this is college

Profesor Seenak Dewa

Izinkan saya bercerita tentang fenomena dosen di kampus saya yang bergelar profesor. Mungkin ini cerita yang biasa-biasa saja, tapi sumpah, saya sangat sebal karenanya.

Hari ini seharusnya saya ada UAS Fisika Kedokteran jam 7 pagi. Sebelum jarum jam nunjuk angka 7 pun, mahasiswa udah pada siap di ruang ujian. Ada yang lagi belajar sendiri, diskusi, atau sekedar ngobrol ama temen sebelah. Saya sendiri nunggu Bu Dosen Modis sambil baca-baca Fisika Tubuh Manusia-nya Cameron. Menit demi menit berlalu, dan si Bu Dosen nggak nongol-nongol. Rasanya lamaaa banget.

Sampe akhirnya jam setengah delapan salah satu mahasiswa ngecek di ruang dosen sampe muter-muter ke ruang departemen. Dan sosok yang dicari, tidak ditemui di mana pun. Alhasil, jam delapan lebih lima menit, salah seorang perwakilan mahasiswa menelepon kontak ibu tersebut dan beginilah kira-kira percakapan yang terjadi…

Mahasiswa : Bu, sekarang ada UAS Fisdok jam ke 1-2. [dengan nada sesopan mungkin]
Profesor : Lho, hari ini ya ujiannya? Bukannya Rabu? [jdeerrr, padahal udah jelas-jelas Rabu kemarin libur nasional Isra’ Mi’raj]
Profesor : Wah saya lupa. [tuhkan lupa, kenapa gak ngaku dari awal]
Profesor : Yasudah, kalian cari pengganti di hari lain saja. [!@#$%*&&$%$!!!]

Akhirnya, mahasiswa sekelas yang udah emosi karena alasan klasik ‘lupa’ itu, pada berencana untuk ‘gantian mahasiswanya yang lupa’ meskipun nggak mungkin juga rencana itu bakal dijalankan.
Secara pribadi, saya kesal sekali. Bukan hanya karena beliau melupakan jadwal ujian hari ini, tapi juga beberapa keteledoran rutin lainnya. Sebut saja, sering sekali telat masuk ruang kuliah buat ngajar tapi begitu masuk uring-uringan. Tidak mentolerir kesalahan seolah-olah beliau itu perfeksionis juga iya. Contohnya, beliau pernah memberi tugas dan saya lupa menulis satu baris pertama jawaban berupa rumusnya [tau kan, kalau ngerjakan soal pake rumus, biasanya nulis rumus dulu baru dimasukin angka-angkanya] nah aku lupa nulis rumusnya malah dikasih NOL!

Weteha sama itu semua, yang paling bikin sebel sebenarnya bukan itu. Tapi isi dari matkul yang beliau ajarkan. Beliau adalah dosen dari mata kuliah Fisika Kedokteran, dan sesuai silabusnya, matkul ini SEHARUSNYA memberikan mahasiswa kuliah tentang tinjauan fisis berbagai fenomena kedokteran, serta aplikasi ilmu Fisika dalam bidang kedokteran. Lah yang diajarkan kok ya malah fakta-fakta unik tentang tubuh manusia kayak panjang pembuluh darah manusia setengah keliling bumi lah, luas paru-paru seluas lapangan tenis lah, penyakit-penyakit, ROKOK [aku berani bertaruh beliau aktivis anti-rokok, habis yang disinggung itu-itu melulu sih!] dan lain-lain. MANAA FISIKANYAA???? >.<

Mau gak mau saya jadi membandingkan beliau yang udah bergelar Profesor dengan dosen lain yang mengasuh matkul yang sama yang bergelar Insinyur. Singkat kata, jauhhh banget bedanya! Selain cara ngajar yang langsung kena sasaran, disiplin gak cuma ke mahasiswa tapi juga diterapkan di diri beliau sendiri, kuliah yang sesuai sama tuntutan kompetensi, de-el-el lah… Dosen insinyur ini bener-bener melihat kedokteran melalui kacamata seorang fisikawan (menurutku) dan materi-materi lain seperti penyakit dan cara penanganannya tidak diberikan di kelas tapi pengayaan yang harus dicari sendiri di luar jam kuliah.

Ketika saya nyerocos tentang kekesalan hari ini ke salah seorang teman yang notabene udah jauh lebih berpengalaman di perkuliahan, dianya benar-benar memaklumi karena emang tipe orang – termasuk dosen itu beda-beda, “terlebih yang udah jadi Guru Besar gitu, biasanya jalan pikirnya udah beda sama orang kebanyakan, dan namanya juga dosen, punya hak seenak dewa” gitu. Frasa terakhir saya sangat menyukainya makanya saya jadikan judul di postingan kali ini. Hahaha…
Oh, Bu Profesor yang punya hak seenak dewa (dewi ding, hehe), geleng-geleng kepala saya dibuatnya…

Iklan

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s