this is college · uncategorized

38 Ksatria di Momen AMT 2010

Hari ini hari pertama liburan. Waktu beres-beres kamar tadi, aku nemu beberapa dokumen lama. Dokumen acara AMT setahun lalu. Achievement Motivation Training (AMT) adalah program kerja tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Fisika Universitas Airlangga. Kali ini, ada cerita mengalir begitu saja melalui jari-jariku teriring senyum. Ini dia kisahku dan kisah kami selama AMT.

AMT 2010 ‘TORSI’ dilaksanakan pada hari Jum’at – Minggu, 30 April – 2 Mei 2010 di daerah Kondang Merak, Desa Bantur, Kabupaten Malang Selatan. Kepanitiaan dan kepesertaan dipegang oleh arek-arek HIMAFI angkatan 2009, angkatanku. Secara struktural, saat itu aku memegang jabatan sebagai staff sie.kesekretariatan, namun, karena satu dan lain hal, tiga hari menjelang hari H aku ditunjuk sebagai koordinator sie.Acara di lapangan alias eksekutornya. Alasannya satu : karena gak satu pun anak sie. Acara yang hadir, wow!

Singkat cerita, yang berangkat ke lokasi adalah 38 anak angkatan 2009 yang bertugas sebagai panitia sekaligus peserta – belakangan Adip (temanku – red) menyebut arek HIMAFI 2009 yang ikut ini sebagai pasukan 38 spartans (haha, ngikut-ngikut film 300 spartans).

Karena acara ini ilegal (gak dapet izin dari kampus tapi nekat berangkat juga karena kincir anginnya udah jadi), keberangkatan dijadwalkan setelah maghrib. Perlu waktu sekitar enam jam untuk menempuh jarak Surabaya – Kondang Merak dengan truk. Selama perjalanan, aku menahan diri terus supaya gak muntah (maklum, mabuk darat -______-)

Jam setengah dua pagi rombongan truk sampai di pertigaan jalan masuk Kondang Merak. Truk gak bisa masuk lebih jauh karena saat itu habis hujan dan jalanannya jelek banget. Akhirnya, anak-anak (cowok) yang udah di ground harus njemput cewek-cewek yang naik truk. Setelah menunggu sekitar 20 menit, mereka datang dan membawa yang sakit-sakit dulu dengan sepeda motor. Sisanya, harus jalan kaki dulu. Saat itu aku pakai sepatu kets Precise warna biru navy dan aku langsung menyesalinya – kenapa aku gak pake sandal aja kayak yang lainnya? Bener aja, jalanannya becek banget, lumpur tok, sampe di tengah-tengah jalan aku harus ngelepas sepatu dan telanjangan kaki. Dan sepatuku gak bisa dipakai lagi, hiks…

Rombongan pun jalan bareng tim survey (cowok-cowok yang udah dateng duluan) sambil bawa senter (maklum, gak ada penerangan). Setelah jalan sekitar setengah jam, ada beberapa sepeda motor penjemput lagi, dan aku ditawarin naik. Karena aku ini tergolong cewek kloter hampir terakhir, akhirnya aku naik bareng Yosua. Entah karena Yosua itu baik banget atau apa, setiap ketemu rombongan kita yang lagi jalan dan bawa barang, dia selalu menawarkan diri untuk bantu ngangkut. Alhasil, beginilah isi sepeda motor yang kami tumpangi : di setang kiri ada dua pasang sepatu, di sandaran depan (bawah kemudi) ada 2 tikar gulung sama tas gede isi peralatan masak dan bahan makanan; Yosua manggul ransel besar di depan, tas tenteng kecil isi baju (entah punya siapa) di lengan kiri, tikar gulung di lengan kanan; aku manggul ransel sendiri di belakang sambil mangku sekarung peralatan masak sama kresek yang isinya setengah lusin botol aqua 1,5 liter (yang masih ada isinya), tangan kanan megang galon kosong, tangan kiri megang kresek isi bahan makanan (gula, kopi, teh, mie instan – yah, emang gak gitu berat, tapi jadinya terasa berat banget kalo disuruh megang selama 20 menitan tanpa bisa istirahat atau sekedar ganti posisi!). Dan sepeda motor yang kami gunakan adalah Honda Supra X, kebayang? Alamakk, bener-bener ngerasain perjuangan dah ngelewatin genangan lumpur sampe hampir jatuh empat kali (kakiku dan kakinya Yosua gak sempat istirahat karena selalu dalam posisi menggantung, siap nahan kalo tergelincir di tengah lumpur, wew!).

Setengah tiga aku sampai ground dan tanpa ngapa-ngapain lagi langsung jatuh tertidur saking capeknya. Jam 4 pagi aku bangun dan membangunkan teman-teman lainnya buat sholat shubuh, tapi usahaku yah, gak berhasil, hanya beberapa orang aja yang bangun dan sholat. Setelah upacara pembukaan dan sarapan, acara selanjutnya adalah jelajah. Ini dia acara yang kutunggu-tunggu, hehe. Kita dibagi jadi empat kelompok, ini dia pembagiannya :

Kelompok 1 : mahendra (ketua), rudy, ivan, wahyu, jefry, tio, hilya, siska, puput

Kelompok 2 : arif (ketua), asep, ligar, syam, adi, aku, rahma, dina (TB), dina (fisika)

Kelompok 3 : guntur (ketua), wawan, yosua, ryan, alfan, qolby, lala, lely, kristia

Kelompok 4 : zumar (ketua), dyar, adip, yufan, aufa, dena, intan, dias, pipin

Jelajahnya seru banget, mulai dari game sederhana tapi kaya makna, sampe game asah otak yang ngaitin antara ilmu fisika dan perlu taktik buat nyelesaiinnya. Ada juga game pertarungan antar-kelompok. Materi-materi yang dikasih kakak senior pun menarik, dan yang paling berkesan itu pemandangannya! Tempat yang kami jelajahi bener-bener bagus luar biasa. Sama sekali gak lebay, tapi Kondang Merak emang tempat yang bagus banget. Ada tempat dengan ombak yang besar dan angin yang sejuk, ada juga tempat seperti kolam renang yang teduh – ini pantai terindah yang pernah aku kunjungi.

Selesai jelajah, masih ada waktu sekitar satu jam buat acara bebas. Waktu ini kuhabiskan buat jalan-jalan di pantai, tapi karena gak bisa berenang, aku gak sampai ke tengah laut main-mainnya, hehehe. Di jam ini juga kuhabiskan buat mengenal temen-temen seangkatan lagi, mulai dari prodi Teknobiomedik, sampai prodi OSI. Karena aku selama dua semester pertama itu cenderung diem dan gak muncul ke permukaan, makanya gak sedikit teman-temanku yang baru kukenal di momen AMT ini, seperti Guntur, Lely, Dias, juga Zumar.

Setelah ISHOMA, ada waktu buat istirahat terus dilanjutkan materi All About HIMAFI yang diisi oleh Mas Faisol (Fisika 2005). Aku yang emang gak pernah nongol di himpunan jadi tau banyak setelah dapet materi ini.

Malamnya, acara puncak : pelantikan dan malam keakraban. Sebelum pelantikan, ada sebuah sesi introspeksi dulu untuk mengevaluasi kinerja angkatan 2009 selama ini. Yang mimpin sesi ini Mas Guruh (selaku Presiden HIMAFI saat itu) sama Mas Bayu Buwana Bakti. Banyak hal yang dievaluasi, dan hal-hal itu membuat aku tidak tahan untuk tidak menangis, apalagi ketika sampai pada kesempatanku untuk menjelaskan dan membela diri sebagai eksekutor Acara di lapangan. Aku ingat, ada dua orang yang menangis waktu itu : aku dan Dina. Sampai sekarang aku masih bertanya-tanya, apakah yang Mas Guruh sampaikan waktu itu memang benar adanya ataukah karena ingin menguji mentalku saja dengan bahasa yang sedemikian rupa – tanpa bermaksud melebih-lebihkan aku mengatakan kalau kata-kata Mas Guruh waktu itu sangat menyakitkan hatiku, tapi aku dibuat bingung sendiri karena setelah sesi itu Mas Guruh justru berkata yang menyiratkan hal sebaliknya. Ah, aku tidak tau…

Hari ketiga. Hari terakhir. Acara hari ini full pengmas. Mulai dari acara tanam pohon setelah sarapan, sampai penyerahan PLTAg (Pembangkit Listrik Tenaga Angin) secara simbolis kepada warga setempat. Hari ini benar-benar menyenangkan. Aku yang biasanya hanya diam saja entah kenapa jadi terbawa suasana, ikut hangat dan membaur, meski baru kepada teman-teman sekelompokku, hehe. Setelah acara foto-foto bareng kincir angin, kami lanjut ke packing dan persiapan sebelum pulang.

Aahh, meskipun mungkin keberhasilan acara ini masih tanda tanya (ada yang bilang berhasil ada juga yang bilang nggak) tapi bagiku acara ini benar-benar sukses, setidaknya untukku pribadi. Melalui momen inilah aku mulai muncul ke permukaan. Melalui momen ini aku mengenal teman-temanku dan permasalahannya. Mulai momen inilah aku jadi tersadar akan sesuatu dan belakangan, aku bangkit mengejarnya. Momen ini juga yang menandai pertisipasiku di himpunan. Sepanjang perjalanan pulang, aku masih naik truk, tapi mual tidak kurasakan sama sekali. Aku mengenang-ngenang tiga hari yang kulalui. Aku memandangi teman-temanku yang tertidur kelelahan di truk. Aku memperhatikan teman-temanku yang naik sepeda motor di belakang truk. Aku melihat kakak-kakak kelas yang mendampingi kami. Dan senyumku tak hentinya mengembang. Lelahku terbayar lunas.

Satu yang masih kuingat sampai sekarang : kehangatannya, dan perjuangan.

Inilah jejak awal langkahku selanjutnya, yang sebenarnya. Visiku, misiku, targetku, kontribusiku, dan komitmenku. Selamat bergabung bersama keluarga baru untukku.

38 ksatria AMT 2010 dlm pengmas kincir angin di Kondang Merak, Malang - Mei 2010
Iklan

One thought on “38 Ksatria di Momen AMT 2010

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s