this is college

Bioteknologi

Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, jamur, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.

Bioteknologi secara sederhana sudah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sebagai contoh, di bidang teknologi pangan adalah pembuatan bir, roti, maupun keju yang sudah dikenal sejak abad ke-19, pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas-varietas baru di bidang pertanian, serta pemuliaan dan reproduksi hewan. Di bidang medis, penerapan bioteknologi di masa lalu dibuktikan antara lain dengan penemuan vaksin, antibiotik, dan insulin walaupun masih dalam jumlah yang terbatas akibat proses fermentasi yang tidak sempurna. Perubahan signifikan terjadi setelah penemuan bioreaktor oleh Louis Pasteur. Dengan alat ini, produksi antibiotik maupun vaksin dapat dilakukan secara massal.

Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, rekombinan DNA, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala. Di bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan rekombinan DNA, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. Penerapan bioteknologi di masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.

Kemajuan di bidang bioteknologi tak lepas dari berbagai kontroversi yang melingkupi perkembangan teknologinya. Sebagai contoh, teknologi kloning dan rekayasa genetika terhadap tanaman pangan mendapat kecaman dari bermacam-macam golongan.

 

Garis waktu bioteknologi

  • 8000 SM Pengumpulan benih untuk ditanam kembali. Bukti bahwa bangsa Babilonia, Mesir, dan Romawi melakukan praktik pengembangbiakan selektif (seleksi artifisal) untuk meningkatkan kualitas ternak.
  • 6000 SM Pembuatan bir, fermentasi anggur, membuat roti dengan bantuan ragi
  • 4000 SM Bangsa Tionghoa membuat yoghurt dan keju dengan bakteria asam laktat
  • 1500 Pengumpulan tumbuhan di seluruh dunia
  • 1665 Penemuan sel oleh Robert Hooke(Inggris) melalui mikroskop.
  • 1800 Nikolai I. Vavilov menciptakan penelitian komprehensif tentang pengembangbiakan hewan
  • 1880 Mikroorganisme ditemukan
  • 1856 Gregor Mendel mengawali genetika tumbuhan rekombinan
  • 1865 Gregor Mendel menemukan hukum hukum dalam penyampaian sifat induk ke turunannya.
  • 1919 Karl Ereky, insinyur Hongaria, pertama menggunakan kata bioteknologi
  • 1970 Peneliti di AS berhasil menemukan enzim pembatas yang digunakan untuk memotong gen gen
  • 1975 Metode produksi antibodi monoklonal dikembangkan oleh Kohler dan Milstein
  • 1978 Para peneliti di AS berhasil membuat insulin dengan menggunakan bakteri yang terdapat pada usus besar
  • 1980 Bioteknologi modern dicirikan oleh teknologi DNA rekombinan. Model prokariot-nya, E. coli, digunakan untuk memproduksi insulin dan obat lain, dalam bentuk manusia. Sekitar 5% pengidap diabetes alergi terhadap insulin hewan yang sebelumnya tersedia)
  • 1992 FDA menyetujui makanan GM pertama dari Calgene: tomat “flavor saver”
  • 2000 Perampungan Human Genome Project

 

Perkembangan Bioteknologi

1.    Era bioteknologi generasi pertama (bioteknologi sederhana)
Penggunaan mikroba masih secara tradisional, dalam produksi makanan dan tanaman serta pengawetan makanan.

Contoh: pembuatan tempe, tape, cuka, dan lain-lain.

2.    Era bioteknologi generasi kedua
Proses berlangsung dalam keadaan tidak steril.

Contoh: a. produksi bahan kimia: aseton, asam sitrat
b. pengolahan air limbah
c. pembuatan kompos

3.    Era bioteknologi generasi ketiga
Proses dalam kondisi steril.

Contoh: produksi antibiotik dan hormon

  1. Era bioteknologi generasi baru (bioteknologi baru)
    Contoh: produksi insulin, interferon, antibodi monoklonal

 

Pertahanan Tanaman dengan siRNA

Virus bisa menyerang semua organisme dari bakteri sampai mamalia. Bila diserang oleh virus, bakteri akan mengadakan pertahanan melalui enzim-enzim endonuklease yang memotong DNA virus, sedangkan binatang menyusui akan menggunakan antibodi dan lymposit sebagai pertahanan. Molekul-molekul antibody dan lymposit biasanya memproduksi interferon yang akan menghambat replikasi virus serta mengaktifkan sistem imunisasi yang kemudian akan menyerang RNA virus.

Bagaimana dengan tanaman? Tanaman mempertahankan diri dari serangan virus melalui teknik yang berbasis RNA-silencing. Berawal dari pemotongan (restriksi) RNA virus yang beruntai ganda di dalam tanaman oleh enzim tanaman yang disebut Dicer. RNA akan terpotong menjadi kecil dengan ukuran antara 21 s/d 24 nukleotida dan dinamai siRNA (small interfering RNA). siRNA ini lalu mengalami modifikasi yaitu dengan penambahan satu rantai RNA yang kemudian dikenali oleh RISC (RNA-induced silencing complex). Kompleks antara RNA dan protein (ribonucleoprotein) ini kemudian menghancurkan RNA virus.

Virus sendiri memiliki mekanisme serangan balik bila RNA-nya dihancurkan. Virus akan menekan aktifitas dari Dicer dengan proteinnya yang bisa menempel di RNA. Dengan demikian, protein virus ini berkompetisi dengan Dicer, sehingga akses untuk memotong RNA virus rantai ganda bisa dihentikan. Dicer pada tanaman ada paling tidak empat jenis yang disebut DCL (dicer-like). Jumlah ini termasuk banyak dibandingkan dengan yang ada di organisme lain. Jumlah yang berlebih ini bisa membantu tanaman untuk meningkatkan pertahanannya terhadap serangan dari virus.

Baru-baru ini ditemukan bahwa siRNA juga digunakan oleh tanaman untuk mempertahankan diri dari serangan bakteri (antibacterial defense). Pada penelitian yang dilakukan oleh Katiyar-Agarwal et al. tahun 2006, nat-siRNAATGB2, sebuah siRNA dengan transkrip antisense alami (natural antisense transcript) pada tanaman Arabidopsis, diketahui bisa terinduksi oleh patogen bakterium Pseudomonas syringae. Biogenesis pada siRNA ini membutuhkan DCL1 dan tidak menggunakan DCL2, DCL3 dan DCL4. Selain itu, induksi dari siRNA ini juga tergantung pada gen RPS2 dan NDR1 yang merupakan gen tahan penyakit (disease resistance gene).

 

Temuan Baru Penurun Kolesterol

(Sumber:http://www.kompas.com/kompas-cetak/0510/28/humaniora/2162169.htm)

Peneliti di Pusat Penelitian Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan penurun kolesterol yang dihasilkan dari fermentasi beras oleh kapang Monascus purpureus. ”Dalam tepung monascus terdapat senyawa aktif utama, yaitu Lovastatin atau Monacolin K yang menghambat kerja enzim HMG-CoA reductase. Enzim ini diketahui sebagai penyebab terbentuknya kolesterol,” urai Djadjat Tisnadjaja MTech, Ketua Tim Peneliti Monascus LIPI, di Jakarta, Kamis (27/10). Dengan mengonsumsi monascus terjadi peningkatan kolesterol baik (HDL) dan penurunan kolesterol buruk (LDL) dalam darah. Diketahui, kelebihan kolesterol buruk yang berlarut dapat menyebabkan pengendapan kolesterol pada arteri (arterosklerosis) hingga mengakibatkan penyakit jantung. Karena itu, bila monascus dikonsumsi secara teratur dapat terhindar dari penyakit itu. Monascus juga diketahui dapat memperbaiki sistem pencernaan. Saat ini monascus telah siap untuk ditingkatkan skala produksinya ke tingkat industri. ”Untuk itu Puslit Bioteknologi LIPI telah siap bekerja sama dengan industri atau investor untuk mengembangkan hasil penelitian ke skala komersial,” ujar Djadjat.

 

Bioteknologi Mikroba untuk Pertanian Organik

Oleh: Isroi, S.Si,MSi. (Peneliti Mikroba Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia, Lembaga Riset Perkebunan Indonesia)

Alasan kesehatan dan kelestarian alam menjadikan pertanian organik sebagai salah satu alternatif pertanian modern. Pertanian organik mengandalkan bahan-bahan alami dan menghindari input bahan sintetik, baik berupa pupuk, herbisida, maupun pestisida sintetik.  Namun petani sering mengeluhkan hasil pertanian organik yang produktivitasnya cenderung rendah dan lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Masalah ini sebenarnya bisa diatasi dengan memanfaatkan bioteknologi berbasis mikroba yang diambil dari sumber-sumber kekayaan hayati.  Tanah sangat kaya akan keragaman mikroorganisme, seperti bakteri, aktinomicetes, fungi, protozoa, alga, dan virus. Tanah pertanian yang subur mengandung lebih dari 100 juta mikroba per gram tanah. Produktivitas dan daya dukung tanah tergantung pada aktivitas mikroba tersebut. Sebagian besar mikroba tanah memiliki peranan yang menguntungkan bagi pertanian, yaitu berperan dalam menghancurkan limbah organik, recycling hara tanaman, fiksasi biologis nitrogen, pelarutan fosfat, merangsang pertumbuhan, biokontrol patogen, dan membantu penyerapan unsur hara. Bioteknologi berbasis mikroba dikembangkan dengan memanfaatkan peran-peran penting mikroba tersebut.

Teknologi Kompos Bioaktif

Salah satu masalah yang sering ditemui ketika menerapkan pertanian organik adalah kandungan bahan organik dan status hara tanah yang rendah. Petani organik mengatasi masalah tersebut dengan memberikan pupuk hijau atau pupuk kandang. Kedua jenis pupuk itu adalah limbah organik yang telah mengalami penghancuran sehingga menjadi tersedia bagi tanaman. Limbah organik seperti sisa-sisa tanaman dan kotoran binatang ternak tidak bisa langsung diberikan ke tanaman. Limbah organik harus dihancurkan/dikomposkan terlebih dahulu oleh mikroba tanah menjadi unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman. Proses pengomposan alami memakan waktu yang sangat lama, antara enam bulan hingga setahun, sampai bahan organik tersebut benar-benar tersedia bagi tanaman. Proses pengomposan dapat dipercepat dengan menggunakan mikroba penghancur (dekomposer) yang berkemampuan tinggi. Penggunaan mikroba dapat mempersingkat proses dekomposisi dari beberapa bulan menjadi beberapa minggu saja. Di pasaran saat ini banyak tersedia produk-produk biodekomposer untuk mempercepat proses pengomposan, misalnya: SuperDec, OrgaDec, EM4, EM Lestari, Starbio, Degra Simba, Stardec, dan lain-lain.

Kompos bioaktif adalah kompos yang diproduksi dengan bantuan mikroba lignoselulolitik unggul yang tetap bertahan di dalam kompos dan berperan sebagai agensia hayati pengendali penyakit tanaman. SuperDec dan OrgaDec, biodekomposer yang dikembangkan oleh Balai Penelitian Bioteknologi Perkebunan Indonesia (BPBPI), dikembangkan berdasarkan filosofi tersebut. Mikroba biodekomposer unggul yang digunakan adalah Trichoderma pseudokoningii, Cytopaga sp, dan fungi pelapuk putih.
Mikroba tersebut mampu mempercepat proses pengomposan menjadi sekitar 2-3 minggu. Mikroba akan tetap hidup dan aktif di dalam kompos. Ketika kompos tersebut diberikan ke tanah, mikroba akan berperan untuk mengendalikan organisme patogen penyebab penyakit tanaman.

 

Biofertilizer

Petani organik sangat menghindari pemakaian pupuk kimia. Untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman, petani organik mengandalkan kompos sebagai sumber utama nutrisi tanaman. Sayangnya kandungan hara kompos rendah. Kompos matang kandungan haranya kurang lebih 1.69 persen N, 0.34 persen P2O5, dan 2.81 persen K. Dengan kata lain 100 kg kompos setara dengan 1.69 kg Urea, 0.34 kg SP 36, dan 2.18 kg KCl. Misalnya, untuk memupuk padi yang kebutuhan haranya 200 kg Urea/ha, 75 kg SP 36/ha, dan 37.5 kg KCl/ha, membutuhkan sebanyak 22 ton kompos/ha. Jumlah kompos yang demikian besar ini memerlukan banyak tenaga kerja dan berimplikasi pada naiknya biaya produksi. Mikroba-mikroba tanah banyak yang berperan di dalam penyediaan maupun penyerapan unsur hara bagi tanaman. Tiga unsur hara penting tanaman, yaitu Nitrogen (N), fosfat (P), dan kalium (K) seluruhnya melibatkan aktivitas mikroba. Hara N tersedia melimpah di udara. Kurang lebih 74 persen kandungan udara adalah N. Namun, N udara tidak dapat langsung dimanfaatkan tanaman. N harus ditambat oleh mikroba dan diubah bentuknya menjadi tersedia bagi tanaman. Mikroba penambat N ada yang bersimbiosis dan ada pula yang hidup bebas. Mikroba penambat N simbiotik antara lain Rhizobium sp yang hidup di dalam bintil akar tanaman kacang-kacangan (leguminose). Mikroba penambat N non-simbiotik misalnya Azospirillum sp dan Azotobacter sp. Mikroba penambat N simbiotik hanya bisa digunakan untuk tanaman leguminose saja, sedangkan mikroba penambat N non-simbiotik dapat digunakan untuk semua jenis tanaman.

Mikroba tanah lain yang berperan di dalam penyediaan unsur hara adalah mikroba pelarut fosfat (P) dan kalium (K). Tanah pertanian kita umumnya memiliki kandungan P cukup tinggi (jenuh). Namun, hara P ini sedikit/tidak tersedia bagi tanaman karena terikat pada mineral liat tanah.
Di sinilah peranan mikroba pelarut P. Mikroba ini akan melepaskan ikatan P dari mineral liat dan menyediakannya bagi tanaman. Banyak sekali mikroba yang mampu melarutkan P, antara lain Aspergillus sp, Penicillium sp, Pseudomonas sp, dan Bacillus megatherium. Mikroba yang berkemampuan tinggi melarutkan P, umumnya juga berkemampuan tinggi dalam melarutkan K. Kelompok mikroba lain yang juga berperan dalam penyerapan unsur P adalah mikoriza yang bersimbiosis pada akar tanaman. Setidaknya ada dua jenis mikoriza yang sering dipakai untuk biofertilizer, yaitu ektomikoriza dan endomikoriza.

Mikoriza berperan dalam melarutkan P dan membantu penyerapan hara P oleh tanaman. Selain itu, tanaman yang bermikoriza umumnya juga lebih tahan terhadap kekeringan. Contoh mikoriza yang sering dimanfaatkan adalah Glomus sp. dan Gigaspora sp. Beberapa mikroba tanah mampu menghasilkan hormon tanaman yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Hormon yang dihasilkan oleh mikroba akan diserap oleh tanaman sehingga tanaman akan tumbuh lebih cepat atau lebih besar. Kelompok mikroba yang mampu menghasilkan hormon tanaman antara lain Pseudomonas sp dan Azotobacter sp. Mikroba-mikroba bermanfaat tersebut diformulasikan dalam bahan pembawa khusus dan digunakan sebagai biofertilizer. Hasil penelitian yang dilakukan oleh BPBPI mendapatkan bahwa biofertilizer setidaknya dapat menyuplai lebih dari setengah kebutuhan hara tanaman. Biofertilizer yang tersedia di pasaran antara lain Emas, Rhiphosant, Kamizae, OST, dan Simbionriza.
Agen Biokontrol

Hama dan penyakit merupakan salah satu kendala serius dalam budidaya pertanian organik. Jenis-jenis tanaman yang terbiasa dilindungi oleh pestisida kimia umumnya sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit ketika dibudidayakan dengan sistem organik. Alam sebenarnya telah menyediakan mekanisme perlindungan alami. Di alam terdapat mikroba yang dapat mengendalikan organisme patogen tersebut. Organisme patogen akan merugikan tanaman ketika terjadi ketidakseimbangan populasi antara organisme patogen dengan mikroba pengendalinya, di mana jumlah organisme patogen lebih banyak daripada jumlah mikroba pengendalinya. Apabila kita dapat menyeimbangkan populasi kedua jenis organisme ini, hama dan penyakit tanaman dapat dihindari. Mikroba yang dapat mengendalikan hama tanaman antara lain Bacillus thurigiensis (BT), Bauveria bassiana, Paecilomyces fumosoroseus, dan Metharizium anisopliae. Mikroba ini mampu menyerang dan membunuh berbagai serangga hama. Mikroba yang dapat mengendalikan penyakit tanaman, misalnya, Trichoderma sp yang mampu mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh Gonoderma sp, JAP (jamur akar putih), dan Phytoptora sp. Beberapa biokontrol yang tersedia di pasaran, antara lain, Greemi-G, Bio-Meteor, NirAma, Marfu-P, dan Hamago. Produk-produk bioteknologi mikroba hampir seluruhnya menggunakan bahan-bahan alami. Produk ini dapat memenuhi kebutuhan petani organik. Kebutuhan bahan organik dan hara tanaman dapat dipenuhi dengan kompos bioaktif dan aktivator pengomposan. Aplikasi biofertilizer pada pertanian organik dapat menyuplai kebutuhan hara tanaman yang selama ini dipenuhi dari pupuk-pupuk kimia. Serangan hama dan penyakit tanaman dapat dikendalikan dengan memanfaatkan biokotrol. Petani Indonesia yang menerapkan sistem pertanian organik umumnya hanya mengandalkan kompos dan cenderung membiarkan serangan hama dan penyakit tanaman.

Dengan tersedianya bioteknologi berbasis mikroba, petani organik tidak perlu khawatir dengan masalah ketersediaan bahan organik, unsur hara, dan serangan hama serta penyakit tanaman.

 

Kurang Lebih 60% Gen Ayam Serupa dengan Gen Manusia

Oleh: Sri Widiastuti

Para ilmuwan menemukan kurang lebih 60 persen gen ayam serupa dengan gen manusia. Gen ayam yang terlibat dalam struktur dasar sel dan fungsi menunjukkan kesamaan sekuens dengan gen manusia dibandingkan gen yang bertanggung jawab dalam reproduksi, reaksi imunitas, dan adaptasi pada lingkungan. Hasil analisis para ilmuwan yang tergabung di International Chicken Genome Sequencing Consortium dilaporkan dalam Jurnal Nature edisi tanggal 9 Desember 2004. Mereka melaporkan genome ayam mengandung lebih sedikit DNA dibandingkan genome manusia tetapi kurang lebih sama jumlah gennya. Para ilmuwan memperkirakan ayam memiliki 20.000-23.000 gen dalam satu miliar pasangan basa DNA, bandingkan dengan manusia memiliki 20.000-25.000 gen dalam 2,8 miliar pasangan basa DNA.

Hasil analisis juga menunjukkan gen-gen yang terkonservasi antara manusia dan ayam juga terkonservasi pada ikan. Misalnya, 72 persen gen pasangan yang berhubungan pada manusia dan ayam juga ada pada ikan puffer (Takifugu rubripes). Menurut para peneliti gen-gen ini nampaknya ada pada kebanyakan mahluk bertulang belakang.

“Genome ayam dan mahluk hidup lainnya yang berbeda jauh dari kita telah memberikan piranti luar biasa untuk memecahkan proses biologi kunci yang telah terkonservasi berabad-abad lamanya,” kata salah satu penulis laporan Dr Richard Wilson, dari Washington University School of Medicine, St Louis. Hasil analisis itu penting untuk menjelaskan perbedaan antara burung dan mamalia. Para ahli menganalis sekuens gen dari ayam hutan merah atau Red Jungle Fowl (Gallus gallus) yang menjadi nenek moyang ayam peliharaan manusia sekarang ini.

Ayam adalah jenis burung pertama, termasuk juga binatang ternak pertama, yang disekuens dan dianalisis genome-nya. Para ahli menganalisis genome ayam dan membandingkannya dengan genome mahluk hidup lainnya yang sudah pernah dianalisis, antara lain manusia, tikus, dan ikan puffer beracun. “Genome ayam bisa mengisi kekosongan pengetahuan penting. Ayam berada di posisi penting antara mamalia dan ikan dalam pohon kehidupan untuk memberikan pandangan baru mengenai evolusi genome dan biologi manusia,” kata dr Francis S Collins, PhD, Direktur National Human Genome Research Institute (NHGRI), lembaga yang memberikan dana untuk penelitian genome ayam. “Dengan membandingkan genome sejumlah binatang, kami bisa memahami lebih baik struktur dan fungsi gen manusia dan, terutama, mengembangkan strategi baru untuk memperbaiki kesehatan manusia,” lanjut Collins, seperti dikutip dalam siaran pers NHGRI 8 Desember 2004.

Seperti semua burung, ayam diperkirakan berasal dari dinosaurus pada periode zaman Mesozoic dan telah berevolusi terpisah dari mamalia selama kurang lebih 310 juta tahun. Ayam pertama kali dipelihara manusia di Asia, mungkin awal tahun 8000 SM. Menurut para ahli ayam telah mengembangkan keluarga gen untuk menghasilkan jenis protein keratin yang digunakan memproduksi sisik, cakar, dan bulu, sedangkan genome mamalia lebih banyak mengandung gen yang memerintah pembentukan jenis keratin berbeda untuk membentuk rambut.

Demikian juga, ayam tidak memiliki gen yang memproduksi protein susu, gigi, dan mendeteksi senyawa hormonal yang disebut feromon, menurut para peneliti, mungkin cermin dari evolusi dari kelenjar susu dan hidung pada mamalia, dan hilangnya gigi pada burung.

Yang mengejutkan mereka, ada sekelompok gen yang bertugas mengkode protein penerima bau-bauan berkembang sedemikian baik pada genome ayam. Temuan ini berlawanan dengan pandangan bahwa jenis burung memiliki penciuman yang buruk. Jika dibandingkan dengan mamalia, burung memiliki lebih sedikit keluarga gen yang bertanggung jawab untuk penerima rasa pengecap, terutama pengecap rasa pahit.

Temuan menarik lainnya, gen ayam yang mengkode protein cangkang telur, seperti ovocleidin-116, juga dimiliki mamalia yang berperan dalam calsifikasi tulang. Ayam memiliki gen yang mengkode interleukin-26 (IL-26), sejenis protein terkait dengan respon kekebalan. Sebelumnya, para ahli hanya tahu gen terkait dengan kekebalan ini hanya ada pada manusia. Temuan ini bermakna ayam sekarang bisa menjadi mahluk hidup model untuk penelitian fungsi IL-26.

Ayam memiliki gen yang mengkode enzim tertentu terkait dengan cahaya, sedangkan mamalia tidak memiliki gen-gen itu. Ayam memiliki gen-gen yang mengkode enzim untuk membentuk pigmen berwarna biru, sedangkan mamalia tidak memiliki gen seperti itu.

 

Kloning Manusia di Amerika Serikat

Kloning manusia menjadi topik yang hangat diperbincangkan di kalangan ilmuwan Amerika Serikat dewasa ini. Kenyataan ini sehubungan dengan munculnya pengakuan sebuah perusahaan bioteknologi bahwa para ilmuwan di sana telah berhasil membantu seorang wanita Amerika melahirkan bayi hasil kloning. Berikut laporan selengkapnya disampaikan Arif Budiman.

Kloning adalah jalan menuju keabadian. Itulah kalimat yang dilontarkan ketua sekte agama Raelian, Claude Vorilhon. Dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi C-B-S, ia mengatakan, perusahaan yang didirikannya, Clonaid, telah menjadi perusahaan pertama di dunia yang menciptakan manusia lewat metode kloning. Vorilhon mengatakan bayi kloning pertama telah lahir dari seorang wanita Amerika tanggal 26 Desember lalu. Bayi yang diindentifikasi bernama Eve dan ibunya itu sejauh ini masih dirahasiakan keberadaannya sehubungan sejumlah alasan pribadi dan hukum. Legalitas kloning manusia sejauh ini memang masih diperdebatkan sehubungan masih adanya pro dan kontra. Vorilhon adalah mantan jurnalis Perancis yang percaya bahwa manuasia merupakan hasil kloning mahluk luar angkasa sekitar 25 ribu tahun lalu. Ia mengatakan, kloning menciptakan kopi dari sebuah kehidupan, namun duplikasi itu sendiri tidak sepenuhnya sama karena perkembangannya menuju kematangan memerlukan waktu bertahun-tahun. Manusia hasil kloning akan memiliki memori dan kepribadian berbeda dari manusia yang diduplikasinya. Namun Vorilhon yakin, suatu saat kelak, dengan perkembangan teknologi akan muncul metoda kloning instan yang memungkinkan lahirnya bayi hasil duplikasi yang memiliki kondisi fisik dan mental yang sama dengan orangtuanya.

Pada tahap dua, yang saat ini terjadi, Anda bisa menciptakan kloning Anda sendiri dalam waktu beberapa jam, namun tidak akan sepenuhnya sama. Namun, pada tahap tiga, yang kelak akan terjadi, Anda bisa menciptakan kloning Anda lengkap dengan memori dan kepribadian yang Anda miliki.

Pernyataan Vorilhon yang mendapat publikasi berbagai media internasional banyak mendapat bantahan. Para pengamat di Amerika meragukan Clonaid telah berhasil menciptakan bayi kloning melalui metoda kloning yang ada sekarang. Arthur Caplan, pakar etika kedokteran Universitas Pennsylvania mengatakan, ia ragu Clonaid sukses menciptakan kloning lewat 10 percobaan. Menurut Caplan, percobaan pada hewan umumnya hanya menciptakan satu keberhasilan dalam 400 percobaan.

Caplan mengatakan kloning juga sangat berbahaya jika Anda melihat apa yang terjadi pada kloning hewan, setengah jumlah hewan hasil kloning mati dalam waktu satu tahun, sementara mereka yang bertahan hidup mengalami gangguan kesehatan. Saya pikir, kloning pada saat ini merupakan jalan menuju penyakit yang abadi.

Caplan mengatakan masih dibutuhkan waktu yang lama sebelum bayi kloning yang sehat terlahir. Meski demikian, kelompok Raelian bersikeras mereka telah berhasil dan kelak akan mengajukan bukti ilmiah. Bahkan, tidak beberapa lama kemudian, sekitar pekan pertama Januari 2003, kelompok itu mengaku telah berhasil melahirkan bayi kloning kedua dari pasangan lesbian asal Belanda. Namun, lagi-lagi, tidak ada bukti ilmiah diajukan sehubungan pengakuan itu karena alasan hukum dan pribadi.

Seorang anggota kelompok Raelian, Brigitte Boisselier mengatakan, bukti ilmiah akan diajukan segera. “Jika saya tidak mengajukan bukti ilmiah, pasti Anda mengatakan saya telah mengarang cerita. Jadi satu-satunya cara adalah kami akang mengundang seorang pakar independen ke tempat orang tua bayi itu. Di sana ia bisa mengambil contoh sel dari bayi dan ibunya, untuk kemudian membandingkannya. Jadi, Anda akan mendapatkan bukti.”

Raelian sejauh ini dikenal sebagai sekte agama yang percaya bahwa kehidupan di luar angkasa telah menciptakan kehidupan di bumi. Kelompok yang mendapat pengakuan resmi pemerintah negara bagian Quebec, Kanada, sebagai gerakan agama di tahun 1990-an ini mengklaim memiliki 55 ribu anggota di berbagai penjuru dunia, termsuk Amerika. Kelompok ini memilki sebuah taman yang terbuka untuk umum bernama UFOland, dekat Montreal.

 

Kelahiran Manusia Kloning Diragukan

Sumber: Kompas, 29 Desember 2002

6 tahun setelah kelahiran domba Dolly, di tengah perdebatan boleh tidaknya kloning dilakukan, Clonaid-sebuah perusahaan kloning berbasis di Bahama- mengklaim keberhasilannya mengkloning manusia. Dalam konferensi pers hari Jumat (27/12) di Hollywood, Florida, Direktur Ilmu Pengetahuan Clonaid Brigitte Boisselier menyatakan, bayi hasil kloning itu lahir lewat operasi caesar pukul 11.55 hari Kamis lalu di tempat yang dirahasiakan. Bayi berberat sekitar 3.500 gram berjenis kelamin perempuan yang diberi sebutan Eve itu, kini dalam kondisi sehat. Bayi itu merupakan kloning dari seorang wanita Amerika Serikat (AS) berusia 31 tahun yang pasangannya infertil.

Para ilmuwan bersikap skeptis mengenai klaim itu. Termasuk Dr Robert Lanza, Kepala Pengembangan Medis dan Ilmu Pengetahuan Advanced Cell Technologies, perusahaan riset genetik yang akhir tahun lalu mengumumkan keberhasilannya melakukan kloning terapeutik.

Menurut Lanza, Clonaid sama sekali tidak mempunyai track record di bidang kloning dan belum pernah mempublikasi satu pun makalah mengenai kloning.

Komentar serupa datang dari Dr Panos Zavos, ilmuwan yang juga berupaya mengkloning manusia. “Boisselier gagal membuktikan klaimnya. Tidak ada kejadian, tidak ada bukti maupun pertanda, yang ada hanya omongan,” ucapnya pedas. Sejauh ini Zavos, mantan guru besar Universitas Kentucky, baru berhasil membuat embrio manusia. Menurut Zavos, saat ini tak kurang dari lima kelompok ilmuwan di seluruh dunia berusaha keras mengkloning manusia.

Ahli fertilitas dari Italia, Dr Severino Antinori, yang awal Desember lalu mengumumkan bayi hasil kloningnya akan lahir bulan Januari tahun depan juga berpendapat, pengumuman Clonaid tidak didukung bukti kuat, sehingga berpotensi membingungkan masyarakat. Tekad mengkloning manusia pernah ditegaskan Boisselier, Zavos, dan Antinori awal Agustus 2001 dalam simposium yang diselenggarakan National Academy of Sciences di Washington, AS.

Dalam konferensi pers itu Clonaid memang hanya mengumumkan secara verbal, tanpa menunjukkan bukti berupa foto bayi, nama orangtua, ataupun keberadaan mereka. Clonaid juga mengklaim empat pasangan lain sedang menanti kelahiran bayi kloning Februari mendatang. Sebelumnya ada 10 pasangan yang berhasil hamil, namun lima pasangan lain keguguran. Saat ini ada 20 perempuan anggota Raelian menunggu giliran untuk implantasi embrio hasil kloning. Dalam upaya membuktikan klaimnya, Boisselier meminta bantuan Michael Guillen, seorang wartawan freelance, mantan editor sains ABC News yang merupakan ahli matematika dari Universitas Harvard.

Menurut Guillen, ia telah memilih seorang ahli untuk mengambil contoh DNA dari bayi dan ibunya. Contoh DNA itu akan diperiksa oleh dua laboratorium independen kelas dunia. Sejumlah ahli lain akan meneliti kecocokan dari hasil tes contoh DNA itu. Guillen menjanjikan hasilnya bisa didapat satu minggu sampai 10 hari mendatang.

Pemeriksaan DNA dilakukan karena kloning dibuat dengan cara menyisipkan inti sel orang dewasa, misalnya sel kulit, ke sel telur donor yang telah dibuang inti selnya. Sel telur yang telah disisipi inti sel itu kemudian distimulasi agar berkembang menjadi embrio. Selanjutnya embrio dimasukkan ke rahim perempuan agar berkembang menjadi janin.

Jika inti sel dan sel telur berasal dari satu orang kecocokan DNA akan 100 persen. Sedang jika dari orang berlainan, kecocokan DNA dengan pemilik inti sel sekitar 90 persen.

Hal lain yang menyebabkan keraguan para ilmuwan terhadap klaim Clonaid, meski banyak binatang telah dikloning, sejauh ini belum ada yang berhasil mengkloning simpanse atau primata lain yang mirip manusia. Untuk menggambarkan tingkat kesulitannya, menurut ahli kloning dari Universitas Missouri Dr Randall Prather, keberhasilan kloning pada binatang hanya berkisar satu sampai lima persen.

Selain sikap skeptis dan sinis para ilmuwan, pengumuman Clonaid juga mengundang cercaan dari kelompok agama dan Gedung Putih. “Kloning manusia merupakan penyimpangan. Hal itu tidak menghormati kehidupan dan harus dicegah,” ujar Ketua Koalisi Kristen Amerika Roberta Combs.

Juru bicara Gedung Putih Claire Buchan menyatakan, Presiden Bush sebagaimana sebagian besar penduduk Amerika berpendapat bahwa kloning manusia bisa menimbulkan kekacauan. Karenanya Bush mendukung undang-undang yang melarang kloning manusia. Meski kloning terhadap binatang terus dikembangkan oleh para peneliti di pelbagai pusat dunia, tidak banyak ilmuwan yang setuju upaya kloning manusia. Pasalnya, sejauh ini kloning terhadap binatang masih banyak masalah. Binatang hasil kloning kebanyakan mati tak lama setelah dilahirkan dengan pelbagai masalah medis, seperti cacat pada paru maupun sistem kekebalan tubuh.Domba Dolly pun yang berhasil hidup relatif lama dan diklon ulang tak lepas dari gangguan kesehatan antara lain arthritis.

Clonaid yang berdiri tahun 1997 dimiliki oleh sekte Raelian. Sekte keagamaan itu dipimpin mantan wartawan Perancis Claude Vorilhon yang mentahbiskan dirinya sebagai nabi bernama Rael dan berkeyakinan dirinya merupakan keturunan makhluk luar angkasa yang menciptakan kehidupan manusia di Bumi lewat rekayasa genetika.

Rael sesumbar, kloning hanya merupakan langkah awal yang tidak begitu penting. Tujuan utamanya adalah memberikan keabadian hidup manusia lewat kloning. Yaitu, mengembangkan manusia hasil kloning tempat manusia bisa mentransfer otaknya.

Dengan latar belakang Clonaid dan pendirinya, boleh jadi keraguan atas kelahiran manusia kloning memang beralasan. Namun, waktu jualah yang akan membuktikan, setidaknya 10 hari mendatang.

 

Kloning Domba Dolly

Source dari: http://www.rael.org/int/indonesian/evidence/evidence/body_science5.html

Dalam beberapa jam pertama setelah pemaparannya kepada media, Dolly, domba betina hasil kloning, menjadi sensasi. Bahkan sebelum artikel ilmiahnya dipublikasikan, beberapa ilmuwan mencoba menekan pimpinan dari majalah NATURE agar tidak menerbitkannya. Memang benar bahwa artikel itu menjelaskan, secara rinci, prosedur yang membuatnya mungkin untuk mereproduksikan eksperimen tersebut.

Meng-klon mamalia ada dalam jangkauan ahli biologi baru manapun, dan formula untuk kloning manusia tentunya sangat serupa.

Meskipun Dolly dianggap sebagai preseden yang berbahaya, dia bukan “makhluk” pertama yang dimodifikasikan secara genetik, yang eksistensinya mengganggu media. Binatang-binatang transgenik sekarang sudah umum berada dalam laboratorium-laboratorium umum dan swasta. Binatang-binatang itu sesungguhnya “tabung-tabung percobaan” yang diciptakan untuk memahami penyakit-penyakit manusia atau untuk memprodusir protein-protein kompleks. Dibandingkan dengan domba-domba yang memprodusir antibodi-antibodi manusia atau babi-babi yang memprodusir anti-pembekuan, Dolly tidak begitu menakutkan.

Hampir dua puluh tahun yang lalu tikus transgenik pertama diciptakan dengan menyuntikkan DNA manusia ke dalam inti dari telor tikus yang baru-baru ini dibuahi. Dewasa ini, tikus-tikus yang dimodifikasikan secara genetik bisa di dapat sesuai pesanan. Anda ingin mempelajari bagaimana beberapa gene menyebabkan kanker? Tikus-tikus yang mengandung ‘p53’ yang dimodifikasikan disediakan untuk anda, dan apa yang harus anda lalukan adalah ikutilah perkembangan tumor-tumor. Anda ingin tahu apakah kelebihan amiloid dapat merupakan penyebab dari penyakit Alzheimer?

Mudah, apa yang harus anda lakukan adalah menyuntikkan gene dari protein manusia ke dalam embrio tikus. Lalu ikutilah perkembangan otak dari tikus dewasa….. Anda sangat ingin mengetahui apakah beberapa antibodi esensial untuk melindungi diri dari infeksi ini dan itu? Apa yang harus dilakukan adalah menghapuskan program yang mengijinkan produksi antibodi, dan mengikuti perkembangan infeksi. Tikus apapun yang anda inginkan, yang harus anda lakukan adalah memesannya.

Apabila itu mengenai produksi protein-protein khusus, anda akan disarankan untuk mencari mamalia yang lebih besar.

Perusahaan Genzyme Transgenics, dari Massachusetts, mengubah domba-domba sehingga domba-domba itu dapat memproduksi antithrombine III, suatu protein yang memungkinkan untuk mengontrol pembekuan darah. Protein yang diambil dari susu merupakan tiruan yang tepat dari protein manusia. Beberapa kandang jauhnya dari Dolly, perusahaan PPI Therapeutics memprodusir antitrypsine dari domba-domba betina dan lactalbumine dari sapi-sapi. Di Virginia, babi-babi mendapat pasaran untuk produksi Faktor VIII manusia.

Sesungguhnya, mengenai anak-anak sapi, sapi-sapi, babi-babi, manapun yang anda pilih, akan ada losinan laboratorium yang dapat menyediakannya, dan apabila anda menginginkan kloning manusia dalam beberapa bulan, kami dapat bertaruh bahwa akan ada beberapa laboratorium dengan kemampuan untuk menghasilkan itu.

Suatu jajak pendapat baru-baru ini menunjukkan bahwa 53 % orang-orang Amerika menentang kloning, bahkan untuk binatang, tetapi 71 % menyatakan mereka bersedia memikirkan kembali tentang hal itu apabila penemuan itu dapat membantu menyelamatkan kehidupan. Enam persen dari mereka bahkan bersedia untuk mengijinkan dirinya di-klon. Kemarin ahli biologi Inggeris R. Dawkins mengatakan bahwa dia bersedia untuk bergabung dengan mereka, tentu saja hanya untuk keinginan tahu ilmiah.

Tetapi, tak seorangpun dipermainkan. Apa yang anda perlukan adalah sedikit pikiran sehat untuk memahami bahwa setiap orang yang mencintai dirinya sendiri sekecil apapun akan wajar bila tergoda untuk mempunyai kesempatan lain untuk hidup muda lagi. Aspirasi ini, sesungguhnya, telah membawa banyak tim untuk membuka rahasia-rahasia panjang umur dan membetulkan mekanisme-mekanisme penyebab ketuaan.

Jumlah tindakan-tindakan pemudaan kembali berlipat ganda. “Publikasi dalam bidang ini begitu banyak sehingga menjadi sulit untuk mengikutinya”, kata seorang profesor Geriatrik dari Paris.

Media dapat menjadi bersifat menghasut seperti yang diinginkannya, pemimpin-pemimpin agama dapat memuntahkan gambaran-gambaran “apocalypse” dan mengundang “Tuhan” dengan doa-doa, namun mereka tidak akan meniup mati percikan kecil yang membuat kita ingin hidup.

Presiden Clinton menyatakan “Dolly menimbulkan masalah-masalah tata susila yang nyata”. Seorang wartawan Inggeris menekankan bahwa keuntungan menjadi presiden terletak pada kenyataan bahwa tak seorangpun mempunyai nyali untuk memintanya agar lebih saksama menilai masalah-masalah ini. Dengan demikian, sejak 25 Pebruari, membaca tentang karangan-karangan yang diterbitkan mengenai masalah-masalah etika ini, tidak benar-benar mencerahkan kita tentang isinya. Beberapa menyebutkan agar hormat pada individu, suatu konsep yang akan menarik untuk terus diperdebatkan di dunia ini dimana persesuaian adalah normanya. Debat filosofis adalah lemah. Mendasari seluruh wacana ini terjadilah gagasan-gagasan yang tak akan mengejutkan seorangpun: “Untuk meng-klon saya ya, tetapi tentu saja bukan orang lain… Apabila mereka meng-klon yang terbaik di antara kita, apakah saya akan ada di antara mereka?” Bila mereka nyata-nyata akan meng-klon yang terburuk di antara kita, kita harus menghentikannya sekarang.

Jadi, masalah mendasarnya bukanlah “Dolly atau bukan Dolly”, tetapi “Dolly ya, tetapi bagaimana?”.

Dan jawabannya, kita tahu, menyarankan suatu kesadaran tingkat tinggi. Program demikian tak dapat dibuat seadanya, dan tak dapat dilaksanakan dengan tegesa-gesa, dijadikan pusat perhatian umum, tetapi harus disusun, hari demi hari, dengan kebangkitan umat manusia yang sadar mengenai perbedaan-perbedaan yang menyusunnya, dan yang telah memutuskan untuk memberi jaminan kebahagiaan bagi setiap orang.

Ini adalah tantangan sehingga sekelompok pemberontak telah memutuskan untuk menerimanya dengan mengikuti Rael. Jadi, panjang umur Dolly dan yang lainnya…

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s