uncategorized

Dulu, aku punya mimpi

Aku setuju bahwa hidup adalah pilihan, karena aku menjalani hidup sampai saat ini hampir selalu dengan memilih 1 dari 2 hal yang terbaik menurutku.

Dulu aku punya mimpi. Mimpi yang dulu aku yakin akan kukejar sampai dapat. Aku akan terus melompat jika ia terlalu tinggi untuk kuraih. Aku akan terus menyelam jika ia terlalu dalam untuk kuambil. Aku akan terus menabung jika ia terlalu mahal untuk kubeli. Mungkin berlebihan, tapi ya seperti itulah. Dan posisiku saat ini, aku belum -atau mungkin tidak, aku tidak tau- mampu menggenggamnya. Tapi sampai kapan aku harus terus terhanyut dalam bayang-bayang itu? Sampai kapan seseorang harus mengejar mimpinya? Pasti orang-orang akan menjawab : tidak ada batas dalam mengejar mimpi.

Ya, aku setuju. Tapi sampai kapan aku harus terus mengejarnya? Kenapa aku tidak berkonsentrasi saja dengan apa yang telah kudapat sekarang? Bukan berarti apa yang kita inginkan baik menurutNYA. Bukan berarti apa yang orang anggap baik, baik pula menurutNYA.

Dulu, aku punya pilihan. & aku telah memilih jalanku. Lantas kenapa aku harus ragu hanya karena orang-orang menanyakan itu? Hanya karena orang-orang tak henti-hentinya mengungkit-ngungkit hal itu? Hanya karena orang-orang…? Ya, hanya karena orang-orang!

Aku terkadang berpikir, kenapa orang-orang begitu ikut campur urusanku, menyayangkan sikapku, memprotes pilihanku, bahkan menegur keputusanku. Ini hidupku! Akulah yang berhak memilih. Akulah yang menjalani. Aku pulalah yang akan menanggung segala risikonya.

Hanya 1 solusi yang kupunya : terus meniti jalanku, hingga akhirnya aku mampu berlari di sana. Konsisten pada apa yang kuambil, berusaha semaksimal mungkin, hingga aku mampu melebihi mimpi masa lalu itu.

Aku telah memilih jalanku, & aku tidak akan ragu lagi. Aku tidak akan mundur untuk mengejar kembali mimpi yang pernah singgah dalam lembaran kisahku. Aku akan berkonsentrasi pada apa yang telah kujalani. Aku telah memutuskan, aku akan terus maju.

9 thoughts on “Dulu, aku punya mimpi

  1. tunjukin sama org kalo mbak bsa berhasil d bidang yg mbak tekuni, biar mreka gx melihat sebelah mata pilihan mbak (sok bijaksana nih) *ahhahahahahπŸ˜€

  2. membaca sesal dan kekuatan sekaligus dalam tulisanmu de ..
    semoga menjadi BESAR dalam pilihan yang telah diambil ..

  3. hmm.. sepertinnya saya juga mengalami hal yang sama. haha…

    sayangnya.. saya lebih memilih untuk menuruti apa yang mereka bilang. dan suatu saat apapun hasilnya…. saya akan meyakini bahwa ini memang jalan yang dipilihkan untukkku. (meskipun begitu terjal dan berliku..)^^

**Silakan Berkomentar~! ^.^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s