lantas dilanjutkan ke tahapan yang lebih tinggi yaitu think highly of yourself dan kita akan semakin mendekati pribadi yang berkualitas baik.

 

*terinspirasi darii… mmm ada deh… :p

Iklan

4 thoughts on “Be Yourself??? Kayaknya Perlu Dikoreksi Lagi deh…

  1. kalo yang saya pahamin sih motto ‘be yourself’ itu bertujuan supaya kita nggak terlalu tergantung pada pendapat orang lain.. ada sejumlah hal yang bisa kita lakukan sendiri, dan ada hal-hal lain dimana kita bisa menggunakan pendapat dan bantuan orang lain. intinya sih supaya membangun kepercayaan diri, kali ya.. tapi kalo yang dianjurkan dalam agama sih kalo kita memperkenalkan diri katanya mesti bilang “saya adalah orang Islam/muslim/muslimah”. bukan berarti ngaku2 sebagai muslim yang baik juga sih :mrgreen:, tapi karena apapun yang kita lakukan sebagai muslim harus kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan terlebih dahulu. karena bagaimanapun kita diberi kebebasan untuk melakukan banyak hal di dunia ini. menggunakan bakat dan potensi, mencari dan mencapai keinginan dan cita-cita… dan apapun yang terjadi, baik yang menghambat maupun mendorong kemajuan arus hidup kita di dunia, toh akhirnya pengadilan yang terakhir kita hadapi adalah hari akhir di hadapan Allah. jadi, istilahnya diawali dengan Allah dan diakhiri dengan Allah lah. yeah, semoga kita semua bisa melakukannya, yah. Amin.
    met weekend! 🙂

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s