happy time

Septia yang Sekarang… Berubaahh !

Hmmh… Sudah setahun lebih saya menetap di Surabaya sebagai anak rantau seberang pulau untuk menuntut ilmu (mulai lebay :p). Sedikit banyak, saya mulai menyadari, ternyata sedikit-sedikit saya mulai berubah juga, hehe… Inilah daftar tranformasiku dari Septia yang di Aceh dulu ke Septia yang di Surabaya sekarang. Taraaa…! 😀

1. Sekarang jadi suka banget sama yang namanya es degan – padahal dulu, cuma mau minum air (kelapa)-nya aja, itu pun terkadang masih ogah. Kenapa sekarang jadi suka? Soalnya ada penjual bakso di Kepel (nama pasar di kampungku di Madiun) yang jual es degan enaakk banget… jadi ketagihan, hehe. Sekarang di mana bisa dapetin es degan, pasti minuman yang jadi pilihan utamaku es degan 😀

2. Udah tahan minum yang dingin-dingin (pake es) – waktu baru-baru nyampe Surabaya nih, tiap minggu pasti aku kena flu, penyebabnya tentu aja : es batu! Jadi selama beberapa bulan pertama sejak kedatangan, di hari yang sepanas apa pun, aku pasti memesan atau beli minuman tanpa es, kalau bisa malah yang anget-anget! Ckckck… Mungkin karena dulu itu masih proses adaptasi atau gimana yaa.. Ntahlah, yang penting sekarang udah nggak lagi, soalnya hampir tiap hari minum es tapi nggak batuk tuh! (somboong.. hehehe :p) tapi tetap aja, aku nggak suka dingin, jadi pesan esnya ya sekedarnya aja, asal sejuk sahaja laahh 😀

3. Kecepatan dan prosi makanku bertambah – ow ow ooww, hehehe. Nggak usah banyak dideskripsikan deh untuk yang satu ini, pokoknya, dulu aku yang kalau makan lambaatt banget, sekarang udah lumayan, memang sih gak bisa dibilang cepet juga. Kalau masalah porsi, ehmm… Yang penting, asal waktunya cukup lama, akan saya habiskan! Haha :p

4. Minat baca komik berkurang – naahh, menurutku ini suatu kecenderungan yang bagus, hehe. Tapi untuk komik-komik tertentu, tetep ngikutin donk, seperti Naruto, Detective Conan, dan Hunter X Hunter 

5. Porsi baca novel berkurang – aduuhh, untuk yang satu ini bener-bener menyiksa! Masa’ selama 13 bulan di sini cuma dapet 8 novel (2 beli, sisanya hasil pinjaman) yang aku tamatkan?! Hedeeuu..Yang penting jangan sampe stress gara-gara kekurangan hiburan deh T.T

6. Meski jarang, sebisa mungkin makan seafood – ehm, sebagai anak pesisir (yang dulu hampir setiap hari makanannya hasil dari laut – ya ikan, udang, tiram, cumi-cumi, de-el-el) yang tiba-tiba terdampar di kota metropolitan ini (weits), saya tetap tidak bisa merubah makanan kesukaan saya : seafood! Aneh rasanya, padahal Surabaya ini juga dekat pantai kok, tapi kenapa yaa makanan seafood gitu harganya mahaaalll banget! Jadi yaa mikir-mikir dulu deh kalau mau beli seafood. Kenyang harga, rekk! T.T

7. Mulai doyan tahu-tempe goreng – dulu, doyannya itu tempe keripik sama tahu isi doank. Kalau tahu-tempe digoreng gitu aja kagak mau! Tapi semenjak di sini jadi suka, soalnya di tiap nasi bungkus pasti deh dikasih tahu-tempe goreng, jadinya terbiasa, dan akhirnya suka!

8. Jadi semakin sering pelototin layar kaca alias laptop! – Alasan pertama, untuk online. Di mana bisa online, di situ saya online, hehe. Ya wifi gratis di kampus, perpus, rektorat, wifi berbayar di warnet, atau ngandalin pulsa modem yang dijatah terbatas oleh orangtua. Emangnya online ngapain aja? Selain ngurusin ini blog, browsing berita seputar apa aja, sebisa mungkin penulis juga tetap jaga komunikasi dengan teman-teman lama yang tersebar di seluruh penjuru nusantara, hehe. Alasan kedua, laptop menjadi pusat hiburanku. Ya baca buku elektronik, nonton film, nge-game, apalah, dan nulis (baca: ngetik) tentunya! 😀

Oke, kali ini cukup sekian dulu. Kalau ada perubahan-perubahan lain yang belum sempat disebutkan di sini atau akan muncul kemudian, akan saya tulis di postingan selanjutnya. Postingan kali ini memang menyebutkan perubahan saya dari segi selera atau kebiasaan kecil, tidak sampai pada cara pandang hidup atau yang lainnya. Mungkin perubahan ini bisa dikategorikan sepele, namun terasa berarti buat saya.

Memang, manusia tidak bisa menepis perubahan yang mungkin terjadi, apa itu karena lingkungan tempat tinggalnya, budaya yang berbeda, pemikiran yang terus berkembang, dan lain sebagainya. Akan tetapi, satu hal yang perlu diingat adalah, dalam menyikapi hal-hal yang memungkinkan terjadinya transformasi dalam diri kita, kita harus memiliki filter tersendiri, jangan gampang terbawa oleh arus. Berpegang teguhlah pada prinsip hidup yang benar. Sekian!

6 thoughts on “Septia yang Sekarang… Berubaahh !

  1. to inertia 2010
    kata sapa penurunan,,,,,,,
    bisa aja volumenya nambah….

    ya aq kan bilang mskipun ada hambtan tp mngalir jg…
    gg slalu orang itu diatas trus….

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s