uncategorized

Yang Kurindu *part III*

Ini dia lanjutan dari Yang Kurindu *part II* yang isinya pengalaman-pengalaman yang paling kuingat selama aku hidup sampai sekarang. Selamat membaca kelanjutannya! 😀

Aku ingat 7 tahun yang lalu, kami sekeluarga pulang kampung ke Madiun dengan berbagai macam kendaraan yang ada, mulai dari pesawat, taksi, kapal laut, kereta api, delman, bus, sampai becak (hehe). Aku ingat tempat-tempat wisata yang kami kunjungi. Dufan, candi Borobudur, candi Prambanan, candi-candi lain di sekitar Yogyakarta, terus ke pantai dan gua-gua di Pacitan, ke Tulungagung, Ponorogo, telaga Sarangan, shopping di Surabaya, hmm terus ke mana lagi ya…

Aku ingat 8 tahun yang lalu, saat itulah aku bertemu dengan cinta pertamaku, awal mula sebagian besar kisah sedih dan bahagiaku di masa-masa mendatang. Saat itu juga pertama kali aku mendengar lantunan adzan terindah yang pernah kudengar sampai sekarang. Saat itu juga pertama kalinya aku memutuskan dua hal yang (menurutku) sangat penting dalam hidupku : berjilbab (tidak hanya di sekolah) dan berusaha lebih feminim.

Aku ingat 9 tahun yang lalu, saat aku kelas 5 SD, akhirnya ayahku membelikan playstation. Aku juga ingat, di madrasah (pengajian sore hari sepulang sekolah) aku mendapat ustadz baru yang banyak mengajarkanku filsafat-filsafat kehidupan. Sampai sekarang, aku masih ingat kata-kata bijak darinya, pelajaran-pelajaran berharga, dan kisah-kisah inspiratif dari beliau.

Aku ingat 10 tahun yang lalu, saat tahun ajaran baru kelas 4 SD, seorang anak perempuan nakal dan tomboy menangis meraung-raung karena tidak mau memakai seragam lengan panjang, rok setumit, dan kerudung ke sekolah. Tidak di saat anak perempuan lain tidak menggunakan seragam seperti itu. Aku ingat bagaimana dia (baca : aku) ngambek berhari-hari karena alasan yang sama. Aku ingat betapa aku diejek dan disindir di sekolah karena penampilan yang katanya “tidak sesuai dengan jati diriku” itu. Aku ingat bagaimana aku hanya berkerudung di sekolah saja. Sekarang saat mengenangnya, aku tertawa sendiri saja. Aku rindu saat-saat itu…

Aku ingat 11 tahun lalu, saat-saat yang berat bagi kami. Konflik GAM-RI memanas dan banyak temanku (terutama yang bukan keturunan Aceh) pindah ke kota lain atau eksodus demi keselamatan diri sendiri. Aku ingat saat itu adalah musimnya demonstrasi menghiasi layar televisi. Aku ingat suara-suara tembakan ataupun bom yang tak jarang hadir di malam ataupun siang hari. Aku masih ingat…

Aku ingat 12 tahun yang lalu, saat adik bungsuku lahir. Rambutnya keriting, lucu sekali. Akhirnya kami menjadi 3 bersaudara sampai sekarang. Aku ingat, saat itu aku melihat langsung gerhana matahari waktu berangkat sekolah. Setelah kuselidiki dan kutanya-tanya pada temanku beberapa tahun kemudian, katanya tidak ada gerhana matahari waktu itu. Apa hanya mimpi ya? Tapi kenapa aku merasa kenangan tentang itu begitu nyata? Hmm, sampai sekarang masih menjadi misteri buatku…

Aku ingat 13 tahun yang lalu, aku selalu menghabiskan uang jajanku untuk membeli coklat musang di Supermarket. Aku ingat, untuk pertama kalinya aku mendapatkan pelajaran Bahasa Daerah (Aceh) aku langsung merasa di situlah kelemahanku dan ya, benar.

14 tahun yang lalu, saat aku mengikuti lomba lari di sekolahku (TK 2 Tamansiswa), sepatuku terlempar beberapa detik setelah peluit berbunyi, saat itu aku baru saja ingin melangkahkan kaki untuk berlari ketika sadar sepatuku sudah berada di seberang lapangan, di balik semak-semak. Setelah diselidiki, ternyata penyebabnya adalah sepatuku yang masih baru itu ukurannya terlalu besar untuk kakiku (orangtuaku selalu membelikan sepatu dengan ukuran 1 sampai 2 nomor lebih besar. Alasannya : kamu sedang dalam masa pertumbuhan!). Betapa malunya aku ditertawakan penonton satu sekolahan, tapi tetap saja, aku merindukannya…

Aku ingat 15 tahun yang lalu, ada seorang guru TK berkata bahwa aku belum bisa membaca jam padahal seorang temanku (yang memang pintar) sudah bisa. Sejak saat itu sampai sekarang, aku masih menganggap temanku itu sebagai rival (hehehe, alasan yang aneh ya?).

Dan betapa anehnya, kenangan mulai 16 sampai 19 tahun yang lalu tidak bisa kuingat sama sekali, seakan benar-benar tidak ada kenangan apa-apa saat itu. Aku hanya bisa melihat foto-fotonya saja, itu pun tidak membantuku mengingatnya. Jadi, cukup sampai di sini saja aku membagi ringkasan perjalanan hidupku selama ini. Apa akan ada edisi Yang Kurindu selanjutnya? Who knows? Hehehe…

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s