garden of words · salad days

Pelangi yang Memudar

Kalian memiliki dunia sendiri
aku pun membangun duniaku sendiri
sepi…

Aku tak butuh pelangi
yang keindahannya hanya sesaat.
Kini aku bersama akar. Menjalar tak jelas.
Mencari mata air, tuk melepas dahaga perhatian.
Namun ku dapat air mata.

Bodoh. Ceroboh.
Aku memulainya dan terlalu gengsi untuk mengakhirinya.

Tertawa sendiri. Menangis sendiri.
Awalnya menyenangkan memang, tapi perih pada akhirnya.

Akarku rapuh. Aku tak kuasa berdiri.
Sayapku patah. Aku tak mampu terbang.
Dahanku tak berbunga. Aku tak diperhatikan.
Mata airku kering. Sungaiku tak memiliki harapan.

Pelitaku telah mati. Aku terjebak sendiri.
Gelap. Aku tak bisa menyembuhkan lukaku.
Aku merasakannya, namun tak mampu mengetahui di mana tepatnya.

Perih ini terasa, tapi aku tak mau mengakuinya.
Pelangi yang memudar, kini muram datang lagi.

Perih ini semakin jelas.
Aku mundur saja…

Iklan

2 thoughts on “Pelangi yang Memudar

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s