senandika · this is college

Jangan Salah Kaprah dengan Pragmatis!

Kata siapa pragmatis itu selalu identik dengan kejelekan? Siapa dalangnya sampe-sampe banyak yang bilang pragmatis itu berkonotasi negatif? Gak selalu kalee…

Berhubung saya gak pegang (dan gak punya sebenarnya, hehe) KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) sekarang, penulis jadi gak bisa mengetikkan apa sih definisi pragmatis itu…?

Well, pragmatis itu gak selamanya buruk ya, reader! Pragmatisme cenderung merealkan idealisme. Maksudnya? Ya misalnya gini, dalam suatu organisasi, yang dibilang visi misi itu memang idealis, tapi yang jadi pragmatismenya adalah strategi dan program kerja. Visi dan misi memang bersifat mengarahkan dan menjadi acuan agar segala sesuatunya tetap berada pada jalur yang benar. Intinya yaa idealis. Sedangkan yang merealisasikan visi misi, langkah konkret yang diambil, strategi-strategi jitu yang ditempuh untuk mencapai visi misi itu program kerja, dan lainnya itu termasuk program kerja. Jadi, pragmatisme masih berada dalam bingkai idealisme. Nah, ngerti kan sekarang?

Dalam konteks lainnya misalnya. Kalau idealis itu cenderung menempuh jalan yang sudah ada untuk mencapai tujuan A, maka si pragmatis, untuk mencapai tujuan A yang sama, bisa saja dia melalui jalan lain yang ‘berbeda’, tidak biasa, dan lain sebagainya, tapi tujuan dan arahnya tetap sama.

Dalam perkuliahan juga, idealisnya memang kita sebagai mahasiswa mestinya mengejar ilmu, bukan nilai A-B-C-D-E yang tercetak pada transkrip setiap akhir semester. Yaa, itu idealnya, teman… Tapi, kita gak bisa juga melepaskan sisi pragmatis di sini. Mananya? Yah, mau gak mau, mahasiswa juga pasti sedih kalo nilainya jelek dan pasti pengen banget nilainya bagus, ya kan?! Kita juga pasti gak terima kalo kita merasa bisa di suatu mata kuliah, tapi ternyata dikasih nilai yang jelek. Bisa dipastikan kalo kita bakal mengklarifikasi ke dosen bersangkutan (baca : protes), dan kalo ternyata beliau gak berubah pikiran, pasti kita ngomel sendirian karena gak terima (coba, bener gak?)

Nah, itulah idealis dan pragmatis. Bagaimana pun kita mencap pragmatis itu jelek atau gimana lah, tetap aja ternyata dia gak jauh-jauh dari kehidupan kita. Yang kita perlukan adalah, lebih banyak waktu untuk berpikir.

Sekian!

*tulisan ini adalah hasil pemikiran dan pendapat penulis sendiri yang sangat terbatas. Mohon koreksinya apabila ada yang keliru di beberapa tempat. Terima kasih…

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s